Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 57 Bertemu Tetangga


__ADS_3

Hampir menjelang Zuhur mobil Jose baru masuk halaman rumah orang tua kandung Fatia.


Disambut oleh bapak, ibu mbak Mona dan putri kecilnya Aisyah, Jose dan rombongan masuk ke rumah setelah bersalaman mencium punggung tangan kedua orang tua Fatia.


"Istirahat dulu saja setelah sholat Zuhur kita makan siang, sini Mbah uthi gendong Al nya" kata ibu Fatia sambil mengambil cucunya Al.


Ibu Diniya dan Yosi di antar Fatia ke kamarnya setelah itu menyusul Jose yang sudah berada di kamar Fatia untuk berganti baju.


"Capek kah ...yah, sini bunda pijitin sebentar biar hilang capeknya"


Jose berbaring tengkurap di tempat tidur, memang dari pagi menyetir mobil lumayan menguras tenaga.


"Bun boleh kah pijitnya plus plus".


"Jangan mulai ya..... ini masih siang, mesum terus yang di pikirinnya".


Karena gemes setelah selesai di pijit Jose menarik tangan Fatia dan mencium bibirnya dengan penuh gairah.


"Yaaaah.... nanti malam aja katanya capek".


Fatia mendorong Jose, justru Jose malah tersenyum nakal dan memeluk Fatia dengan erat.


"Sudah hilang capeknya Bun, kalau sudah dapat jatah dari bunda, kan obatnya itu".


Kembali Jose mencium Fatia dengan rakusnya sambil mengabsen setiap deretan gigi dan lidah yang ada di dalamnya, tetapi suara azan terdengar keras di telinga mereka.


"Yaaah sudah azan sana sholat dulu bareng bapak".


"Baiklah nanti kita lanjutkan lagi tapi ya".


Jose langsung mengambil sarung, baju Koko dan songkok yang sudah Fatia persiapankan .


Jose keluar rumah Fatia menuju masjid yang berada di depan rumah, banyak jama'ah masjid itu yang datang untuk melaksanakan sholat Zuhur.


"Itu siapa kok ada bule pake songkok dan sholat di sini" kata bapak setengah baya yang tidak mengenali Jose.


"Itu menantu pak Haji, suaminya mbak Fatia, dia memang keturunan dari Amerika" jawab anak muda yang ada disampingnya.


Semua sholat dengan hikmat, setelah selesai para jama'ah masjid itu mengajak ngobrol Jose, semua senang melihatnya, padahal perut Jose sangat lapar, tetapi Jose tidak beranjak dari situ karena masih banyak yang mengajak bicara.

__ADS_1


"Maaf bapak bapak, menantuku ini belum makan dari tadi, mohon pamit dulu ya..., atau ayo ikut kami untuk makan siang" pak Haji akhirnya menggandeng Jose agar bisa terlepas dari para bapak bapak jemaah masjid itu.


"Tidak pak haji terima kasih, kami pulang saja, terima kasih ya mas bule". bapak jemaah itu pamit mohon diri.


Jose tersenyum mendengar orang memanggilnya mas Bule, lucu sekali seperti Yosi gumamnya.


Semua keluarga makan siang bersama dengan lahap di ruang makan, tidak banyak yang mengajak bicara hanya sendok dan garpu saja yang beradu suara.


Selesai makan Jose dan pak haji ngobrol dengan akrab di ruang keluarga, sedangkan Fatia masuk kamar sedang menidurkan Al dan menyusuinya.


Jose sesekali mengusap karena ngantuk saat ngobrol dengan bapak mertuanya itu.


"Kalau ngantuk tidur dulu sana nak, nanti kita lanjutkan lagi ngobrolnya".


"Baik Pak, saya permisi ke kamar dulu".


Jose masuk kamar, ternyata Fatia dan Al sudah tertidur pulas, dan Jose berbaring di belakang Fatia miring memeluk Fatia ikut tertidur pulas sampai menjelang azan asar.


Fatia terbangun mendengar azan dan membangun kan Jose untuk mandi dan sholat asar.


Jose sudah rapi dan berangkat ke masjid, Fatia memandikan Al, sampai selesai baru menitipkan Al kepada mbak Mona sedangkan Fatia mandi dan sholat asar. baru keluar lagi mencari Al.


Banyak tetangga yang datang hanya untuk bersalaman dengan menantu bule pak Haji, Fatia tersenyum melihat tingkah Jose yang tidak nyaman karena karena tetangga yang begitu penasaran pada suaminya itu.


"Yah, jangan kaku begitu, santai aja mereka hanya ingin mengenal menantu pak Haji saja".


"Nanti malam kau harus membayar dobel ya karena membuatku tidak nyaman" Jose berbisik di telinga Fatia.


Fatia hanya mencubit lengan Jose dengan gemas karena selalu menggodanya.


Ibu Diniya bercerita panjang lebar dengan ibunya Fatia di dapur sambil membuat hidangan makan malam.


Sedangkan Yosi ikut mbak Mona ke kebun untuk mengambil sayuran dan buah-buahan yang melimpah.


Yosi sangat kagum dengan kebun yang ada di belakang rumah Fatia, luasnya lumayan juga, para santri pak haji lah menanam semua sayuran dan buah-buahan.


Yosi mengaploud kegiatan itu di YouTube, banyak pengikut yang menanyakan tentang keberadaannya.


Pada malam hari nya Jose menunggu Fatia yang sedang menemui teman SMU nya, sampai jam sembilan malam tamu itu belum juga pulang, Jose menunggu dengan gelisah, Al menangis dengan kencang, ini kesempatan untuk memanggil istrinya. Jose menggendong Al yang sedang menangis.

__ADS_1


"Bun, bunda Al menangis".


"Teman teman maaf ya putraku nangis, aku tinggal dulu ya".


"Baiklah kami pamit sekalian ya... ".


Teman teman Fatia pulang kerumah masing-masing, dan Fatia menggendong Al masuk ke kamar untuk menidurkannya lagi.


Fatia langsung menyusui Al, setalah kenyang Al tertidur pulas kembali, dari tadi Jose ikut tidur miring di belakang Fatia, walaupun Fatia sedang menyusui Al tangan Jose melingkar erat di perut Fatia mengusap perutnya dengan lembut.


"Yah.... coba sabar dulu kenapa ini Al belum pulas tidurnya".


"Dari tadi aku sudah nunggu bunda, lama banget sih ngobrolnya, ini sudah tidak tahan".


Al sudah tertidur, Fatia langsung menghadap ke Jose dan membelakangi Al.


"Kenapa sih tidak sabaran".


Jose langsung mencium bibir Fatia, mengulum nya, bertukar ludah, mengabsen gigi sampai hampir habis nafas mereka.


Jose membuka kancing baju Fatia dan membuang dress Fatia entah kemana, dan membuka bajunya sendiri melemparkan tetapi hampir terkena di tubuh Al.


"Yaah hati hati nanti Al terbangun".


"He....he... he... maaf tidak sengaja, habis bunda gemesin sih".


Kemudian Jose turun sedikit ke leher dan memberikan tanda merah disana untuk beberapa saat, mendaki gunung kembar dan berhenti sejenak di puncaknya, memainkan puncak gunung itu dengan mulutnya.


Pindah lagi ke bawah meraba dan memberikan tanda kepemilikan di setiap inci daerah inti Fatia.


Baru menyatukan kedua miliknya dan bermain naik turun awalnya pelan sedang dan semakin cepat sampai ke klimaks nya.


Joss tersenyum puas dan berguling ke samping setelah pergumulan panas itu.


"Nanti satu ronde lagi lho Bun, Jangan tidur dulu ya.....".


Jose merayu Fatia sambil mengedipkan matanya, Fatia hanya mengangguk tanda setuju, padahal sebetulnya sudah mengantuk, tetapi tidak mau mengecewakan suaminya itu.


Dan Jose mengulangi adegan itu setelah istirahat selama satu jam untuk ngobrol ngalor ngidul.

__ADS_1


Setelah puas mereka tertidur sampai pagi menjelang mengintip dari balik gunung sambil berpelukan.


__ADS_2