
Kurang dua hari H pada malam harinya di kediaman keluarga Fatia mengadakan membacakan Al berjanji atau Diba'an yang merupakan prosesi sebelum di adakannya akad nikah.
Al Berjanji merupakan pujian dan sholawat yang di tujukan kepada nabi besar Muhammad Saw, acaranya di lakukan setelah sholat isya.
Al Berjanji di disenandungkan oleh para gadis remaja, yang membaca pertama kali biasanya mempelai wanita.
Jose sangat antusias mendengarkan cerita Fatia, bahwa dia akan membaca Al Berjanji yang pertama pada acara nanti.
Jose langsung mempersiapkan videonya, Jose seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru, semua acara dia Ambil gambar atau di shootingnya.
Di malam harinya acara berjalan dengan lancar, setelah selesainya pembacaan Al Berjanji, para gadis menikmati hidangan makan malamnya.
Jose bergabung dengan para tamu laki-laki yang sedang menikmati hidangan yang sudah di sediakan, ada juga pak lurah disana.
"Selamat malam pak lurah" ucap Jose sambil mengulurkan tangannya dan duduk di sebelah nya.
"Oooo mas manten, selamat malam" jawab pak lurah.
"Kapan datangnya, kok tidak bareng sama walikota Ridwan?" tanya pak lurah basa basi.
"Mungkin dia hari H baru datang pak, ada acara juga di keluarga istrinya katanya" jelas Jose.
"Bagaimana merepotkankah mengikuti prosesi pernikahan di desa?" tanya pak lurah.
"Tidak kok pak saya malah suka, kegotong-royongannya sangat terasa disini apalagi para pemuda pemudinya" jelas Jose antusias.
"Apakah pak lurah juga akan mengadakan acara pernikahan untuk anak Anda?" tanya Jose.
"Tidak jadi mas" jawab pak lurah singkat.
"Kenapa tidak jadi?" tanya Jose penasaran.
"Kan pengantin perempuannya sudah menikah dengan mu mas" protes pak lurah.
"Kok saya tidak faham maksudnya pak?"
Jose menanyakan lagi.
"Gini Lo mas manten, sebulan yang lalu Anakku Ahmad minta ijin melamar Fatia, bapak sendiri yang kesini melamarnya, tetapi umur Ahmad itu lebih muda dua tahun dari Fatia, makanya dia menolaknya malah menikah denganmu" jelas pak lurah panjang dan lebar.
"Pantas saja kemarin melihat pandangan mata ketua karang taruna itu seperti itu, anaknya pak lurah to" gumam Jose lirih.
Setelah berpamitan dengan pak lurah Jose mencari Fatia di dapur, ternyata dia lagi bercanda dengan gadis dan tetangga nya yang sedang memasak.
__ADS_1
"Sayang....... girl, come here please" panggil Jose.
"Cie...... cie... sayang sayangan lagi..." celoteh gadis yang berbaju putih.
"Romantisnya" ucap ibu yang sedang memotong sayuran.
Fatia hanya tersenyum manis di godain oleh teman-teman dan tetangganya, kemudian menarik tangan Jose menuju kamar.
"Ada apa mas, kok cemberut gitu?" tanya Fatia sambil melihat Jose yang cemberut.
"Sudah berapa lama ketua karang taruna itu naksir sama kamu?" selidik Jose.
"OOO itu, mas cemburu lagi, waah aku malah senang lihat mas seperti ini" ucap Fatia sambil memegang kedua pipinya.
"Bagiku mas, Ahmad itu masih kecil umurnya aja lebih muda dua tahun, lagian aku tidak suka sama dia" jelas Fatia.
"Mengapa dimana mana mas kok banyak saingan ya?" protes Jose lagi.
"Sudah lah mas yang penting hatikukan hanya untuk...... " rayu Fatia.
Tidak melanjutkan ucapannya Fatia sudah di bungkam dengan ciuman Jose, hatinya sudah mereda lagi dari rasa cemburunya.
Saat mereka sedang berciuman dengan mesra dan Jose mulai berpindah ke leher dan tengkuk untuk menciuminya, ada ketukan di pintu nya.
"Nak..... teman temanmu pada mau pamit pulang, keluarlah sebentar, ajak suamimu ya?" ucap ibunya Fatia.
"Menganggu saja sih" gerutu Jose.
"Iya Bu sebentar" ucap Fatia gugup.
"Mas sih.... malu tahu kalau ketahuan ibu" protes Fatia lagi.
Fatia dan Jose keluar kamar tetapi sebelum nya merapikan pakaiannya yang sudah agak berantakan karena Jose tadi.
Para gadis yang berpamitan dengan Fatia selalu mengganggunya, ada yang bilang ganteng, keren dan ada juga bilang agak tua.
Fatia hanya tersenyum manis, tidak memasukkan perkataan mereka dalam hati, biarkan saja semua mengalir sesuai
skenario Allah SWT.
Malam harinya Fatia harus istirahat dengan baik, karena besok adalah prosesi intinya. akad nikah dan resepsi nya.
Tetapi bukan Jose namanya kalau tidak menggangu Fatia setiap malam, merayu, membelai, dan mencium bibir Fatia lagi dan lagi.
__ADS_1
"Ayolah mas istirahat dulu, jangan mulai modus lagi, besok ada prosesi inti pernikahan kita" ajak Fatia.
"Hhhmmm sebentar lagi sayang.... lagi nanggung ini, ayo kita lanjutkan yang tadi belum selesai" jawab Jose sambil mulai bergerilya di tubuh Fatia.
Jose mengulangi lagi dan lagi mengulum mencium dan memberikan tanda merah di seluruh tubuh Fatia, bagai candu buat Jose jika berdekatan dengan Fatia.
Pagi harinya setelah Fatia mandi dan sholat subuh ada menata rias datang, Fatia di rias dikamar Jose di minta untuk keluar kamar dan di tinggal di rumah mbak Mona yang letaknya di sebelah rumah orangtuanya.
Seragam untuk para pemuda pemudi karang taruna sudah datang kemarin dan di bagikan kepada semua anggotanya.
Seluruh anggota keluarga Jose sudah tiba di Ngawi jam tujuh pagi, teman sejati dan istri serta anak-anaknya juga sudah berkumpul untuk menghadiri prosesi akad nikah.
Tepat pukul sembilan pagi, pak penghulu sudah tiba, Fatia duduk di samping Jose berhadapan dengan pak penghulu dan ayah kandung Fatia.
Om Rio ayah kandung Ardi sebagai saksi dari pihak mempelai pria, sedang kakak laki-laki Fatia sebagai saksi dari pihak pengantin perempuan.
Akad nikah berlangsung dengan hikmat dan sekali ucap Jose berhasil dan seluruh para hadirin menyatakan " Syah ".
Dengan mahar seperangkat alat sholat, perhiasan seberat 50 gram dan uang sebesar satu milyar.
Semua yang mendengar uang mahar itu terheran heran terutama pada tamu dari pihak pengantin perempuan, banyak yang berbisik bisik.
Siapa sebenarnya suaminya Fatia itu mengapa sebenar itu maharnya. biasanya hanya seperangkat alat sholat dan uang tetapi baru kali ini melihat mahar sebesar itu.
Bagi Jose Fatia adalah segalanya, gadis yang mampu membuatnya sembuh dari penyakitnya, dari traumanya dan yang mampu membuatnya terbang ke langit ke tujuh.
Hanya seorang Fatia lah yang bisa membangkitkan gairah Jose lagi dan lagi, walaupun hanya memandangi saja gairah Jose sangat menggelora.
Jose berfikir mahar itu hanya sedikit dibandingkan dengan kebahagiaan yang di dapatkan oleh Jose dari Fatia.
Kebahagiaan itu memang terpampang nyata di hadapannya, disinilah Jose sekarang, duduk di pelaminan bersanding berdua dengan Fatia menjadi raja dan ratu sehari.
Banyak tamu yang datang memberikan ucapan selamat kepada pasangan pengantin itu acaranya berlangsung dari pagi sampai malam.
Sangat meriah dan terasa kekeluargaan disana, saling membantu dan mendukung dari semua keluarga dan tetangga.
_________________________
guys mohon dukungan like, vote dan komentar nya ya....
trims banyak sudah membaca novel ku
I love you
__ADS_1