
Hari Senin ini Jose dan orang kepercayaan Mark serta orang yang mendukung Jose yang telah membelot dari Marten Jose akan bersaksi saat diadakan rapat pemegang saham.
Rapat di mulai pukul sembilan waktu Manhattan, awal mulanya Marten Jose masih yakin bahwa dia masih bisa mempertahankan apa yang selama ini dia capai.
Marten Jose juga yakin masih banyak pemegang saham yang mendukung dirinya karena selama ini mereka mendapatkan hasil uang lebih darinya.
Tetapi saat Mark datang karena memang sengaja datang terlambat, duduk di kursi yang kosong, saat itulah Jose bangun dari tempat duduknya dan angkat bicara dengan lantang.
"Perkenalkan nama saya Jose Kurniawan putra dari Mark Jose" Jose mengucapkan dengan bahasa Inggris.
Semua para pemegang saham itu langsung bermuka pucat dan pias, terutama Marten Jose, selama beberapa bulan ini Marten mengenal Jose dengan nama Kurnia berasal dari Indonesia yang memiliki kemampuan bisnis di atas rata-rata.
Jose langsung memberikan laporannya tentang temuan temuan yang selama ini di dapat kan nya, beserta bukti CCTV dan laporan keuangan yang sangat berbeda jauh.
Orang yang selama ini memihak Marten Jose tidak banyak, membuat Marten meradang ternyata banyak yang menikamnya dari belakang.
Dengan bukti bukti yang di tunjukkan oleh Jose semua pemegang saham juga meradang karena selama ini telah di tipu oleh Marten.
Mereka meminta maaf kepada Mark dan membersihkan namanya dari segala tuduhan yang selama ini memang tidak pernah di lakukannya.
Awalnya para pemegang saham itu meminta Jose menjabat CEO karena anak dari Mark dan juga berhasil mengungkap skandal korupsi yang melibatkan Marten Jose.
Jose menolak tawaran itu dengan tegas, disamping dia bukan warga Manhattan dan tidak bisa tinggal lama di Manhattan, Jose juga beralasan bahwa semua keluarga menunggu di Indonesia.
Dan kemudian meminta Mark menjadi CEO kembali karena saham Mark lah yang paling besar, juga karena kepiawaian Mark memimpin perusahaan.
Di luar ruang rapat itu sudah siap pihak kepolisian distrik Manhattan yang berjaga jaga jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
Setelah pemegang saham meminta Mark untuk menjabat CEO kembali, berdiri dan melempar semua yang ada di depannya termasuk leptop nya sendiri.
"Aku tidak terima.... mengapa selalu dia yang menang, apa mentang mentang aku anak tiri, sehingga aku selalu di anak tiri kan, arrggg?".
Jose langsung mendekati Marten dan memeluknya dengan erat.
"Uncle..... uncle...."
Marten menangis tersedu-sedu dalam pelukan Jose, rupanya ada rasa iri yang terpendam di dalam hati Marten sehingga dia berbuat seperti itu.
"kita ini keluarga uncle... seharusnya kita musyawarah, bukan malah saling menjatuhkan".
__ADS_1
Marten semakin menangis dalam pelukan Jose, merasa di hargai oleh Jose yang selama ini tidak dia dapatkan dari keluarga yang lain bahkan dari Mark sekalipun.
Mark hanya menatap sendu melihat cara Jose menenangkan adik tirinya itu, selama ini memang Mark tidak terlalu dekat, dan tidak begitu mempercayai kemampuan Marten.
Setelah Marten tenang, rapat di tunda setelah istirahat siang, bertiga kemudian berbicara secara pribadi, awalnya Mark menolaknya karena masih sakit hati apa yang telah dilakukan oleh Marten padanya, tetapi Jose memohon kepada Dedy itu akhirnya mengikutinya juga.
Mereka bertiga berbincang dari hati ke hati, selayaknya keluarga, Jose mendengarkan curhatan Marten yang selama hidupnya selalu di banding bandingkan dengan Mark oleh ayah mereka saat masih hidup, sehingga membuat Marten hidup dalam dendam yang tidak bisa di kendalikan.
Mark juga bersikap persis seperti Dedy nya itu, selalu meremehkan Marten, sehingga membuat Marten tumbuh menjadi pribadi yang labil.
"uncle... maaf untuk sementara waktu kau harus mempertanggung jawabkan semua perbuatan mu"
"Ya.... Jose.... aku akan mempertanggung jawabkan semua yang pernah aku lakukan, tetapi setelah aku selesai, aku ingin tetap menjadi uncle mu yang bisa di andalkan".
"Brother.... please ...I am sorry..... sorry".
Mark dan Marten berpelukan dengan erat sambil meneteskan air matanya.
Rapat anggota pemegang saham di lanjutkan lagi setelah satu jam istirahat, tetapi Jose, Mark dan Marten belum sempat makan siang.
Dalam rapat itu Mark membuat keputusan akan menerima jabatan sebagai CEO tetapi hanya sementara, karena dia ingin menghabiskan sisa hidupnyanya di Indonesia bersama keluarga besarnya.
Semua pemegang saham setuju dengan apa yang di putuskan oleh Mark, dan semua bernafas lega permasalahan dapat diselesaikan dengan baik tanpa adanya perdebatan yang panjang.
kepolisian distrik kemudian menangkap orang orang yang terlibat dalam skandal korupsi itu termasuk juga Marten Jose.
"Boleh kah saya minta satu permintaan sebelum saya ikut ke kantor polisi Jose?"
"Tentu uncle....apa itu?".
"Aku ingin makan siang bersama dengan mu sebagai keluarga".
Jose dan Mark tertawa permintaan Marten yang sederhana tetapi sangat menyentuh hati.
"Baiklah uncle....ayo ikut kami".
Jose kemudian meminta kepada para kepolisian untuk memberikan waktu sampai sore hari agar Marten bertemu dengan keluarga, dan Jose berjanji akan mengantarkan nya sendiri ke kepolisian distrik nanti sore.
Karena mendapatkan jaminan dari Mark, permintaan Jose dikabulkan oleh kepolisian distrik.
__ADS_1
Jose membawa mobil nya bersama Mark dan Marten menuju kerumah yang selama ini Jose tempati bersama Dedy nya.
"Sayang.... aku pulang".
"Yayah.....Yayah....yayah"
Yang menyambut kepulangan mereka adalah Al, dengan berjalan belum begitu kuat Al berjalan menuju yahnda nya sambil tersenyum.
Jose langsung berlari menuju Al dan menggendongnya serta menciuminya.
"Uncle.... he is my Son".
"Jadi sekarang aku sudah menjadi grendpa lagi setelah Emely?".
Ada sosok wanita cantik dari dapur dengan mengenakan Efron warna merah dengan anggunnya mendekati mereka.
"Yaaah.... grandpa sudah pulang?'.
"Sayang perkenalkan ini uncle Marten... adik dari Dedy Mark".
"Halo... uncle....how are you?, I am Fatia"
Fatia mengulurkan tangannya dan mencium punggung tangan Mark tanda hormat kepada yang lebih tua.
Fatia menyiapkan makan siang di meja makan, mereka makan bersama layaknya keluarga seperti yang diinginkan Marten dengan lahap.
Mereka berbincang dengan hangat, sampai menjelang sore, bercerita tentang kehidupan pribadi masing-masing yang selama ini mereka jalani.
"Uncle saya akan berusaha membela dalam sidang nanti agar tidak dihukum dengan berat, atau sebaiknya uncle kembalikan uang perusahaan yang belum sempat di pakai untuk bisa meringankan hukuman".
"Ya Jose...aku akan berusaha mengembalikan semua uang perusahaan" kata Marten pasrah.
"Semoga lancar sesuai harapanmu, my Son" Mark pun berharap yang terbaik untuk semua anggota keluarganya.
Jose pergi ke kepolisian distrik Manhattan untuk mengantar uncle Marten di dampingi oleh Dedy Mark.
Sesampainya di kepolisian distrik, Jose langsung menyerahkannya kepada pihak yang bertugas.
"Sabar.. uncle kami bersamamu".
__ADS_1