Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 47 Cemburu Fatia


__ADS_3

"Yah............" Fatia bengong.


Jose langsung kaget karena tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang, saat kaget jose miring ke samping justru malapetaka bagi Jose, bibir Jose menyentuh bibir Andini.


Fatia langsung lari dari situ sambil menangis, hatinya di selimuti rasa cemburu buta, langsung masuk kamar hotel dan menguncinya dari dalam.


Sementara Jose langsung mendorong Andini sampai Andini mundur beberapa langkah dan terhuyung.


"Apa maksud anda seperti itu?"


Jose langsung berlari menuju kamar hotel, tetapi Jose menemukan pintu kamar hotel terkunci dari dalam.


Jose langsung mengetuk pintu kamar hotel itu.


"Tok.... tok.....tok...."


"Bun.... Bun..... bunda buka pintunya sayang"


Tidak ada respon dari dalam kamar hotel, berkali kali Jose mengetuk pintu kamar itu namun Fatia tidak membuka pintu kamar hotel itu.


Jose duduk terduduk di depan kamar hotel itu, hatinya hancur karena kesalahpahaman yang terjadi.


Sedangkan Fatia hanya menangis sambil berbaring di tempat tidur, untung baby Al sedang tertidur pulas.


Selama ini Fatia belum pernah merasakan bagaimana rasanya cemburu, yang Fatia tahu Jose laki-laki yang belum pernah jatuh cinta kecuali pada dirinya, tetapi tadi dia melihat Jose mencium wanita seksi itu, hatinya sakit penuh amarah.


Fatia seperti di bohongi atau seperti di khianati karena adanya wanita seksi yang datang tiba-tiba memeluknya dan dicium Jose didepan matanya sendiri.


Sedangkan Jose hampir frustasi menunggu sampai hampir dua jam tidak di bukakan pintu.


Datanglah Ardi menghampiri Jose yang sedang putus asa duduk di depan pintu kamar hotel itu.


"Kenapa bos, kok duduk di situ?".


"Itu..... bundanya Al mengunci pintu kamar dari dalam".


"Kok bisa?"


Kemudian Jose menceritakan kejadian tadi kepada Ardi tentang pertemuannya dengan Andini.


"Berarti kakak ipar sedang cemburu buta bos".


"Jadi harus bagaimana ini agar tidak terjadi kesalahpahaman ini?".


"Kita minta tolong ke pihak hotel untuk lihat CCTV siapa tahu dapat, apa salahnya untuk dicoba" saran Ardi

__ADS_1


Ardi dan Jose berjalan menuju lobi hotel, ingin bertemu dengan pimpinan hotel bintang lima tersebut.


Ardi dan Jose berterus-terang kepada pimpinan hotel itu, dengan jujur biasanya lebih mudah untuk menyelesaikan sebuah masalah.


Karena kejujuran dari mereka akhirnya pimpinan hotel bintang lima itu mengijinkan melihat CCTV-nya tetapi hanya batas apa yang terjadi di dengan kejadian antara Jose, Fatia dan Andini.


Jose mendapatkan bukti SCTV itu kalau dia tidak sengaja mencium bibir Andini, karena Andini lah yang memajukan wajah dan bibirnya agar bisa bersentuhan dengan bibir Jose.


Jose selalu mengusap bibirnya dengan tisu jika ingat kejadian di lobi itu. dia merasa kesal karena bibirnya yang seharusnya hanya untuk Fatia seorang tetapi sudah ternoda oleh Andini.


Sampai menjelang tengah malam Fatia tetap tidak mau membukakan pintu untuknya, jose terpaksa ikut tidur satu kamar dengan Ardi, sampai hampir menjelang pagi Jose baru bisa terlelap.


Di pagi harinya Ardi sudah terjaga dan Jose masih terlelap dalam tidurnya, karena rapat akan di adakan jam sepuluh pagi Ardi tidak membangunkan Jose.


Ardi menuju kamar Fatia untuk melihat keadaannya, ternyata Fatia berjalan keluar kamar hotel dengan mendorong stroller baby Al.


"Kakak ipar, boleh kah bicara sebentar?".


"Ada apa, kalau masalah bosmu itu, aku tidak mau"


Setelah mengatakan itu Fatia langsung pergi meninggalkan tempat itu, Ardi mengejarnya dan mengirimi Wa.


"Tolong coba lihat wa yang saya kirim sebentar".


"Itu hanya salah faham, bosku itu belum pernah jatuh cinta pada wanita manapun kecuali kakak ipar" keterangan Ardi.


Fatia hanya diam membisu seribu bahasa, langsung pergi meninggalkan Ardi di situ.


Yang jelas hati Fatia masih di selimuti oleh rasa cemburu karena bibir Jose sudah menyentuh wanita seksi yang bernama Andini itu.


Fatia masuk kamar hotel menutup pintu tetapi tidak menguncinya seperti kemarin, sebetulnya Fatia mulai melunak hatinya setelah melihat bukti CCTV itu.


Fatia kemudian berbaring kan baby Al di tempat tidur setelah kenyang minum ASI selama dua puluh menit.


Ardi setelah bertemu dengan Fatia di depan kamar hotelnya tadi, langsung membangunkan Jose agar cepat menemui Fatia agar tidak terjadi kesalahpahaman.


"Bos.... bos bangun sudah siang"


"Sana temuin kakak iparku" perintah Ardi.


Jose langsung terbangun dan melihat-lihat sekitar baru sadar ternyata semalam tidur di kamar Ardi tanpa mandi sore dan berganti baju.


Jose langsung menuju kamar nya berharap tidak di kunci lagi pintu nya.


"Alhamdulillah tidak di kunci" gumam Jose dalam hati.

__ADS_1


Jose masuk kamar pelan pelan ternyata Fatia sedang tidur pulas miring dan memeluk baby Al, Jose langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badannya, dan setelah itu mengambil baju gantinya yang ada di kopernya.


Setelah itu Jose ikut berbaring di samping Fatia pelan pelan dan memeluknya, karena merasa ada yang memeluknya Fatia langsung terbangun.


"Ngapain yahnda disini?' sana urusin aja tu wanita tidak jelas"


"Bun.... yahnda tidak tahu kalau dia sengaja memajukan wajah dan bibirnya agar bersentuhan dengan bibirku" bela Jose.


Jose hanya mengusap tangan dan rambut Fatia dengan lembut.


"Sayang.... bunda yang aku cinta, ayolah jangan cemburu lagi, ini lihat ada bukti CCTV dari pimpinan hotel,"


"Sudah tahu"


Kemudian ada ketokan pintu dari luar kamar yang terdengar keras.


"Tok .....tok....tok.."


"Mas Jose sudah bangun belum?" Yosi memanggil.


Fatia keluar dan membukakan pintu, ternyata Yosi dan ibu Diniya yang datang.


"Mana Jose, nak?" tanya Ibu Diniya.


"Ada di dalam Bu, silahkan masuk"


Ternyata Bu Diniya sudah tahu apa yang terjadi kemarin, dan memerintahkan Fatia untuk ikut rapat pemegang saham.


Baby Al akan di jaga oleh ibu Diniya, akhirnya Fatia mengikuti saran ibu Diniya


Sudah pukul sepuluh pagi waktunya untuk menghadiri rapat pemegang saham itu, Jose turun dari mobil hotel kemudian menggenggam erat tangan Fatia.


Saat Jose datang di rapat pemegang saham itu berlangsung Andini belum hadir, sehingga tidak melihat Jose berjalan dengan bergandengan tangan.


Saat Andini datang tergopoh-gopoh sambil berlari kecil karena terlambat, setalah itu duduk di kursi yang kemarin.


Andini hanya tertunduk malu saat melihat Jose yang sedang menatap matanya dengan sorot mata yang tajam dan marah.


Tetap saja hati Andini tidak perduli dengan tatapan Jose yang tajam, hatinya berbunga-bunga karena pertemuan kemarin di lobi hotel bintang lima itu.


Kemudian Jose berdiri dan memulai pembicaraan awal yaitu memperkenalkan diri di depan semua forum rapat itu.


"Bapak...ibu.. Sebelum di mulai perkenalkan dulu ini istri ku tercinta namanya Fatia" kata Jose sambil memeluk pinggang Fatia.


"Haa istri.... ?" tanya Andini kaget.

__ADS_1


__ADS_2