
Semua sangat kaget saat raya memperlihatkan dokumen penting di tangannya,terlebih isi pernyataan dokumen itu menyatakan bahwa seluruh kekayaan baja telah beralih atas nama nya dan tidak lupa di bawah dokumen tersebut terdapat cap ibu jari milik engkong baja.
"Bagaimana?apa kamu Masi punya keberanian menertawakan aku?" angkuh raya memandang remeh baja beserta satria.
Satria melirik baja,dia berharap baja melakukan sesuatu.tapi sepertinya baja hanya berdiam diri dengan wajah yang masi tenang.
"Karena semua telah jelas,aku meminta kalian angkat kaki dari rumah ku.aku sedang tidak ingin menerima tamu malam ini,apalagi tamunya bentuk nya seperti kalian!" usir nya semakin angkuh.
Kaget.itulah yang satria rasakan karena baja memutar arah kearah pintu tanpa melakukan perlawanan sama sekali,satria semakin bingung melihat tingkah tuannya yang masi bisa tenang di saat keadaan genting seperti ini.
Apa karena kehilangan nona Ani membuat juragan patah semangat untuk merebut kembali harta yang ia miliki.
"Rasanya bibir ku tidak tahan untuk berdiam diri,aku semakin bingung dan tak mengerti jalan pikir juragan.ingin bertanya,tapi nanti di kira lancang.tapi,jika berdiam diri jiwa penasaran ku semakin memberontak."
Satria dan Burhan hanya bisa saling lirik melirik,mereka terus mengikuti langkah baja dari belakang.entah kemana tujuan baja,yang jelas mereka tetap mengikuti tuannya meski pun sekarang tuannya tidak memiliki kekayaan sama sekali.
"Kalian istirahat lah,aku tidak makan malam," ucap baja lalu masuk kedalam kamar kontrakan itu.
Ya.mereka saat ini berada di sebuah kontrakan yang hanya memiliki satu kamar tidur dan ruang tamu.tidak pernah terpikir oleh mereka jika juragan yang mereka sanjung akan menginap di tempat sederhana seperti ini.
"Apa kamu tidak merasa heran dengan,juragan?" tanya satria pada Burhan yang sedang minum kopi itu.
"Heran kenapa?" tanya balik Burhan.
"Tuan tidak melawan sama sekali tadi,apa dia pasrah saja saat warisan tuan besar di ambil wanita ular itu?" ucap satria bingung.
"Mungkin juragan punya rencana tersendiri,belum saatnya dia memberi tahu kita tentang rencana yang ia miliki.jika,sudah waktunya mungkin dia akan menjelaskan pada kita," bijak pak Burhan.
"Mudahan saja apa yang kau ucapkan benar.rasanya aku tidak rela jika wanita picik itu di biarkan saja apalagi kini dia berani mengambil kekayaan juragan," geram satria.
__ADS_1
"Sudahlah jangan di pikirkan.lebih baik kita sekarang beristirahat,siapa tahu besok kita menjalani hari yang berat?" ucap pak Burhan mulai merebahkan diri.
Keduanya baru saja memejamkan mata,namun suara orang berbincang di luar mengganggu mereka sehingga mereka terbangun dari tidurnya.
"Siapa di luar?" tanya pak Burhan pada satria yang baru mengucek mata.
"Sepertinya suara juragan,ayo kita lihat."
Saat keduanya telah keluar mereka melihat dari kejauhan baja telah berlari bersama beberapa orang.Karena mengira tuannya dalam bahaya, keduanya segera mengejar baja.
"Ada apa lagi ini?" tanya satria saat berhasil mengikuti baja di hamparan sawah yang terbakar beberapa waktu lalu.
"Kami menemukan jasad wanita di hamparan sawah yang terbakar,jadi kami memberitahu pada juragan," balasnya.
"Apa jangan-jangan itu jasad nona Ani?" tebak pak Burhan dengan gemuruh di dadanya.
Tanpa memperdulikan ucapan pak Burhan,satria segera menerobos dari kumpulan penjaga untuk melihat lebih dekat apa yang terjadi.
Tubuh satria ambruk di tanah,kini dia merasa turut sedih dengan yang menimpa tuannya,dia merasa gagal menjaga amat dari tuan besarnya yang berpesan agar melindungi Ani.
Semuanya menunduk mereka ikut sedih dengan apa yang tuan mereka rasakan,mereka juga bersedih karena kehilangan sosok nona yang sangat baik dan tegar seperti Ani.
Jika di tempat baja semuanya bersedih,namun di sisi lain raya malah tertawa bahagia karena baru saja mendapatkan info dari anak buahnya yang menjelaskan secara detail apa yang terjadi pada baja.
"Apa dia benar-benar menangis?" tanya Tito seakan tidak percaya dengan informasi itu.
"Benar tuan.dia menangis di saksikan oleh bodyguard nya dan dia menangis hingga sesegukan," tambah pesuruh itu.
"Hahahaha ... aku bahagia ... sangat bahagia ... akhirnya dia merasakan apa yang aku rasakan?" ucap raya kegirangan.
__ADS_1
"Kita harus merayakan kemenangan kita,kita tidak boleh menyia-nyiakan momen ini begitu saja," usul Tito ikut senang di atas penderitaan baja.
"Aku setuju.besok malam kita akan mengadakan pesta,pesta itu bisa di nikmati oleh para bodyguard dan juga tamu undangan."
Semuanya tertawa bahagia karena berhasil melakukan tugas dengan baik.selain imbalan uang yang banyak mereka juga bisa bersenang-senang dengan pesta malam besok.sungguh,mereka bahagia karena ikut andil dalam rencana jahat itu.
***
"Tuan sudahlah ikhlaskan kepergian nona ani.dengan anda menangis seperti ini tidak bisa menghidupkan nona Ani kembali," nasehat satria.
Bugh!.
Baja melayangkan tinju nya tepat di pipinya satria,sehingga membuat satria sedikit oleng dan juga sudut bibirnya terluka.
"Jika kalian ingin pulang,pulang saja.mulai sekarang kalian bukan bawahan aku lagi,harta ku telah lenyap.kalian boleh pergi dan mencari tuan yang baru," usir baja lalu kembali memeluk nisan Ani sembari kembali menangis.
"Juragan,Masi banyak peluang untuk mengambil alih kekayaan anda.saya tahu anda Masi memiliki rencana untuk itu,tapi karena anda sedih anda menjadi putus asa dan tidak bersemangat lagi.mungkin menurut anda semuanya akan tetap hampa karena nona Ani tidak ada lagi di sisi anda," jelas satria seakan tahu keputusaan baja.
"Alangkah senangnya pembunuh nona Ani di biarkan hidup dengan bergelimang harta hasil rampasan milik anda,dia akan senang atas kematian nona ani.pasti dia tambah angkuh dan bisa saja dia sewaktu-waktu merendahkan anda atau malah ingin kembali membunuh keluarga anda satu persatu," lanjut satria sengaja mengompori baja agar jiwa iblis dalam diri tuannya bangkit.
Hening.tidak ada lagi yang bersuara,satria maupun pak Burhan memperhatikan baja yang tiba-tiba berhenti menangis.mungkin tuan mereka sedang terpengaruh dengan perkataan satria barusan.
"Semoga saja tuan termakan ucapan ku,semoga saja dia berniat membalas perbuatan wanita licik itu.wanita itu harus di beri pelajaran atau bahkan harus di musnahkan karena dia sangat berbahaya jika di biarkan hidup di dunia ini."
"Tuan!" panggil mata-mata baja dengan langkah tergesa-gesa.
"Tuan,aku memiliki informasi penting," lapornya membuat semua mata tertuju padanya.
Mata-mata itu sengaja baja perintahkan beberapa waktu lalu untuk mengintai keadaan rumahnya dan apa yang akan di perbuat oleh raya.
__ADS_1
Baja sengaja memilih Basir untuk melakukan tugas itu karena dia adalah bawahan baja yang memiliki banyak pengalaman dan anti gagal jika di berikan tugas.
"Sebaiknya kita bicara di kontrakan ku saja," usul baja lalu pergi dan di ikuti oleh mereka.