
Sudah satu bulan ini Rina cuti hamil, dan Fatia yang menggantikan posisinya sementara, Minggu depan Yosi akan mengadakan perpisahan di sekolahnya.
Hari ini Rina mulai merasakan mules, semua orang yang berada dirumah Ardi dan rumah Jose menjadi bingung semua.
Ardi langsung mengangkat istrinya dan berlari ke arah mobil, Jose juga ikut berlari
"Ayo aku yang membawa mobilnya" ucap Jose.
Karena sangat gugup Ardi salah bawa tas baju peralatan bayi, justru yang di bawa tas berisi baju Ardi jika bepergian keluar kota.
Ada lagi kesalahan Ardi karena gugup, Ardi menggunakan sendal sebelah kanan warna coklat milik Ardi sendiri dan sebelah kiri warna hitam milik ayah Rio.
Jose juga tidak kalah hebohnya, diminta ambilkan tas milik Rina yang berisi biodata Rina justru yang di ambil tas Fatia.
Untung ayah Rio menyadarinya, dan menyusul dengan membawa perlengkapan melahirkan bersama seluruh anggota keluarga.
Ayah Rio juga menelpon Danny minta tolong untuk mempersiapkan persalinan Rina, dan menghubungi dokter kandungan, dokter Tia namanya.
Sesampainya di rumah sakit Rina di sambut oleh Danny dan dokter Tia, dan dibawa ke ruang bersalin.
Setelah di minta baju bayi dan identitas Rina baru menyadari bahwa mereka salah mengambil tadi karena panik.
Danny hanya tertawa kecil melihat calon ayah dan calon paman bayi yang konyol dengan tingkahnya.
"Coba kamu lihat Ar, sendalmu masak kanan dan kiri beda model dan warna nya" celoteh Danny sambil tertawa terbahak-bahak.
"Ha ha ha ini tandanya orang kaya sendal aja beda, tidak mau samaan dia" jawab Jose sekenanya.
Untung ayah Rio dan keluarga datang tepat pada waktunya, menyerahkan keperluan yang di minta suster.
Ardi di minta menemani Rina yang melahirkan secara normal, dengan sabar Ardi memberikan semangat dan usapan lembut agar tidak terlalu sakit saat mules mules.
Rina mencengkeram erat tangan Ardi saat merasa perutnya mules lagi, sampai ada bekas kuku Rina di tangan Ardi.
Setelah dua jam berjuang di baby lahir dengan selamat, dan di karuniai seorang anak perempuan yang cantik dan mungil, panjang 50 cm dan berat badan nya 2,5 kg.
Ardi keluar dari ruangan bersalin sambil menggendong bayi kecil, dengan wajah yang bahagia tetapi tangan yang merah luka.
"Waah cantiknya anakmu Ardi" ucap Danny bahagia.
"Tapi tangan mu kenapa kok luka?" tanya Jose heran.
"Ini karena saat Rina mau melahirkan tangannya memegang kuat tanganku" cerita Ardi sambil menahan rasa sakit.
Baby cantik itu di beri nam "Dina Damayanti" nama belakang di ambil gabungan dari Ardi dan Rina.
__ADS_1
Sudah satu Minggu baby Dina lahir, Yosi di dampingi oleh ibu Diniya, Jose dan Fatia menghadiri acara perpisahan sekolah Yosi.
Yosi menjadi juara kedua dalam nilai ujian sekolahnya, langsung mendapat beasiswa di universitas negeri di Surabaya dengan jurusan ekonomi bisnis.
Dalam kejauhan ada yang hadir mengikuti kegiatan perpisahan itu, yaitu seorang laki-laki paruh baya Purnomo, memperhatikan dengan seksama.
Sudah hampir selesai acara perpisahan itu, Purnomo tetap duduk dan memperhatikan Yosi dengan seksama sesekali dia mengambil foto gadis itu.
Disana juga di umumkan langsung universitas yang akan menerima beasiswa para juara kelas tersebut.
Purnomo mempersiapkan diri untuk melamar pekerjaan di universitas itu menjadi satpam disana.
Selesai acara itu keluarga jose pulang ke rumah, Jose tidak jadi pindah rumah sendiri karena permintaan ibu Diniya.
"Hoek...... Hoek......"
Jose muntah muntah karena bau masakan yang sedang di masak para asisten rumah tangga Jose.
"Mas kenapa, masuk angin kah?" tanya Fatia sambil memijat tengkuk Jose.
"Ayo... duduk dulu, aku oleskan minyak kayu putih ya" ucap Fatia sambil mengoleskan minyak di punggung dan perut Jose.
Karena bau masakan itu masih tercium di hidung Jose, Jose kembali mual perutnya dan berlari lagi ke kamar mandi
"Hoek........ Hoek...... Hoek"
"kita periksa ke dokter ya mas?" ajak Fatia.
"Tidak usah sayang, mas mau istirahat saja, sini temani mas tidur" ajak Jose sambil merentangkan tubuhnya.
Fatia akhirnya menemani Jose tidur sampai menjelang sore.
Setelah bangun tidur tubuh Jose sehat kembali, dan seperti tidak terjadi apa-apa.
"Mas sudah enakan badannya, tidak mual lagi kan?" tanya Fatia khawatir.
"Tidak sayang, mas sudah sehat kok, tidak perlu obat, cukup memelukmu saja mas sudah sehat kembali" rayu Jose sambil mengedipkan matanya.
"Aaah, mas bisa aja kalau lagi modus" jawab Fatia.
Keesokan paginya waktu bangun tidur Jose muntah muntah lagi sampai keluar cairan kuning, dahi dan tangan Jose keluar keringat dingin.
Fatia sangat khawatir dengan keadaan Jose tapi Jose tidak mau diajak ke dokter.
Setelah muntah Jose mandi sarapan pagi dan berangkat ke kantor seperti biasanya bersama Fatia.
__ADS_1
Saat makan siang Jose mulai terlihat tidak seperti biasanya, biasanya Jose hanya memesan nasi, sayur soup dan ikan goreng di kantin di kawasan kantornya di temani Fatia.
Justru hari ini tidak makan nasi, tetapi malah pesan rujak buah, padahal Fatia sudah mengingatkan jangan makan yang asam sebelum makan nasi.
Padahal selama ini Jose tidak pernah mau Makan makanan asem, tetapi justru sekarang makan dengan lahapnya.
Sudah hampir satu Minggu Jose mengalami hal yang sama, setiap pagi muntah muntah dan siangnya makan rujak dengan lahap.
Akhirnya ibu Diniya curiga apa yang terjadi pada Jose.
"Fatia, kapan terakhir kamu halangan nak?" tanya Ibu Diniya.
"Tidak tau Bu, aku lupa" jawab Fatia singkat.
Coba kamu cek kerumah sakit ya?" nasehat Ibu Diniya lagi.
"Bu, yang sakit Jose kok yang di suruh periksa fatia?" protes Jose kemudian.
Karena tidak mendapatkan jawaban yang tidak memuaskan dari ibu Diniya akhirnya Jose menelpon Danny.
"Kring..... kring....kring.."
"Halo Jose, ada apa, kau ini biasanya
nelpon kalau lagi perlu saja, kalau lagi enak lupa sama temen?" ucap Danny saat mengangkat Handphonenya.
"Kau ini pas banget kalau nebak" jawab Jose sekenanya.
"Ini aku sudah satu Minggu ini muntah muntah kalau pagi, dan siangnya sukanya makan rujak, justru ibu malah nyuruh Fatia yang periksa ke dokter" jelas Jose kepada Danny dalam telpon nya.
"Ibumu benar Jose, coba kau kesini ajak Kakak ipar, aku tunggu, sudah ya aku ada pasien daaa" kata Danny langsung menutup telepon nya.
Jose kesal karena Donny langsung mematikan teleponnya padahal dia belum selesai bercerita.
Joss hanya pasrah dan akan mengajak Fatia sore ini ke rumah sakit menemui Danny.
______________
Hayo siapa yang sudah bisa menebak
tentang Fatia dan Jose.........
jangan lupa like vote dan komentar nya ya
teman teman.
__ADS_1
trims.