
Fatia melilitkan handuk dengan satu tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya di pasang gips yang di lingkarkan dari tangan ke lingkar leher, baru meminta Jose masuk.
"Mas.... mas" panggil Fatia
"Ya girl, ada apa?" tanya Jose
Seketika Jose menatap tajam Fatia yang hanya mengenakan handuk menutupi dada dan sampai lutut sambil duduk di atas closed.
Jose menatap nya dengan mulut yang sedikit terbuka dan mata berbinar serta hati yang berdegup kencang.
"Mas.... kok malah bengong..... katanya mau bantu?" pinta Fatia.
"Eeee i....iya maaf, pemandangan nya terlalu indah sih" goda Jose.
"Yang mana dulu yang mau di pakai" tanya Jose.
Jose melihat ada baju dress, bra dan ****** ***** yang di gantung di belakang pintu.
"Yang itu duluan mas" jawab Fatia singkat sambil menunjuk bra nya.
"Bra dulu ya, gimana pasangnya, kan ada handuk nya?"
"Jangan membuat malu naah mas ihh" ucap Fatia sambil memukul lengan Jose dengan tangan kirinya.
"Di lingkarkan ke badan gini mas, lalu dikaitkan" Fatia mengajari Joss.
Jose mengikuti Fatia, melingkarkan bra nya di badan Fatia dengan perlahan.
"Mengapa kaitannya ada di belakang, jadi tidak bisa lihat yang bagian depan dong ....mas nich?" Jose protes.
"Eeee malah mulai lagi, sudah belum?" Fatia minta cepat.
"Sebentar sayang, ini kecil betul susah masukkan kaitannya" jawab Jose sambil membungkukkan badannya agar terlihat kaitan kecil itu.
Seketika Jose mencium wangi tubuh Fatia yang baru selesai mandi, membuat Jose seperti dapat energi baru harum sekali tubuhnya.
"Akhirnya bisa juga, terus gimana lagi?" tanya Jose penasaran.
"Tolong naikkan tali kecil ke atas pundak ya mas yang tangan kanan aja, tapi pelan pelan, awas terkena gips nya" pinta Fatia.
Jose menarik tali bra dengan pelan pelan dari bawah ke atas melewati gips yang melingkar di tangan kanannya
Jose menyenggol lengan Fatia tanpa senjata membuat tangannya terasa nyeri.
__ADS_1
"AW... AW... jangan ditarik mas sakit" Fatia meringis menahan sakit di tangan nya.
"Maaf maaf... habis bikin mabuk sih sampai lupa kalau tangannya patah" jawab Jose sambil cengengesan.
"Sudah berarti sekarang tarik talinya keatas yang tangan kiri ya" lanjut Jose lagi.
"Kalau yang kiri aku bisa sendiri mas, tidak usah, tidak sakit kok tangannya" protes Fatia.
Fatia ingin menarik tali bra itu sendiri tetapi di cegah oleh Jose.
"Idih jangan merusak kesenangan, diam aja biar mas yang melakukannya" ucap Jose.
"Sudah nich, tapi kenapa handuknya di dalam bra" tanya Jose heran.
karena saat Fatia memakai bra handuk tidak dilepasnya dari tubuhnya langsung bra di lingkarkan begitu saja sehingga membuat Jose sangat heran.
"Makanya mas kalau sudah selesai tarik sedikit ke bawah handuknya" titah Fatia kemudian.
"Ok ....mas tarik ya pelan pelan, sudah ya" kata Jose tapi sambil menatap dua gunung kembar yang sudah tertutup bra nya.
"Yaaa tidak bisa melihat semuanya deh" protes Jose
"Tu.... kan protes lagi, sudah di bilang bertahap, lihat nya sedikit dulu aja" kata Fatia sambil menutup dadanya dengan handuk lagi.
"Sekarang yang bawah mas, cepat sedikit ya sudah dingin nich dari tadi mas lama banget" pinta Fatia.
"Mas naik kan yaaaa, coba berdiri dulu, tangannya melingkar di leher sini biar tidak jatuh" kata Jose sambil menarik tangan kiri Fatia dan meletakkan di leher jose.
"Sebentar mas, stop jangan sampai atas dulu" pinta Fatia.
Seketika Jose menghentikan tangannya dan memandangi wajah Fatia dengan sendu.
"Apa lagi sayang, minta di pegang" Jose menggoda lagi padahal otaknya aja yang ngeres pengen pegang gunung kembar Fatia yang terlihat tertutup itu.
"Aku mau pakai pembalut dulu, maaf ya mas" ucap Fatia merasa bersalah.
"Jangan minta maaf, gimana caranya?" tanya Jose lagi.
Fatia mengambil satu bungkus pembalut yang di letakkan di samping closed tadi sebelum mandi dan menyerahkannya kepada Jose.
"Buka dulu pembungkusnya, terus buka perekatnya lalu di tempel pada bagian tengah celananya mas" jelas Fatia.
"Ok dibuka, ditarik dan di tempelkan, naah sudah" ucap Jose seperti iklan saja.
__ADS_1
"Naikkan sekarang" minta Fatia kemudian.
"Sekarang tinggal memakai baju nya" minta Jose.
Jose kemudian memakaikan bajunya, dari memasukkan dari tangan yang menggunakan gips pelan pelan kemudian tangan kiri.
"Terakhir tinggal mengancingkan bajunya ya" ucap Jose.
"Tapi tunggu dulu, sebentar lagi" Jose mulai modus.
Kemudian Jose memiringkan kepalanya mengamati tubuh Fatia dari atas sampai bawah dengan mata yang berbinar.
"Apa lagi mas ..... kan sudah selesai" protes Fatia lagi.
"Dicium dulu lah, sayang kalau di lewatkan, disini,..... disini dan disini" ucap Jose sambil mencium gunung kembarnya tapi diatas bra dan leher bagian samping.
"Sudah sekarang di kancing bajunya, ayo mas gendong lagi ke tempat tidur" kata Jose.
Jose membaringkan tubuh Fatia di tempat tidur ruang rawat inap, lalu Jose ke kamar mandi untuk membersihkan diri sendiri.
"Ternyata seperti ini rasanya menahan rasa, sampai kapan ini menahan pelepasan nya, aaaah ...... sabar Jose sabar" gumam Jose sendiri di kamar mandi.
Hampir satu jam Jose mandi dan mendinginkan tubuh nya yang bergejolak setelah membantu Fatia memakai baju.
Setelah selesai mandi Jose hanya melilitkan handuk dari pinggang ke bawah dan rambutnya yang basah berjalan mendekati Fatia.
Fatia langsung menutup matanya dengan satu tangan saja, tetap seja masih bisa melihat bentuk tubuh Jose yang kekar dan ada tumbuh rambut tipis di dada bidangnya.
"Mas kok belum pakai baju, pakai bajunya di kamar mandi aja, malu tau" Fatia protes.
"Tidak apa-apa, inikan punyamu, masak tidak mau lihat sih" usil Jose yang melihat muka Fatia yang merah merona karena malu.
Tanpa malu Jose memakai bajunya di depan Fatia sambil melihat wajah Fatia yang memerah menahan malu.
"Kenapa harus malu sayang, mas sengaja kok biar kamu tergoda, masak dari tadi mas aja yang tergoda"Jose berhasil mengganggu Fatia.
"Mas ini kenapa sih, jangan macam-macam ini masih di rumah sakit" jawab Fatia.
"Iya aku tahu..... sayang, tapi kalau cuma memegang tidak ada yang melarang kan?".
Jose mulai mencium bibir Fatia dengan lembut sambil sesekali bergerilya tangannya masuk di dalam baju dress nya.
"Terima kasih telah membuat hatiku bisa merasakan indahnya Jatuh cinta".
__ADS_1
Jose melingkarkan tangannya di pinggang Fatia dan sesekali mencium tengkuk dan leher Fatia dengan mesra.
Fatia hanya tersenyum mendengar ucapan cinta Jose, dan selalu saja membuat hati Fatia berdebar karenanya.