Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 39 Saat Mau Melahirkan


__ADS_3

Yosi dan Fatia mengapit ibu itu dari kanan dan kiri.


"Ibu kembalikan baju itu atau kami teriaki copet titah Yosi.


"A..... a...ku..... tidak" ucap ibu itu terbata bata.


"Cepat Bu" perintah Garis gantian.


"Kami hitung sampai tiga ya.... satu....dua....ti"


Tetapi belum selesai mengucapkan angka tiga ibu itu justru akan melarikan diri dari keduanya.


Tanpa pikir panjang Yosi langsung menangkap tangan ibu itu tidak terlalu keras.


"Lepaskan... "kata ibu itu lagi.


"Mau dilaporkan kepada pihak kepolisian kah?" tawar Fatia.


Karena ada CCTV di toko itu, sehingga ada sekuriti yang berlari mendekati mereka.


"Biar kami yang mengatasi ibu ini mbak" ucap sekuriti itu.


"Silahkan Pak" jawab Yosi.


Semua pengunjung bergerombol melihat kejadian itu, ada ibu muda yang mengutil pakaian bayi.


Banyak yang berteriak teriak "hajar saja biar kapok".


Justru banyak orang yang mendekati Fatia dan Yosi, mereka tahu bahwa mereka berdualah yang menangkap pengutil itu.


Yang paling mengherankan karena salah satunya adalah ibu muda cantik tetapi hamil tua.


Banyak yang mengambil foto mereka berdua, ada juga yang mengusap perut buncit Fatia.


Fatia dan Yosi hanya tersenyum ramah menanggapi semua orang yang mendekatinya.


"Permisi..... permisi awas numpang lewat" ucap Jose melewati ibu ibu yang mendekati Fatia dan Yosi.


"Sayang..... sudah selesai kan belanjanya, ayo kita keluar dari sini" ajak Jose sambil membubarkan kerumunan itu.


"Yosi kenapa sih kau ngajak mbakmu, kalau mau nangkap mencuri sendiri aja, kasihan kan perutnya besar nanti kalau terjadi apa-apa bagaimana?" ucap Jose sambil marah marah.


"Mas ini lebay, yang pertama tahu justru mbak Fat bukan Yosi, tenang aja Yosi kan sekarang sudah sabuk hitam kayak mbak Fat, Yosi bisalah menjaganya" bela Yosi.


"Kamu kalau di bilangin ngeles aja, kayak bajaj" balas Jose kemudian.


"Sayang capekkah, istirahat dulu ya" tanya Jose kepada Fatia.


"Belum kok mas, tenang aja" jawab Fatia singkat.


Ibu pencuri itu akhirnya di bawa ke kantor polisi terdekat oleh sekuriti toko itu.

__ADS_1


Selesai membeli perlengkapan bayi, mereka masuk restauran untuk makan bersama, baru pulang kerumahnya.


Perkiraan dokter masih satu Minggu lagi Fatia melahirkan, Jose benar benar menjadi suami siaga, memperhatikan semua keperluan ibu hamil, dari makanan bergizi, susu ibu hamil, kegiatan jalan jalan pagi, senam hamil ataupun pemeriksaan ke dokter Jose tidak pernah melewatkannya.


Jose sedang asyik menata kamar bayi laki-laki dengan nuansa biru, dari box bayi, lemari, mainan troli tas bayi semua dipersiapkan sendiri.


Jose tidak mau ada yang membantu menata kamar calon buah hatinya tersebut, semua sesuai kemauan Jose, Fatia hanya menurut saja, terserah sang raja yang menjalankannya batin Fatia.


Setelah selesai menata kamar calon bayinya Jose turun kelantai satu mencari Fatia.


"Sayang dimana?" tanya Jose.


Jose mencari ke kamar, kamar mandi, ruang tamu dan ruang keluarga juga tidak menemukannya.


"Sayang...... sayang kau dimana?" panggil Jose lagi.


ternyata Fatia ada di taman belakang sedang duduk di bangku panjang sendirian.


"Sayang.... mas carI kemana mana tidak tahunya disini" ucap Jose lega.


"Kenapa mas, sudah selesai kah menata kamarnya?" tanya Fatia.


"Sudah.... apa mau lihat, mas antar?" kata Jose.


"Tidak mas, capek aku kalau naik turun tangga" tolak Fatia.


"Sini kakinya coba mas lihat, masih bengkak kah?" titah Jose sampul jongkok melihat kaki Fatia.


Jose duduk di samping Fatia sambil memeluknya, mengusap pipinya dengan lembut.


Sudah agak jarang Jose meminta Fatia bermesraan karena melihat Fatia sering kelelahan walaupun hanya sedikit beraktivitas.


Karena suasana yang sangat mendukung akhirnya Jose mulai menggoda istrinya.


"Yang...... sayang....." rayu Jose.


"Hmmm ......." jawab Fatia yang sudah tahu modus suaminya.


"Mas boleh menyapa baby ya.. lama kangen nich" rayu sambil mulai bergerilya tangannya.


"Masih sore ini mas, mulai macam macam aja" jawab Fatia sambil tersenyum.


"Tidak apa lah" Jose makin intens bergerilya nya.


"Ayo kita ke kamar sebentar, mas sudah tidak tahan nich" ucap Jose sambil menggendong Fatia dengan bridal.


"Sayang ku diam aja biar mas yang bekerja, biar sayangku tidak capek, cukup menikmati saja ya" bisik Jose lembut di telinga dan kemudian mencium bibir Fatia,


Sore itu setelah adegan panas mereka berakhir kemudian mandi bareng dikamar mandi, setelah Jose memakai baju kemudian membantu mengeringkan rambut Fatia dengan handuk kecil.


Pada pukul sepuluh malam Fatia merasakan mulas perutnya selama beberapa menit kemudian hilang setelah satu jam kemudian datang lagi mulasnya semakin lama semakin dekat jaraknya. menjelang subuh baru Fatia membangun kan Jose yang masih terlelap.

__ADS_1


"Mas......mas aduh....... hmm mas" panggil Fatia sambil menggoyangkan pundak Jose.


"Mas..........aduh sakit......mas" panggil Fatia lagi.


Sontak Jose kaget mendengar rintihan Fatia langsung terbangun dan duduk.


"Kenapa sayang....... apanya yang sakit?" tanya Jose singkat.


"Aduuuh ........ perutku mules mas dari tadi malam" ucap Fatia lagi.


"Kenapa tidak membangunkan mas, sudah waktunya baby lahir kah, kan perkiraan dokter masih satu Minggu lagi sayang,?" tanya Jose penasaran.


"Ayo mas...... cepat, sakiiiit" Fatia terus merintih.


"Iya .....iya..... apa dulu ini... aduh aduh mas jadi bingung" Jose jadi gugup.


"Mas panggil ibu saja dulu, ibu yang lebih faham" titah Fatia.


Jose lari keluar kamar dengan cepat dan memanggil ibunya.


"Tok.... tok.... tok."


"Ibu.....ibu.... tolong Bu, Fatia akan melahirkan" panggil Jose kepada ibunya.


"Ya...... nak sebentar ibu keluar sebentar"


Ibu Diniya mempersiapkan keperluan melahirkan dengan teliti.


Jose mengeluarkan mobil nya, kemudian menggendong Fatia menuju mobil nya.


Ibu Diniya membangunkan Yosi untuk mengajaknya ke rumah sakit.


Mereka menuju rumah sakit dengan cepat, setelah sampai di depan UGD, ada petugas yang langsung membawa brankar tempat tidur.


Jose langsung menggendong Fatia menuju brankar itu.


"Hhhhhhh duh.... aduh.... mas" panggil Fatia lirih.


"Sini sayang....pegang kuat tangan mas, biar berkurang sakitnya, kalau boleh melakukan apapun pada mas asal berkurang sakitnya" kata Jose karena melihat Fatia yang kesakitan.


Sesampainya di dalam ruang UGD, diperiksa sebentar kemudian di pindahkan ke ruang bersalin.


Didalam ruang bersalin di tangani oleh dokter Tia, tetapi tetap di pantau oleh Danny temannya.


Jam enam pagi baru pembukaan tiga, Jose setia mendampingi Fatia, setiap mulesnya datang Jose selalu mengusap perut Fatia dengan lembut, mengecup kening dan bibirnya dengan lembut pula.


"Sayang... biar tidak terlalu sakit, ayo kita buat nama untuk baby kita" ucap Jose menghibur Fatia.


"Boleh mas...... aduh tapi sakit mas" Fatia merintih.


"Sayang dipindahkan saja sakitnya ke mas ya" rayu Jose

__ADS_1


__ADS_2