Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 70 Ibu Kecelakaan


__ADS_3

"Ibu kecelakaan mas.... cepat pulang...hu...hu".


"Dedy...... Dedy... Ibu....ayo kita pulang".


"What happen my Son?"


"Jose ada apa dengan ibu" Syaiful juga bertanya dengan khawatir karena dengan Triana ada di Surabaya.


"Ibu mengalami kecelakaan, ayo kita pulang ke Surabaya".


Dengan cepat Jose menelpon pilot helikopter nya untuk siap siap, sedangkan Syaiful menelpon Danny menanyakan tentang keadaan ibu.


"Bagaimana dengan keadaan Ibunya Jose?".


"Sampai sekarang masih belum sadar, ini ada di ruang ICU, terdapat luka parah pada kepala bagian belakang".


"Bagaimana dengan orang yang menabraknya?".


"Masih belum tertangkap... Langsung melarikan diri setelah tabrakan itu, jangan ceritakan Jose dulu bro..., Pulang aja dulu".


"Ok..... thanks infonyanya kami pulang sekarang".


"Hati hati".


Setelah telepon Danny, Syaiful ganti menghubungi Ardi.


"Ada apa bro?".


"Ada informasi bahwa sudah tiga hari yang lalu Triana ada di Surabaya, coba kau selidiki, kerahkan orang orangmu untuk mencari keberadaan Triana".


"Apakah kau mencurigai tabrakan ibu juga karena Triana?".


"Ya... Filingku seperti itu, nanti sampai Surabaya baru aku konfirmasi kan".


"Gerak cepat, jangan sampai terjadi sesuatu seperti yang ada di Jakarta, kalau sudah ada kabar, sepat telepon aku".


"Ok....siap bro...".


Tanpa menunggu lama lagi, Ardi bergerak dengan cepat menghubungi semua anak buahnya, mencari informasi tentang keberadaan Triana.


Mulai dari tempat nongkrong yang biasa Triana datangi, teman dekat sampai kedua orangtuanya diawasi oleh anak buah Ardi.


Anak buah Ardi menemukan mobil adiknya Triana ada di bengkel, badan depan mobil itu rusak dan kaca depan pecah.


Sedangkan anak buah Ardi mendapatkan kabar bahwa tadi pagi Triana, kedua orang tua dan adiknya pergi ke Bali untuk liburan.


Saat tiba di bandara internasional Juanda, Jose dan Mark di jemput oleh Yosi langsung ke rumah sakit, disana sudah ada Fatia yang sedang menggendong Al yang tertidur pulas dalam dekapannya.


"Sayang bagaimana keadaan ibu?".

__ADS_1


Jose memeluk Fatia dan Al bersamaan dengan erat.


"Sampai sekarang belum, sadar dari komanya yah?".


Jose memukul tembok sekuat kuatnya, menyesali apa yang terjadi, mengeluarkan air matanya tanpa bisa dicegah lagi.


"Maafkan Jose Bu.....maaf".


"Apakah ini juga karena Triana Jose?" Mark bertanya dengan sedikit emosi.


"Dedy...sabar....ini masih dalam penyelidikan polisi" Fatia menjelaskan dengan sabar kepada Mark.


Syaiful tidak pulang ke rumah saat sampai di Surabaya, dia pergi ke kantor polisi tempat dia bekerja, ingin mengetahui kejadian yang telah menimpa ibunya Jose.


Meminta CCTV yang ada di pertigaan jalan saat ibu Diniya mengalami kecelakaan itu, tetapi pihak kepolisian belum memproses sampai ke CCTV.


Pihak kepolisian masih menyelidiki di tempat kejadian perkara, dan menanyai orang orang yang ada di sana saat itu.


Polisi juga masih mengintrogasi sopir online yang membawa ibu Diniya saat itu, sopir mobil online itu menjelaskan bahwa dia dalam posisi berhenti masih menunggu lampu merah saat ada mobil melaju dari arah kirinya mobilnya, dan langsung menabrak mobil online itu di bagian belakang.


Ardi mendapatkan informasi dari anak buahnya bahwa mobil adiknya Triana ada di bengkel langsung menghubungi Syaiful.


Mendapatkan informasi dari Syaiful kepolisian bergerak cepat, meluncur ke tempat bengkel mobil itu dan langsung memberikan garis kuning polisi.


Awalnya pemilik bengkel kaget, tetapi setelah ada surat resmi dari kepolisian pemilik bengkel itu pasrah, dan menutup bengkel itu sampai jelas bahwa bengkel tidak terlihat dengan masalah tabrak lari itu


Menjelang sore ibu Diniya belum juga ada tanda tanda sadar dari komanya, kegelisahan jose semakin besar sedangkan Al rewel karena kurang begitu bebas bermain, kemudian Yosi berinisiatif dan memberikan usul.


"Tapi Yosi, mas bingung mas harus bagaimana?".


"Ayolah mas, disini ada Dedy juga, pulanglah sebentar nanti, gantian malam mas kesini dan Yosi yang pulang".


"Yosi betul my Son, istirahatlah sebentar kasihan Al rewel terus".


Jose, Fatia dan Al pulang untuk mandi dan istirahat sebentar, sedari kemarin Jose kurang tidur dan makan pun tidak teratur.


Mereka pulang di jemput oleh Ardi, dilarang membawa mobil sendiri, takut terjadi apa-apa.


Fatia memandikan Al sesampainya di rumah, makan bubur sereal dan setelah kenyang baru tidur di box ranjangnya dengan anteng.


Sedangkan Jose hanya diam melamun, mau tidurpun mata tidak bisa terpejam, gelisah dan fikirannya selalu di rumah sakit.


"Yah.... Sayang ..ayo mandi dulu, biar badannya fit lagi".


Digandengnya Jose ke kamar mandi, Fatia mengajak masuk di bathtub dan menggosok punggungnya pelan pelan, memberikan pijatan di bahu dan tengkuknya juga.


Setelah rileks bagian leher baru Jose mulai bangun dari bathub itu, sikat gigi sebentar.


"Ini handuknya yah..., Sebentar di siapkan bajunya dulu" kata Fatia lembut.

__ADS_1


Fatia keluar kamar mandi menyiapkan baju gantinya, selesai Jose mandi baru Fatia membersihkan badannya juga dengan cepat, baru mengambilkan makan untuk suaminya itu.


"Tidak lapar Bun, nanti saja makannya?".


"Tidak ada penolakan, harus makan bunda juga lapar, masak tega aku kelaparan, ayolah bunda suapin".


Di sofa panjang jose duduk dan di suapi oleh Fatia dengan dengan telaten, sesekali Fatia juga juga makan agar Jose mau makan sampai habis satu piring untuk berdua.


"Ini minum baru istirahat ok".


"Ya baiklah terima kasih...sayang".


Selesai makan Jose mencari informasi tentang perkembangan pembunuhan Arnold, juga mencari informasi di media sosial tentang keberadaan Triana.


"Yaaah...sini temanin bunda istirahat sebentar" Fatia menepuk sisi tempat tidur yang kosong di sebelahnya.


Jose dan Fatia beristirahat sebentar dengan berpelukan dengan erat, tertidur pulas tidak bisa di pungkiri memang tubuh butuh istirahat sejenak sekedar menurunkan emosi, hampir beberapa bulan ini Jose bekerja keras,


ditambah lagi persoalan dengan Triana yang semakin rumit.


Menjelang senja matahari mulai terbenam mulai dalam peraduannya Al terbangun.


"Yayah..... bunbun...Bunbun...Yayah".


Mendengar suara ocehan putranya Fatia langsung terbangun dan menghampirinya.


"Maaf ya sayang..... main sendiriankah tadi?".


Fatia menggendong Al dan di letakkannya di samping Jose yang masih tertidur pulas, agar dia bangun juga.


"Yayah..... Yayah...". Al memukul Pipi Jose.


"Bangun yah.... sudah mau magrib, ada Miss call dari Yosi sampai tiga kali yah".


Jose seketika terbangun meraih dan mengecek handphonenya, ada banyak pesan masuk dan Miss call dari Yosi, kemudian menggeser dan mencari nama Yosi di sana.


"Kring...... kring......kring......"


"assalamualaikum" Jose mengawali pembicaraan.


"Walaikum salam".


"Ada kabar apa dik, bagaimana ibu?".


"Ibu mas tangannya sudah mulai bergerak gerak tadi".


"Alhamdulillah..... mas sholat dulu ya ... nanti baru kesana".


"Ya mas cepat ya... kami tunggu".

__ADS_1


"Bun.... dirumah aja ya nanti minta di temani Rina, jangan sendirian besok aja beru ke rumah sakit lagi".


sehabis sholat Jose bergegas keluar rumah mengambil mobilnya menuju ke rumah sakit dimana ibunya di rawat.


__ADS_2