
Sudah hampir seminggu ini uncle Marten berada di penjara semua berkas sudah lengkap, dan siap untuk persidangan.
Jose berusaha membantu sekuat tenaga, mengembalikan uang perusahaan yang pernah di ambilnyanya, yang dihadapi adalah anggota pemegang saham jadi Jose juga menghormati keputusan mereka.
Jose tidak bisa membantu uncle Marten bebas, setidaknya hukumannya akan seringan mungkin, itulah harapan Jose dan Mark.
Sidang di lakukan pukul sepuluh pagi waktu setempat, membacakan kesalahan dan bukti bukti yang diajukan oleh penuntut umum adalah jadwalnya hari ini.
Sidang berlangsung dengan lancar selama dua jam, setelah selesai Jose dan keluarga menemuinya.
Terutama uncle Marten bertemu dengan Al, walaupun baru bertemu sekali tetapi hatinya sudah terpaut oleh anak kecil itu.
Memeluknya, menciumi pipi tembemnya adalah yang sering dia lakukan saat bertemu dengan Al. Uncle Marten sangat menyayangi Al kecil.
Tiga hari kemudian sidang di lanjutkan dengan saksi yang meringankan Marten, bukti uang yang sudah kembali dan penjualan produk perusahaan yang meningkat.
Minggu depan akan di lakukan saksi dari pihak penggugat dan dan tiga hari kemudian sidang keputusan hakim.
Saksi dari pihak penggugat juga sedikit meringankan Marten karena adanya pengembalian uang itu.
Sehingga Marten di vonis hukuman satu tahun penjara dan denda uang 200 dolar as, dengan subsider empat bulan kurungan.
Jose dan Mark bernafas lega, dengan keputusan hakim itu, karena tidak terlalu lama hukumannya.
Sudah tiga setengah bulan Jose berada di Manhattan, kerinduan dengan keluarga dan teman sejatinya sangatlah besar.
Semua masalah sudah terselesaikan dengan baik, Jose berencana besok akan kembali ke Indonesia.
Mark akan mulai menjabat CEO kembali mulai bulan depan, sehingga memutuskan untuk ikut pulang ke Indonesia selama dua Minggu bersama Jose dan keluarga.
Mark juga ingin mengunjungi Putri dan cucu perempuannya Jaseline dan Emely di Jakarta.
Sebelum berangkat ke Jakarta Jose dan keluarga mengunjungi uncle Marten di penjara untuk berpamitan.
"Uncle.... Kami menunggu anda di Indonesia, setelah bebas, berkunjunglah ke negara kami, bertemu dengan keluarga besar disana".
"Tentu aku berjanji akan mengunjungi keluargaku disana, maka tunggulah aku".
"Jaga kesehatan uncle, walaupun jauh jaraknya kami akan selalu menyayangi uncle, dan akan mengirimkan kabar kesini".
__ADS_1
"Baik ....aku tunggu...., jangan lupa selalu kirimi perkembangan cucu laki-laki kesayanganku Al".
"Pasti.... Good bye Uncle".
Jose langsung memeluk uncle Marten dengan erat, memberikan semangat dan tidak lupa beribadah, itulah pesan Jose kepada uncle nya.
Uncle Marten menggendong Al sejenak, dan menciumi pipi gembulnya.
"grandpa akan selalu merindukanmu, muuuah".
Jose dan keluarga berpamitan dengan meneteskan air mata tanpa bisa di kendalikan, benar kata orang hubungan darah bagaimanapun juga akan lebih kental dari air.
Penerbangan akan dilakukan pada malam hari, hari ini Fatia sibuk packing baju dengan semangat, tidak sabar sebentar lagi akan kembali ke Indonesia bertemu dengan orang-orang yang di cintainya.
Hari ini Jose juga sudah berpamitan dengan semua karyawan yang di pimpin oleh uncle nya itu, semua karyawan sangat merasa kehilangan karena sikap Jose yang hamble dan tegas.
Dirumah Jose bercengkerama dengan putra tercintanya, seharian bermain dengannya, bermain mobil-mobilan, bermain sepakbola, ataupun bermain puzzle.
Mark juga mulai packing bajunya untuk dua Minggu ke depan setelah selesai baru makan siang bersama keluarga dan beristirahat sejenak karena nanti malam akan melakukan perjalanan panjang.
Fatia setelah makan siang menemani Al tidur siang di box ranjangnya di samping tempat tidur kedua orang tuanya.
Barulah Fatia istirahat merebahkan tubuhnya di tempat tidur itu, melihat istrinya rebahan di tempat tidur Jose yang dari tadi bermain handphone langsung meletakkan handphone diatas nakas samping tempat tidur.
"Sayang......sini sebentar saja".
"Apa sih yah.... Ayo istirahat sebentar lagi kita akan melakukan perjalanan jauh".
""Nanti aja istirahatnya ya.... please... sekali saja.... ayolah".
Siang itu terjadilah sesuai permintaan Jose, terjadi pergumulan panas disana, cuaca yang panas tambah semakin panas karena hubungan keduanya, keringat bercucuran walaupun ada AC didalam nya.
Jose selalu bisa bertekuk lutut di dalam dekapan istri tercintanya, menjadi candu buat Jose setiap Fatia berada di sampingnya.
Setelah selesai pergumulan panas itu mereka beristirahat tertidur di sana sampai menjelang sore hari baru mandi besar berdua.
Malam harinya Jose dan keluarga berangkat ke bandara Jhon F Kenedy berangkat dengan pesawat terbang menuju Indonesia dan tiba disana besok malam.
__ADS_1
Mereka tiba di bandara internasional Juanda Surabaya dengan selamat, dan bertemu dengan keluarga tercintanya dengan bahagia, dan memulai melakukan rutinitas sehari-hari dengan penuh tanggung jawab.
************
Sementara di Jakarta selama hampir tiga Minggu ini Triana hatinya tertutupi oleh kebencian yang mendalam, sering marah marah tanpa alasan, asistennya sering terkena semprotan kemarahan tanpa tau apa masalah yang sebenarnya.
Terkadang Triana menghubungi Merry teman satu agensinya untuk mencari tahu kapan Jose kembali ke Indonesia.
Sedangkan si kasanova Arnold juga hampir tiga Minggu ini terkena batunya, selalu memikirkan Triana tanpa henti, selalu melihat rekaman video dan foto-foto Triana.
Tetapi kasanova Arnold tidak mendapatkan kepuasan seperti yang didapatkan dari Triana itu.
Arnold mencari informasi tentang Triana di media sosial, tentang model papan atas Indonesia.
Tidak mudah memang seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami, tetapi dengan adanya teknologi informasi yang semakin canggih bukan tidak mungkin jika kita mau berusaha.
Arnold akhirnya menemukan akun sosial media Triana, disana banyak foto foto dan kegiatan keartisannya yang dia lakukan selama ini.
Tidak lupa pula orang-orang yang selama ini berhubungan dengannya, tanpa terkecuali Arnold periksa semua.
Barulah Arnold terbang ke Jakarta dengan pesawat komersil dengan penuh semangat, tujuannya hanya satu yaitu menemui wanita yang membuat kasanova nya tidak mendapatkan kepuasan yang di inginkannya.
Tidak lupa Arnold menghubungi Mark jika dia berada di Jakarta, hanya sekedar mengejar seorang Triana.
Sebentarnya umur Arnold sudah tidak muda lagi, umur Arnold adalah 40 tahun, beda sepuluh tahun dari Mark, tetapi pertemanan tetap saja tidak memandang umur.
Tetapi karena petualangan cintanya membuat seorang kasanova Arnold menjadi seperti lebih muda dan tetap bersemangat untuk berpetualang mencari daun muda yang bisa memuaskan hatinya.
Hari ini Triana mendapatkan informasi bahwa Jose beserta keluarganya sudah pulang ke Surabaya.
Triana mencoba mencari job modeling yang di lakukan sekitaran Surabaya, Tetapi baru Minggu depan dia mendapatkannya.
Malam ini Triana beradadi club malam dengan teman temannya untuk menghilangkan rasa gundah gulana di hatinya.
Arnold sudah mengawasi Triana dari kemarin saat tiba di Indonesia, ikut masuk club malam itu dan menyapa Triana.
"Halo...sweethart... how are you".
"Kamu.....!!!!
__ADS_1