Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 14 Gadis Karate Sudah Masuk Target


__ADS_3

Siang ini Fatia sudah pulang dari Brunei Darussalam, sudah beristirahat sejenak, dia langsung ke perguruan karena di panggil Abah guru.


Fatia merasa bersyukur karena mendapat kabar ada perusahaan yang membiayai studi banding nya, tanpa dia mencari dengan susah payah.


Setelah mengantongi surat resmi dari PT KURNIA dan biaya sudah lunas semua. Fatia merasa lega dan sangat bahagia.


Keesokan harinya Fatia pergi ke kampus untuk mengikuti gladi bersih untuk persiapan ke Jepang untuk studi banding, sekaligus membuat laporan bahwa setelah pulang dari Jepang akan magang di PT KURNIA selama tiga bulan ke depan.


Di lain tempat ada group WA teman sejati yang lagi berdiskusi langkah selanjutnya agar gadis karate masuk perangkap (di pelukan Jose maksudnya wk wk).


"Tringgg...... tringgg.... tringgg"


"Ridwan sekarang giliran mu bro, bantu jomblo akut kita" tulis Danny.


"Mengapa harus aku?" jawab Ridwan datar.


"Itu kau lihat, aku kirim biodata lengkap dari gadis karateka itu" tulis Ardi sambil mengirim foto KTP, KK dan akte kelahiran.


"WOW......ternyata dia warga ku ya..., sebentar kalau dilihat sih alamat nya daerah perbatasan propinsi" tulis Ridwan lagi.


"Baiklah.....akan aku selidiki latar belakang keluarga nya" kirim Ridwan lagi.


Ridwan sangat bahagia bisa membantu teman sejati nya yang belum menikah sendiri itu, Ridwan langsung menghubungi pak lurah dimana orang tua Fatia tinggal.


"Sekarang kita bahas di tempat kan di bagian mana gadis karate itu di perusahaan mu Jose" tanya Danny.


"Itu dia aku sendiri bingung, kalau bisa sih aku bisa melihatnya setiap hari he he he" tulis Jose tanpa basa-basi


"Belum bertemu saja sudah begitu, terlalu bucin bro" sulit Ridwan kembali.


"Heleh kayak sendirinya tidak bucin aja" tulis Ardi.


"Lebih baik di bagian keuangan aja jadi wakil Rina, di samping membantu istri Ardi yang sedang hamil, sekalian dia bisa mendekati Fatia dari hati ke hati" usul Syaiful.


"Waaaah... betul juga tuh, gimana bos?" tanya Ardi.

__ADS_1


"Aku setuju, otak pak polisi satu ini memang berlian" puji Jose.


"Baiklah, nanti aku minta istri ku mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang calon ipar ku" tulis Ardi


"Wadaow, calon kakak ipar, kemarin ada yang lebih parah lagi, ada yang menyebut calon menantu, ha ha ha ha" tulis Syaiful sambil tertawa riang.


"Siapa dia memangnya?" tulis Danny penasaran.


"Siapa lagi kalau bukan ibuku" jawab Jose dengan bangga.


Dengan adanya teman sejati Jose merasa bersyukur atas saran dari mereka semua sehingga bisa mengejar gadis impian nya.


Selesai chatting dengan group teman sejati, Jose langsung mandi dan berganti baju dengan rapi, kemudian keluar rumah dengan mobil sport nya.


"Siapa tahu ketemu my girl di depan perguruan karate itu" gumam Jose dalam hati.


Jose sengaja masuk ke sebuah kafe kecil di seberang jalan perguruan karate tersebut, dan duduk di bangku depan teras.


Hanya duduk disana, sesekali memandangi arah dimana perguruan karate itu berada jika ada yang datang ataupun yang keluar dari sana.


mata Jose tidak berkedip melihat nya, jantungnya berdebar kencang seakan mau loncat melihat gadis itu, mata itu tidak lepas dari tangan lembutnya yang pernah menyentuh pinggang Jose.


Fatia menyeberang jalan dan masuk gang kecil ke arah kos-kosan nya, tanpa berpikir panjang Jose beranjak dari kafe itu mengikuti dari kejauhan.


"Ooooo... disini rupanya my girl tinggal" gumam Jose.


Setelah melihat gadis itu masuk, Jose kembali ke kafe dan mengambil mobil di parkiran dan melaju pulang ke rumah, hari ini bisa tidur nyenyak setelah melihat gadis pujaannya sampai matahari mulai mengintip dari balik gorden kamar Jose.


Pagi ini Fatia sudah siap dengan koper nya, pesan mobil online menuju kampus bergabung dengan mahasiswa lainnya akan pergi ke Jepang selama dua Minggu.


Pagi ini juga Jose bangun cepat, tidak mau tertinggal moment melihat pujaan hati nya berangkat ke Jepang, Jose diseberang kampus Fatia duduk di dalam mobil tanpa di lihat oleh siapapun memandangi wajah nya tanpa berkedip.


"Hanya dengan memandang mu dari kejauhan sudah membuat ku terbangun, bagaimana kalau aku menyentuh mu, ya Tuhan ku" ucap Jose lirih dengan mengacak-acak rambutnya frustasi.


"Bos dimana?, setengah jam lagi kita ada meeting dengan pemegang saham" tulis Ardi lewat japri WA.

__ADS_1


"Ya, ini lagi otw kesana, gimana persiapan nya?" jawab Jose.


"Sudah beres semua bos, tinggal menunggu anda".


Fatia berangkat ke bandara bersama rombongan, Jose melajukan mobilnya setelah Fatia berangkat dan ke kantor dengan hati yang berbunga.


Hari demi hari dilalui Jose seperti sangat lambat, beda dengan Fatia harinya dilalui dengan segudang kegiatan yang sangat padat.


Sudah hari ke 12 Fatia dan rombongan selesai dalam rangkaian pendidikan nya, waktunya dia jalan-jalan mengunjungi destinasi pariwisata yang terkenal di Jepang.


Rombongan pertama mengunjungi Tokyo Disneyland, wisata ini merupakan wisata taman yang berkonsep Disney sangat megah.


Hari berikutnya rombongan mengunjungi Hiroshima Peace memorial, tempat dimana bom atom pernah memborbardir kota ini.


Keesokan harinya rombongan Fatia kembali ke Indonesia, dan pulang kerumahnya masing masing dengan selamat.


Setelah beristirahat seharian Fatia pergi ke perguruan karate, dia melihat jadwal nya hari ini mengajar di SMU negeri ternama di kota Surabaya, sudah sekitar dua tahun terakhir ini Fatia melatih di SMU tersebut.


"Mbak Fat, kenapa dalam sebulan ini tidak datang melatih kami?" ucap Yosi sambil memeluk nya.


"Maaf Yos, mbak Fat banyak kegiatan akhir-akhir ini, tapi kamu tetap rajin berlatih kan?" jawab Fatia sambil memeluk Yosi.


"Yosi sudah ikut ujian kenaikan tingkat kan?" tanya Fatia lagi.


"Sudah mbak, nich sudah ku pakai sabuk nya, aku hebat kan?" jawab Yosi sambil tersenyum.


"Bagus lah, ayo kita mulai latihan lagi"


Mereka bersama karateka yang lain berlatih selama satu setengah jam dengan semangat di aula sekolah SMU itu.


Didalam perkumpulan karate SMU itu memang Yosi lah yang paling dekat dengan Fatia, anak itu sering banyak bertanya baik tentang karate ataupun pelajaran sekolah.


Kedekatan antara Fatia dan Yosi sudah terjalin selama dua tahun ini, sejak Yosi bergabung dengan SMU negeri itu.


Yosi juga sering bertanya tentang pelajaran jika dia tidak faham, Fatia akan membantu nya dengan senang hati, Yosi seperti mendapatkan kakak perempuan yang sangat menyayangi nya.

__ADS_1


__ADS_2