
"Darimana kamu?!" tanya Agam saat melihat Vito baru kembali setelah beberapa hari menghilang.
"Bengkel!"
"Heh!jangan kira aku tidak tahu apa yang kamu lakukan di luar.jauhi perempuan itu.apa tidak ada perempuan lain selain Dia!dia itu janda dia lebih tua dari mu.banyak gadis di luaran sana yang lebih dari dia.apa perlu Ayah mencarikan gadis untuk mu!"
Mendengar hal itu Vito dapat menyimpulkan bahwa selama ini Agam Masi mengawasi pergerakan nya.dia kesal sendiri ia sangka sejak perkelahian itu Agam berhenti menaruh penguntit di sekitarnya.
"Dia lebih dari segalanya.aku tidak akan menganti dia dengan gadis manapun.berhenti menaruh penguntit untuk mengikuti!" ucapnya dingin.
"Wah!wah!wah!semenjak kau kenal wanita murahan itu kau berani melawan ayahmu.jangan salahkan ayah kalau membuat wanita itu terluka!" ancamnya membuat Vito langsung mendekat kearah nya.
"Apa mau ayah?bisa biarkan aku hidup dengan normal.selama ini aku telah banyak menuruti perintah ayah,untuk yang satu ini biarkan aku hidup sesuai keinginan ku."
Emosi sudah mengalir begitu saja di raganya,kebiasaan untuk menurut kini berubah memiliki keberanian untuk melawan titah sang ayah.
"Apa kau sadar telah banyak durhaka padaku?aku perhatikan itu terjadi saat kau mulai mengenal wanita itu.setelah kenal kau bersikeras membangun bengkel dan terang-terangan tidak ikut campur dengan dunia gelap.Kau sadar wanita itu racun!tanpa sadar kau kehilangan jati dirimu!" pungkas Agam membuat Vito tersenyum sinis.
"Kehilangan jati diri yang buruk dan bergelimang dosa aku tidak akan merasa rugi sama sekali.justru yang rugi ayah karena hidup hanya penuh dendam dan menghilangkan nyawa orang lain.selama ayah melakukan itu apa yang ayah dapatkan?tidak ada bukan.malah menambah musuh dan memperbesar masalah yang berujung hidup gelisah dan ketakutan akan balasan musuh!" cerocos Vito membuat Agam seketika marah.
Plak!dadanya telah naik turun mengendalikan emosi.jika tidak mengingat pria di hadapannya adalah satu-satunya penerus mungkin ia telah membawanya ke ruang eksekusi.
__ADS_1
"Jaga mulutmu!pria yang kau sebut barusan adalah ayahmu.kenapa kau sejahat itu pada orang yang telah menyelamatkan mu dan membesarkan mu dengan penuh kasi.ini balasan mu pada ku!"
Vito memilih diam.hatinya merasa gamang antara menyesal atau kagum.baru kali ini dia dapat berucap yang langsung menyinggung Sang ayah,padahal biasanya dia akan berpikir dahulu agar perkataan nya tidak menyakiti Agam.diam-diam dia membernarkan ucapan Agam bahwa intan telah merubahnya.
"Satu hal yang harus kau sadari tuan Agam Mahesa.sedari awal aku tidak minta kau membawa ku ke rumah ini dan aku tidak mengemis untuk menjadi anak angkatmu.itu semua inisiatif darimu dengan tujuan jika aku besar aku bisa menjadi sosok yang kuat yang bisa membantai musuh mu."
"Aku tahu kamu tidak tulus mengasuh ku.aku ini hanya kau jadikan alat untuk membantumu di dunia gelap.maka dari itu kamu bersikeras mendidik ku terutama di dunia militer dan memahami taktik perang.semua itu agar aku mejadi kuat dan bisa kau andalkan untuk membalas dendam,aku benar bukan?" tambah vito.sungguh saat ini dadanya sesak karena membendung kesedihan.
"Kau berani berpikir buruk tentang apa yang ku lakukan selama ini untuk mu.aku ini banyak musuh,jika aku membiarkan kau lemah maka kau akan terbunuh dengan mudah.aku melakukan itu karena aku menyayangimu,lihat Miko dan Tito di bantai habis oleh mereka.kau Masi mengingat bagaimana aku bersujud di depan orang itu agar tidak membunuh kita!"
"*Aku mohon tuan jangan bunuh aku.aku tidak ada hubungannya dengan mereka!aku kemari hanya ingin menjemput anak ku."
"Kau keluarga mahesa.aku tidak melakukan ini jika keluarga mu tidak memulai membantai keluarga nenek ku!"
Bayangan pembantai beberapa tahun silam terputar begitu saja di benak vito.dia Masi mengingat bagaimana Abang sepupu nya Miko meninggal secara tragis.jangankan membantu membawa jasadnya saja ia tidak bisa.
"Apa kau sudah mengingatnya?sejak hari itu ayah membuat mental mu kuat.agar kau tidak bernasib sama dengan miko."
"Awalnya kau tidak mau tapi tetap ayah paksa.kau bilang semua sudah berlaku dan tidak mungkin terulang.lalu empat tahun lalu kita kembali mendengar berita Tito menghilang beserta keluarganya.kenyataan pahit kembali kita terima mereka kembali dibunuh!sekarang hanya ada kita.untuk itu marilah bekerja sama untuk saling melindungi satu sama lain." tambahnya sembari melihat wajah Vito yang tampak berfikir.
"Akan aku pikirkan!" ucapnya berlalu meninggalkan Agam.
__ADS_1
"Hiduplah sendiri jangan berpikir membawa wanita di sisimu.hidup kita terlalu kejam dan berbahaya.membawa wanita ke dalam kehidupan kita itu sama saja membuat dia dalam bahaya.kau boleh mencintai nya tapi jangan berpikir untuk memilikinya!"
Vito menghentikan sejenak langkahnya saat di rasa Agam tidak lagi berucap barulah ia melanjutkan langkah nya.
"*Kulihat kau sangat taat.apa yang kau dapat saat sholat,puasa atau mengerjakan ibadah.menurutku itu hanya sia-sia,nyatanya pencipta itu semakin membuat kita menderita."
"Ternyata kau berburuk sangka pada ketetapan nya.aku melakukan ibadah agar hatiku tenang.kedamaian hati tidak dapat kita beli dengan harta yang kita miliki.kedamaian hati hanya dapat kita rasakan saat kita merasakan manisnya iman."
"Aku tidak percaya adanya kedamaian.mungkin hidup di sekitar ku penuh permusuhan!"
"Kau kenal dengan Umar bin Khattab,sahabat Rasulullah.Dia dulu terkenal kejam di masanya.dia suka membunuh.tapi setelah dia masuk Islam ia manusia yang memiliki pahala bagai bintang bertaburan di langit dan dia juga di kuburkan di samping rasulullah.nyatanya hubungan kita dengan Allah Masi dapat di perbaiki jika kita mau melakukan nya."
"Jika kita pernah melakukan kesalahan yang besar apa Masi bisa memperbaiki hubungan dengan nya?"
"Kesalahan sebesar apapun akan tetap di ampuni olehnya bahkan jika dosa mu seperti buih di lautan Dia akan mengampuni nya."
"Bagaimana jika orang itu pernah membunuh,melecehkan,korupsi,menjual orang.apa Masi di terima?"
"Kau tahu Umar bin Khattab pernah mengubur anak perempuan nya hidup-hidup.saat hendak melakukan nya anak itu membersihkan wajahnya dari kotoran.padahal dia membuat lubang untuk menguburnya.saat anak itu di kuburnya anak itu berteriak histeris memangil dia* ****ayah****.itu masa lalu dia yang dapat menjadi pelajaran untuk kita."
Percakapan intan waktu menemani dia di alun-alun kota terbayang di benak vito.sejak mengenal intan banyak hal yang berhasil ia rubah.terutama trauma yang menganggu tidurnya tanpa sadar menghilang begitu saja.
__ADS_1
"Kita tidak dilarang untuk memperkuat fisik atau mempelajari ilmu beladiri atau militer.kekuatan dalam dirimu gunakan untuk melindungi diri dan tidak berbuat maksiat."
"Benar kata intan.tidak harus menyakiti orang lain cukup di gunakan untuk melindungi nyawa.jika aku kembali ke dunia gelap itu bukan solusi yang baik,justru menambah musuh dan mempersulit diri untuk keluar dari dunia gelap."