
Mereka kembali pulang saat supir itu melaporkan hasil kerja nya.baja tidak mau gegabah,dia ingin menyelidiki semuanya sendiri.dia tidak mau melibatkan orang lain untuk saat ini.
Secara menurut nya semakin banyak mengetahui keberadaan Ani maka semakin besar kegagalan untuk kembali membawa Ani ke sisinya.
"Sat,apa scendule ku hari ini?" tanya baja.satria yang tidak curiga tentu saja langsung menjawab nya.
"Hari ini tidak ada,tuan.saya bisa mengambil alih kerjaan anda.anda cukup melihat email yang saya kirimkan beberapa waktu lalu."
Selain mafia baja juga mulai memperluas usahanya,dia ingin tidak hanya di desa saja dia memiliki tanah dia juga ingin memperbanyak tanah yang ada di kota.dia juga berencana membangun usaha di salah satu tanah miliknya yang memiliki tempat yang strategis dan tentunya menguntungkan untuk nya.
"Baguslah.kalau begitu antar,kan,aku ke apartemen ada sesuatu yang ingin aku ambil." Baja sengaja mau ke apartemen miliknya nanti saat satria telah pergi baru dia juga bergerak menuju rumah sakit.
"Apa perlu saya menunggu anda?" tanya satria setalah sampai di basement apartemen itu.
"Tidak perlu,aku bisa pulang sendiri.pergilah aku mau sekalian istirahat disini." Baja turun dari mobilnya dan menuju lift yang ada di sana.
Setelah melihat mobil itu pergi baru ia bernafas lega dan masuk ke dalam mobil pribadi miliknya.
"Kenapa aku harus takut pada satria?emang kenapa kalau aku pergi tanpa dia tahu tujuan ku?kan,disini aku bosnya.kenapa aku bisa sekonyol ini?ays, belum bertemu Ani saja aku sudah tak karuan begini.apalagi jika aku bertemu dengan nya.jangan sampai hilang akal!" gerutunya meruntuki kebodohan nya.
Seiring mobil itu menuju rumah sakit hati baja berdebar-debar tak karuan.bagai ingin menjemput pujaan hati yang telah sekian lama pergi begitulah yang ia alami saat ini.jangan tanyakan rindu,dia tidak bisa mengungkapkan nya karena rindu di hatinya sangat besar dan hanya bisa terpuaskan saat memeluk wanita itu.
"Kok,aku gugup,ya!" gumamnya lalu mulai memasuki rumah sakit itu.
Dia masuk tanpa bertanya ke resepsionis mengenai ruangan seseorang yang ingin ia temui.baja telah tahu semuanya karena dia membayar para penguntit untuk memata-matai intan.
Meski hatinya sedikit panas Karena mendengar intan berdua-duaan dengan seorang laki-laki namun ia berusaha menahannya.dia tidak mau rencana gagal Karena menuruti rasa cemburunya.
"Aku tidak bisa langsung menemuinya.wanita itu akan kabur.aku tahu dia sengaja mengunakan tudung agar aku tidak mengenalinya.saat ini biarlah aku mengalah."
Dengan terpaksa baja merencanakan sesuatu.dia sengaja meminta anak buahnya sakit agar bisa di rawat di depan ruangan intan.
__ADS_1
"Apa kau bisa memasang cctv di dalam sana?"
"Bisa,bos.tapi kami ingin bayaran lebih untuk itu."
"Tidak masalah.selama kau berhasil aku tidak peduli dengan jumlah uang yang kau inginkan."
"Kami akan segera melaksanakan nya.jika,bos mau melihat wanita itu maka bersembunyi lah kami akan membuatnya keluar."
Meski tidak tahu apa yang di rencanakan preman itu.akhirnya baja memilih menurut.dia mencari tempat yang strategis untuk ia bersembunyi dan juga tidak terlihat mencurigakan saat orang lain melihat nya.
"Sangat cerdik!"
Orang suruhannya pura-pura menyamar sebagai petugas rumah sakit.pria itu membawa makanan dan mengetuk ruangan itu.
Selang beberapa waktu intan keluar dengan sangat ramah.wanita tersenyum dan seperti nya mempersilahkan petugas palsu itu masuk.
"Astaga,kenapa dia tersenyum seperti itu di depan pria lain?apa dia tidak sadar memasang umpan pada buaya?aku bisa gila jika memikirkan dia seramah itu pada setiap laki-laki apalagi selama ini aku tidak ada di sisinya." kesalnya lalu meninju angin untuk meluapkan rasa kesal itu.
Pesan singkat itu sedikit membuat baja melupakan rasa kesalnya.dia kembali masuk untuk melihat aktifitas di dalam sana.
Dari padangan nya dia memperhatikan seluruh ruangan itu,entah bagaimana caranya pria tadi dapat menaruh cctv dengan posisi bagus.yang jelas baja sangat puas dengan kerja orang itu.
"Dia memang ani.apa itu yang disebut kekasih nya?cih,dari segi apapun aku lebih baik darinya.aku akan menyingkirkan bunglon itu dan membawa kembali Ani ke sisiku."
"Saya permisi dulu.jika anda perlu sesuatu silahkan pencet tombol itu," ucap petugas palsu itu sopan.
"Silahkan,terimakasih."
Setelah kepergian pria itu akhirnya mereka hanya berdua.hal itu tentu saja membuat Vito senang,apalagi setiap detik dia dapat memandangi wajah wanita yang ia cintai.
"Cih,kenapa dia menatap mesum pada istriku?awas saja sampai berani menyentuhnya,aku ku cincang masa depannya."
__ADS_1
Baja Masi mengamati apa yang mereka berdua lakukan. selain cctv ternyata pria tadi memasang penyedap agar baja dapat mendengar pembicaraan mereka.hal itu tentu saja membuat baja semakin puasa dengan orang suruhannya.
"Apa kau merasa lebih baik?" tanya intan agar ada pembicaraan dan Vito tidak terus menerus menatap nya.
"Menurut mu.aku Masi belum bisa tidur terlentang karena itu akan membuat lukanya kembali basah,itu bisa kau lihat bahwa aku masi kurang baik.bisakah kau menemaniku hingga aku sembuh?" ucap Vito penuh harap.
"Pandai sekali lidahnya itu.jangan mau dia itu sedang modus Ani.pulanglah jangan terlalu lama dekat dengan bunglon sawah itu." baja gereget dan dadanya panas.
"Tapi,aku harus bekerja.tidak mungkin aku terus bolos,takutnya aku di pecat." Baja tersenyum puas mendengar penolak itu,hampir saja ia melompat dari duduknya.
"Aku pasti kesepian di sini," sedihnya membuat hati intan tak tega.bagaimana pun pria ini yang telah menyelamatkan Adam.
"Aku akan mengunjungi mu setiap pulang kerja.aku juga akan membawa makanan untuk mu." Perasaan baja kembali berubah karena mendengar tawaran Ani.
"Jika begitu mungkin aku sedikit terhibur.bisakah malam ini kamu menginap di sini,aku takut jika tidur sendirian." Fix ini bunglon adalah saingannya.rasanya tangannya ingin menyumpal mulut itu agar tidak modus terus menerus pada Ani.
"Mana keberanian mu meratakan tiga preman itu.aku kurang percaya bahwa kamu setakut itu tidur disini," balas intan ragu.
"Hahaha ... gagal sandiwara ku.tetaplah di sini aku akan Segera sembuh jika setiap saat melihatmu." Hampir saja baja mual mendengar pria itu merayu istrinya.
"Apa kau sedang merayu ku?" tanya intan berusaha menahan malu agar wajah nya tidak memerah.namun,sayang nya rona itu telah terlihat sehingga membuat Vito gemas sendiri.
"Jangan pura-pura tak tahu.lihat,wajah mu tidak bisa berbohong.dia suka jika aku merayu mu seperti tadi." Vito mencubit pipi itu.
Hampir saja tablet di tangan nya ia hempas karena tidak tahan melihat pria itu sok romantis dengan wanitanya.jika tidak mengingat hubungan nya dengan intan Masi memburuk mungkin pria itu telah menerobos ruangan itu dan mematahkan tangan yang telah berani menyentuh istrinya.
"Pria ini ingin mencari mati dengan ku.kau Ani tidak akan ku biarkan lepas begitu saja.kau itu milik ku dan hanya boleh berada di sisi ku.aku akan melakukan apa pun untuk menghancurkan hubungan kalian." Pungkas baja ia lupa saat ini ada orang lain yang ada di sana.
"Apa bos tidak ingin mengetahui identitas pria itu?" pertanyaan itu baru menyadari bahwa ada orang lain.awalnya dia berdehem untuk menguasai diri.
"Cari asal usulnya dan temukan kelemahan nya.aku ingin pria itu jauh dari wanita ku!"
__ADS_1