Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 8 Latar Belakang Jose 3


__ADS_3

Jose pov


Jose remaja mulai bisa menerima kenyataan bahwa dia tidak bisa terpisahkan dari ibu dan adik kecilnya, dia sudah mulai bisa berpelukan dan bercanda dengan adiknya sedikit demi sedikit.


Jose sudah mulai bercanda dengan adik nya dan berbagi cerita tentang sekolah ataupun masalah hobi kedua nya.


Ibu Diniya juga mulai berani memeluk Jose, jika Jose mendapatkan juara kelas ataupun juara dalam ajang lomba cerdas cermat mewakili sekolah nya.


Jose selama duduk di bangku sekolah SMU masih satu sekolah dengan Ardi dan Ridwan, tambah lagi teman baru mereka Danny dan Syaiful yang menjadi teman sepermainan.


Semua teman Jose SMU juga mengalami pubertas dan pacaran, hanya Jose yang masih belum bisa menerima seorang gadis secara personal karena milik Jose junior tidak pernah bangun dari tidurnya, walaupun Jose pernah juga mimpi basah seperti teman-teman nya.


Yang paling banyak pacarnya adalah Ridwan, saat SMU dia lah yang sering berganti ganti pacar seperti berganti baju saja.


Suatu saat Jose kelas 3 SMU ada gadis cantik menyukai nya, tapi tidak pernah di tanggapi nya, semua teman nya mencoba mendekatkan tapi tidak ada satupun yang berhasil menyentuh hati nya.


Gadis cantik yang menyukai Jose hanya mengirim dalam lewat teman-teman akrab nya saja, tetapi tidak pernah berani mendekati nya karena sorot mata yang tajam seolah olah Jose sangat membenci semua wanita.


Se... dapat salam?" kata Syaiful.


"Dari siapa?, aku tidak suka di kasih salam buat kamu sendiri saja" kata Jose kesal.


Ardi, Danny dan Syaiful tertawa lebar, terkadang Jose menjadi bahan ledekan oleh teman teman nya, tetapi Jose menanggapinya dengan santai.


Jose sudah mulai terbiasa dengan ledekan teman teman nya dan menerima dengan ikhlas apa yang terjadi pada dirinya sendiri.


Menginjak bangku kuliah semua teman Jose kuliah di universitas negeri ternama yang sama di kota Surabaya, tapi dengan beda jurusan, Jose dan Ardi mengambil jurusan ekonomi dan bisnis, sedangkan Danny mengambil jurusan kedokteran, serta Ridwan dan Syaiful jurusan sipil.


Di kampus universitas mereka sangat aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, terutama di bidang olahraga dan pendidikan.


Mereka juga ikut organisasi kemahasiswaan dan sering mengadakan event event yang di adakan rutin di kampus.

__ADS_1


Waktu mereka di semester 5 ada teman mahasiswi dan model cantik yang tergila-gila dengan ketampanan Jose dewasa.


"Jose, si seksi Triana naksir kau tuuuh" ucap Danny dengan mengedipkan matanya.


"Ayolah Jose cobalah untuk memulai tertarik dengan lawan jenis" rayu Ridwan dengan menirukan pria gemulai dan menggerakkan tangan nya.


"Idih, najis lihat tingkah mu Rid, lagian siapa yang mau dengan model seperti Triana cantik tapi mau melakukan apa saja demi ketenarannya" kata Jose datar.


"Oooooo ternyata sahabat kita ini sudah ada kemajuan ya, bisa mengetahui latar belakang model itu" ucap Syaiful dengan duduk melipat kedua tangannya di dada.


Ternyata Ardi sangat pandai juga di bidang telekomunikasi, selalu menyelidiki dulu siapa yang ingin mendekati Jose.


Itu informasi sebetulnya di dapat Ardi dari penyelidikan nya bagaimana sepak terjang Triana di dunia model.


Triana adalah gadis yang keras kepala yang harus mendapatkan apa yang dia mau walaupun harus dengan menyerahkan tubuhnya.


Triana sangat menyukai tantangan, jika ada yang menolak cintanya, dia akan berusaha mengejarnya sampai mendapatkan cinta orang yang di sukai nya.


Jose dan teman teman nya ikut menjadi anggota panitia acara eniversery kampus nya dan mengadakan berbagai lomba Sebelum nya di kampus.


Sedang di malam puncaknya di hotel itu akan di serahkan hadiah yang akan di terima oleh mahasiswa yang memenangkan nya.


Di aula hotel Triana memanggil asisten nya untuk melancarkan aksinya untuk menjebak Jose.


Asisten itu membaur dengan mahasiswa, sehingga tidak ada yang mencurigai nya.


"Tolong obat ini masuk kan ke minuman Jose ya" titah Triana kepada asisten nya.


"Baik non" jawab sang asisten.


"Jagan sampai gagal ya, kalau bisa waktu agak larut aja biar tidak terlalu mencolok" titah Triana lagi.

__ADS_1


"Siap laksanakan" jawab sang asisten sambil memberikan hormat.


Saat waktu acara hampir selesai asisten Triana baru mendapatkan kesempatan untuk memasukkan obat itu, dengan tangan gemetarnya sang asisten memasukkan obat nya, hanya sedikit yang masuk di botol mineral Jose dan sebagian lagi tumpah.


"Se..... kita kemana setelah ini, mau pulang atau tinggal di sini saja" tanya Danny.


"Di sini saja, sudah agak larut jika kita pulang" jawab Jose sambil meminum botol air mineral kemasan yang ada di sampingnya.


Jose minta ijin kepada teman teman nya untuk ke toilet sebentar.


Setelah meminum air mineral itu keringat dingin keluar dari tubuh Jose ditarik paksa oleh sang asisten di koridor hotel yang agak sepi ke dalam kamar hotel, dan ditutup dari luar.


"Selamat bersenang-senang bos ku" gumam sang asisten.


"Hai..... siapa kamu?, aku mau kamu bawa kemana?" tanya Jose heran.


Jose masih agak bingung, mengapa ada di dalam kamar berdua dengan Triana, Jose hanya memandangi Triana yang sedang berdiri tersenyum tanpa sehelai benang pun tanpa rasa malu.


Di dalam kamar hotel itu Triana sudah berdiri di samping tempat tidur big size polos tanpa sehelai benang pun di badannya, tapi apa yang terjadi karena obat itu hanya sedikit yang masuk dalam botol air mineral, tidak membuat libido Jose terbangun, dia hanya berdiri dingin di depan pintu tanpa ada reaksi, dan pergi meninggalkan hotel.


"Sayang..... kesini lah.... mendekat lah dengan ku, akan aku berikan surga dunia untuk mu".


Tangan Triana terbuka lebar untuk menyambut kedatangan Jose dalam pelukan Triana.


Jose hanya berdiri mematung, tanpa ada ekspresi apa pun di muka Jose, Jose berbalik badan dan keluar dari kamar tanpa mengeluarkan kata-kata sepatah pun kata pun


Mata Triana terbuka lebar karena sikap Jose yang dingin dan seperti tidak mempunyai nafsu sama sekali, Triana memanggil Jose berkali kali agar mendekat dengan suara yang lembut dan merayu.


Tetapi usaha Triana hanya sia-sia belaka, tidak membuat Jose tertarik sedikit pun, hati Jose tetap membeku, bahkan libido nya pun tidak terbangun sama sekali melihat tubuh Triana yang mulus tanpa benang sehelai pun yang melekat di tubuhnya.


"Ada apa dengan Jose ya, seperti tidak pernah tertarik dengan wanita, apakah dia seorang yang memiliki kelainan seksual, atau dia hanya suka sesama jenis kali ya" gumam Triana. heran.

__ADS_1


__ADS_2