
Pagi hari nya Jose mulai melakukan rutinitas yang membuatnya bahagia, membantu Fatia mandi, berganti baju, sarapan dan minum obat.
Bagi Jose kegiatan barunya ini hal yang sangat membuatnya terbang ke langit ke tujuh, hal yang selama ini tidak pernah Jose bayangkan sebelumnya.
Kenyataan bahwa selama ini Jose tidak pernah merasakan bagaimana mengenal sosok seorang wanita, kini dia bisa merasakan getaran cinta yang teramat sangat dalam.
Cinta Jose sangat dalam kepada Fatia, hanya Fatia saja yang bisa membangkitkan gairah Jose, bahkan hanya memandang wajahnya saja Jose sudah sangat bergairah yang bergelora.
Karena terlalu bucinnya seorang Jose menjadi bulan bulanan teman sejati nya.
"Tringgg...... tringgg....tringgg"
Group WA teman sejati berbunyi.
"Gimana Se, sudah belah duren kah?" tulis Ridwan.
"Ayolah..... Se, cerita gimana rasanya?" rayu Syaiful.
Jose yang dari tadi hanya membaca group WA, jadi tersenyum sendiri dengan tulisan teman sejati yang selalu usil itu.
"Hedeh emang paling ya sama aja seperti kita dulu kenapa pada penasaran sih, betulkan bos?" bela Ardi dalam tulisannya.
"Kemana sih, mantan jomblo akut kita kok tidak ada muncul nicccch?" tulis Ridwan lagi.
Tidak tahan juga Jose menahan ingin komentar di group teman sejati itu.
"Ini pada membicarakan soal rasa apa toh kok nggak jelas?" tanya Jose pura-pura tidak tahu.
"Nah ini dia orangnya muncul" sahut Syaiful.
"Belah duren katanya bro" jawab Danny.
"Sembarangan aja ini pada ya...., " tulis Jose lagi.
"Maksudnya apa bro, kok sembarangan?" tanya Syaiful.
Kesal juga lama-lama Jose di ledekin teman temannya, sedangkan dia harus menahan keinginannya dari kemarin.
"Emang ada orang belah duren di rumah sakit, yang ada malahan di patahkan batang leherku" jelas Jose.
Danny yang membaca tulisan Jose tidak bisa menahan tawanya.
"Ha ha ha ada yang tersinggung rupanya, kemarin kan aku cuma bercanda Se" kiriman Danny dalam tulisannya.
"Ha ha ha berarti kamu belum merasakannya ya Se?" ledek Ridwan lagi.
"Bagaimana bisa merasakannya, malah aku di ancam mau di buang ke Antartika sana sama Danny kalau menyakiti kakak ipar katanya"
__ADS_1
jelas Jose dengan kesal.
"Maaf bro, aku bukan bermaksud begitu, ya masak to mau belah duren di rumah sakit" jelas Danny lagi.
"ha ha ha ha sabar bro, jadi beberapa hari ini ngapain aja berdua dengan istrimu itu" tanya Syaiful penasaran.
"Cuma melihat dan memegang aja sih" jujur Jose.
Semua teman teman Jose tidak ada yang tidak penasaran, mereka selalu senang menggoda Jose.
"Ha ha ha kalau tidak tahan gimana Se?" tanya Danny.
"Lari ke kamar mandi, he he" tulis Jose kemudian.
"Makanya Dan, please... ijinkan Fatia pulang, aku sudah tidak tahan nichh" pinta Jose lagi.
"Bagaimana dengan kakak ipar bos?" tanya Ardi.
"Dia selalu minta maaf aja dalam setiap kesempatan karena merasa bersalah" ucap Jose.
Dalam hati Jose seharusnya memang bersabar, karena bisa memiliki gadis pujaannya saja sudah merasa bahagia, apalagi bisa belah duren secepatnya.
"Ya nanti di usahakanlah, tergantung perkembangan lukanya dulu" jelas Danny.
"Sabar sedikit lagi kan tidak masalah to, yang penting kakak ipar sehat" nasehat Ardi bijak.
Mereka sesama pelatih dalam perguruan itu, ada salah satu dari rombongan itu yang dulu naksir Fatia namanya Darma Handono.
Saat mereka masuk ruangan Fatia sedang di suapi makan siang oleh Jose.
"Selamat siang" ucap teman Fatia serempak
"Selamat siang juga" jawab Jose dan Fatia barengan.
"Eee teman teman silahkan masuk, Oya kenalkan dia suamiku namanya mas Jose" kata Fatia.
"Halo... mas, selamat siang" jawab teman teman Fatia.
"Kapan kalian menikah kok kita tidak dengar kabar sih Fat?" tanya salah satu teman Fatia.
"Sekitar dua hari yang lalu" jawab Fatia singkat.
Kemudian mereka ngobrol dengan akrabnya, hanya saja Darma Handoko banyak diamnya, tidak banyak bicara hatinya sakit, orang yang di cintainya menikah dengan orang lain.
Jose hanya melihat mereka ngobrol dari sofa panjang di ruangan itu, Jose juga bisa merasakan bahwa ada yang aneh dengan sikap Darma Handoko.
Darma memandang Fatia dengan rasa cinta, tetapi Fatia biasa biasa saja ketika melihat Darma Handoko.
__ADS_1
Setelah teman teman Fatia pulang barulah Jose bertanya kepada Fatia tentang Darma Handoko.
"Girl... sayang" panggil Jose sambil memegang tangan kiri Fatia.
"Hmmm, ya mas" jawab Fatia singkat.
"Sepertinya ada temanmu yang suka padamu?" selidik Jose.
"Oooo mas kok tahu, namanya Darma Handoko dia mas" jujur Fatia.
"Tatapan matanya itu tidak bisa di bohongi sayang, tapi bagaimana dengan perasaanmu?" hanya Jose lagi.
"Emang kenapa mas, cemburu ya hayo?" goda Fatia sambil mengedipkan matanya.
"Jangan khawatir mas, aku tidak punya perasaan sama sekali kok padanya" jelas Fatia kemudian.
"Syukurlah, rasanya lega hati ini, tapi apakah dia pernah menyatakan cintanya kepadamu girl?" tanya Jose lagi.
Hati Jose merasa lega mendengar penjelasan dari Fatia, hanya di pandang oleh lelaki lain hati Jose sangatlah meradang.
"Pernah sih mas, dua kali malah" jawab Fatia jujur.
"Ha. ..terus terus?" ucap Jose penasaran.
"Dari dulu mas, bukan hanya Darma saja cowok yang ngajak aku pacaran semua aku tolak kok mas" keterangan Fatia kemudian.
"Dari dulu aku tidak ingin pacaran sebelum menikah, aku hanya akan menerima orang yang mengajak ku ta'aruf saja" jelas Fatia lagi.
Hati Jose sangat bahagia mendengar pengakuan Fatia jika dia tidak pernah pacaran dengan cowok manapun, berarti sama sama yang pertama.
"Jadi kita pacaran dulu ya mas?" ajak Fatia.
"Boleh tapi saat di rumah sakit ini saja, tapi setelah pulang kerumah mas tidak mau cuma pacaran aja" protes Jose.
"Kok gitu?" tanya Fatia.
Jose mulai terpengaruh oleh teman sejatinya yang selalu berpikir ngeres dan menjurus ke hal yang di inginkan oleh pasangan suami istri.
"Kalau pacaran bisanya cuma pegang pegang aja, mas maunya merasakan juga yang itu tuhh" jawab Jose sambil mengedipkan matanya.
"Idihhh mas mulai dah mesumnya" jawab Fatia sambil mencubit lengan Jose.
"Sayang....."
Jose langsung memeluk dan mencium bibir Fatia dengan lembut dan lama. keduanya saling menghisap bibir nya mengulum lidah dengan bergantian sampai hampir habis nafasnya, keduanya saling merasakan cinta yang mulai tumbuh di hati mereka.
Walaupun hanya saling memeluk dan mencium bibir Fatia, Jose sudah seperti melayang ke surga dunia.
__ADS_1
Seakan tidak ingin lepas dari pelukan dan kehangatan cinta Fatia, Jose selalu membelai rambutnya dan mengusap tangannya dengan penuh cinta yang tulus.