
Asisten Triana di sibukkan mencari pengacara untuk membantu kasusnya, tetapi melihat bukti yang sangat akurat banyak pengacara yang menolaknya.
Agensi juga memutuskan sepihak kontrak dengan Triana, rupanya satu persatu teman dan semua yang mengikat kontrak dengan Triana juga mundur teratur.
Pihak kepolisian metro jaya sudah menyelesaikan BAP tentang Triana, tinggal menunggu sidang yang akan di laksanakan Minggu depan.
"Bu Triana ada seorang pengacara dan asisten anda ingin menemui anda, silahkan ikuti saya" kata salah satu petugas kepolisian itu.
Triana mengikuti langkah petugas itu dari belakang dengan cepat, sampai di ruang pertemuan antara narapidana dengan pengacaranya.
"Bu kenalkan saya Leo pengacara anda" kata Leo sambil mengulurkan tangannya.
"Ya pak Leo, silahkan duduk" jawab Triana singkat.
Mereka membicarakan tentang kemungkinan yang akan terjadi nanti saat sidang, Triana memerintahkan asistennya untuk mengambil handphone Arnold yang dia sembunyikan disebut brankas kecil di bawah laci meja bar mini dapur Triana.
Pengacara Leo juga meminta handphone pribadi milik Triana yang selama ini di pakainya.
"Baiklah kami pamit dulu, besok kesini lagi setelah menemukan dan melihat handphone Arnold" kata asisten Triana.
Pengacara dan asistennya pamit pulang tetapi sebelumnya asisten Triana membelikan makanan kesukaannya dan sedikit camilan untuk di bawa ke dalam dengan seijin petugas jaga hari ini.
Di apartemen asisten Triana tanpa di dampingi pengacaranya mengambil handphone yang di ceritakan oleh Triana tadi pagi, selanjutnya meluncur ke kantor pengacara Leo untuk mempelajari isinya siapa tau bisa untuk meringankan hukuman penjara Triana.
Di dua handphone itu ternyata tidak bisa membantu Triana sedikit pun, karena pada rekaman video nya melakukan adegan itu tidak di paksakan tetapi justru seperti keinginan Triana sendiri Arnold hanya mengimbangi saja, semua adegan itu di kendalikan Triana.
Pesan pesanpun sebagian besar Triana lah yang memaksakan kehendak kepada orang orang yang di kirimi pesan.
Ada satu pesan yang sedikit mengancam dan menyangkut nama Jose tetapi setelah si telusuri oleh pengacara itu ternyata nomor handphone atas nama anak buah Hasson yang merupakan penduduk asli Manhattan dan merupakan nomor internasional bukan nomor handphone Indonesia.
Selama di Manhattan ternyata Jose menggunakan fasilitas handphone kantor yang di pakainya, jadi Triana mendapatkan nomor handphone kantor jose bukan nomor handphone pribadinya.
Ada satu nomor handphone Fatia yang disimpan Triana serta mengirimi foto nya beserta Jose tetapi waktu itu Fatia tidak membalasnya sama sekali.
Pengacara Leo menyimpulkan handphone milik Arnold tidak yang banyak membantu meringankankan hukuman kecuali tulisan pesan ancaman antara Arnold dan Triana.
__ADS_1
Sedangkan pengacara Leo tidak bisa membuktikan keterlibatan Jose dalam kasus ini, karena di handphone itu tidak ada bukti yang mengarah kepada Jose ataupun Fatia.
Pengacara Leo juga tidak bisa mendapatkan bukti tertulis bahwa antara Mark dan Jose adalah memiliki hubungan darah.
Tiga hari dari pertemuan Triana dengan pengacara Leo, mereka bertemu berdua di balik terali besi.
"Maaf Bu Triana saya tidak menemukan kejadian pembunuhan ini berkaitan langsung dengan Jose Kurniawan".
"Saya pernah kirim pesan langsung ke Jose dan di jawab juga olehnya" kata Triana.
"Sayangnya Nomor handphone itu terdaftar atas nama penduduk asli Manhattan Bu, bukan atas nama orang Indonesia, sepertinya dia menggunakan handphone perusahaan".
Triana bernafas dengan berat, gagal sudah mau melibatkan Jose dalam masalah ini.
"Hari Senin besok jadwal sidang pertama Bu, mohon di persiapkan baik fisik maupun mentalnya ya!".
Triana mengangguk lemas dan meninggalkan pengacara itu saat sebelumnya dia berpamitan kepada pengacaranya.
Sidang hari pertama Triana tidak di siarkan langsung, hanya saja banyak infotainment yang meliput jalannya sidang.
Tetapi Syaiful mendapatkan rekaman sidang pertama dari temannya yang kebetulan salah satu anggota penuntut penuntut umum pada perkara yang menjerat Triana sebagai pelaku tunggal atas meninggalnya almarhum Arnold Smith.
"Tring..... tringgg.... tringgg...".
"Teman teman saya kirim rekaman video sidang perdana sidang kasus Triana ya".
Banyak tanggapan dan saran yang di berikan kepada Jose dan Fatia dari teman sejatinya.
Sebagian besar bernafas lega dengan melihat rekaman sidang itu, karena tidak terlibatnya Jose sekeluarga, walaupun Triana menyebutkan awalnya karena cintanya kepada seorang Jose yang bertepuk sebelah tangan saja.
Minggu depan akan di lakukan sidang kedua, jaraknya satu Minggu dari sidang pertama, sidang kedua akan menghadirkan saksi dari pihak Triana.
Sedangkan di kepolisian Surabaya sudah di tetapkan dan sudah lengkap juga BAP kasus Triana yang menabrak ibu Diniya, tetapi sidang di jadwalkan setelah sidang kasus yang di Jakarta selesai.
Orang tua kandung dan adik Triana mengunjungi keluarga Jose hanya sekedar meminta keringanan hukuman atau jika bisa di cabut kasus ini dan mengambil jalan damai.
__ADS_1
"Pak Jose, bisakah kita ambil jalan damai saja, kami rela memberikan apa saja yang anda minta" kata bapak kandung Triana.
"Maaf bapak dan ibu saya tidak bisa mencabut kasus ini" ucap Yosi yang duduk di samping Jose saat menerima tamu itu.
Keluarga itu pulang dan pamit dengan hati yang kecewa, Jose juga tidak menyalahkan Yosi yang sakit hati karena kehilangan ibu tercintanya.
Adik laki-laki Triana yang mobilnya di pakai Triana menabrak ibu Diniya juga pernah mendekati Triana hanya sekedar bisa meringankan hukuman ataupun mencabut kasus kakaknya.
Tetapi Yosi tetap tidak bergeming dengan pendiriannya akan tetap memperkarakan kasus tabrak lari yang di lakukan oleh Triana.
Di kamar Jose malam itu Fatia sedang menceritakan kepada suaminya tentang adiknya Triana yang mendekati Yosi untuk meminta bantuan atas kasus Triana.
"Kok bunda tahu, jika adiknya Triana mendekati Yosi?".
"Yosi sendiri tadi sore cerita yah".
"Kalau menurutmu bagaimana sikap Yosi Bun?".
"Lanjutkan aja kasusnya, bukannya tidak kasihan pada keluarga Triana tetapi karena ini menyangkut publik figur supaya bisa buat contoh agar tidak semena-mena kepada masyarakat".
"Baiklah yang terbaik untuk keluarga sajalah".
"Bagaimana kabar Dedy dan uncle Marten yah di Manhattan?".
"Kemarin Dedy menelpon dia juga tidak setuju permintaan keluarga Triana Bun, kalau uncle Marten mulai meminta membantu menangani perusahaan di balik terali besi".
"syukur Alhamdulillah jika uncle Marten mulai membantu Dedy".
"Aku juga bersyukur Bun".
"Bersyukur tentang apa memang nya yah....."
"Tentang istriku yang cantik ini".
Tangan Jose bergerilya mengabsen setiap kepemilikannya, melakukan candunya yang lama tidak mereka lakukan karena kasus Triana dan kepergian ibu tercintanya.
__ADS_1
Jose mulai mengabsen gigi dan lidah Fatia, menyesap manis bibi Fatia dengan lembut, pindah ke tengkuk dan leher membuat tanda kepemilikan di sana.
Berdua menikmati indahnya madu kasih kenikmatan dunia sampai puncaknya, saling memandang sendu penuh kasih serta cinta yang membara pada keduanya.