Istri Juragan

Istri Juragan
Interogasi


__ADS_3

Dengan wajah khas bangun tidur dan mata yang di paksakan untuk terbuka memang sangat sulit.itulah yang terjadi pada tiga orang yang telah berdiri di hadapan baja,mereka belum menyadari tatapan menyeramkan yang baja tujukan.


"Apa yang terjadi?apa mansion kita di serang lagi?" tanya ratu heran terlebih setelah menyadari tatapan baja.


"Ia."


"Ha,beneran,bang.siapa yang berani melakukan nya?" kaget Yona sehingga matanya yang awal nya ingin terpejam kembali seketika terbelalak.


"Kalian,karena kalian di sini adalah penjahat." Dingin sekali sehingga menyadarkan tiga orang itu bahwa baja sedang marah pada mereka.


"Abang,apa Abang Masi bermimpi?kami ini keluarga Abang bukan musuh abang.apa sekarang abang sudah melihat dengan jelas?"


"Musuh itu bukan harus orang lain tapi keluarga sendiri juga bisa.apa kalian masi mengingat istriku?apa yang kalian lakukan padanya selama aku pergi ke medan waktu itu?satu lagi,kemana perginya si Lasmi?apa kalian juga ikut dalam pembunuhan nenek Ani?Jawab!!"


Terbungkam dan tidak menyangka.baja mengungkit kejadian empat tahu silam.mereka menyangka selama ini baja telah mengiklaskan semuanya,tapi ternyata diam-diam baja mencari tahu kebenaran kejadian di masa lampau.


"Hanya karena itu kamu membangunkan kami," ucap ratu sedikit kesal.


"Emak bilang hanya.ini masalah besar hingga menghilangkan nyawa orang.jangan menganggap hal kecil dan melupakan nya begitu saja,terlebih kalian ikut adil dalam pembunuhan ini."


Mereka tidak terima dengan tuduhan baja,sungguh yang satu ini mereka tidak pernah melakukan nya.membunuh,setahu mereka bahwa Ani maupun sang nenek meninggal secara wajar.


"Baja,apa maksud mu mengatakan semua itu?kamu tahu betul bahwa kami tidak ada di tempat saat insiden kematian Ani.emak dan Abah pergi ke luar negeri sedangkan Yona berkemah.lalu bagaimana kami bisa campur tangan atas kematian Ani?" bantah ratu.dia memang jahat tapi melakukan pembunuhan dia tidak sekejam itu.


"Bukti telah jelas.bahkan aku tahu bagaimana kalian memperlakukan Ani layaknya hewan yang setiap hari kalian siksa.dan kau Yona dengan tidak malunya kamu menginjak tangan neneknya Ani,siapa yang mengajari kamu berbuat seperti itu,HA!" amarah baja menguap entah mengapa saat mengetahui itu dadanya sesak dan rasa penyesalan semakin kentara di lubuk hatinya.

__ADS_1


"Baja!dia sudah mati!mau kau bentak adik mu atau bahkan kamu pukul semua sudah terjadi.dia tidak akan kembali dengan kamu marah pada kami,apa yang kamu lakukan tidak akan merubah apapun?jadi,lupakan semua itu bangunlah hidup yang baru!" tegas ratu tidak senang baja Masi mengungkit hal yang telah berlalu.


"Emak bilang lupakan.apa kalian tidak punya hati?kalian pernah berbuat jahat padanya apa kalian tidak pernah menyesal sedikit pun?dia tidak salah dia perempuan baik tapi kalian berbuat jahat,orang jahat kalian perlakukan dengan baik.kenapa kalian tidak punya hati nurani sama sekali?" baja tidak menyangka dengan reaksi emaknya itu yang malah tetap berlaku sama yaitu tidak menyukai Ani.


"Dari awal emak tidak menyukai dia.baik ada raya maupun tidak,emak tetap tidak menyukai dia.dia itu wanita miskin yang tidak pantas menjadi istr_"


Plak!baja geram ternyata selama ini hanya Ani yang berasal dari keluarga sederhana ratu langsung membenci nya.tamparan itu pertama kalinya dia layangkan pada sang emak dia berharap sifat sombong dan suka memandang kasta sedikit pudar dari hati ratu.


"Abang!!" Yona memeluk emaknya dan menatap tajam baja.


"Lihat,dia sudah mati tapi kau melakukan ini pada emak mu sendiri.wanita miskin itu telah banyak membuat mu berubah!" Karno angkat suara.


"Tutup mulut mu!mulai sekarang siapapun wanita yang berhubungan dengan ku harus kalian terima dan perlakukan dia dengan baik.jika kalian tidak setuju silahkan kembali ke desa dan hidup di sana!" ancam baja lalu meninggalkan mereka bertiga.


Kini dia telah berada di ruangan berlatih di sana dia mulai meluapkan emosi dengan memukul sak sekencang mungkin.semua yang dia lakukan tidak lepas dari pantauan satria yang senantiasa mendampingi tuan nya itu.


"Aku masi tidak menyangka wanita itu dapat melakukan pembunuhan itu.ternyata dia lebih kejam dari yang ku pikir,kan." Baja menerima sebotol air yang baru saja di berikan satria padanya.


"Tidak percuma kita melenyapkan dia,jika waktu itu dia berhasil hidup maka dia adalah musuh yang sangat berbahaya bagi kita," ucap satria.


"Bagaimana dengan mayat Lasmi,apa kau sudah mengurus nya?" Setelah mengetahui kebenaran cctv itu baja langsung meminta anak buahnya mencari jasad lasmi.bagaimana pun wanita itu telah memiliki jasa atas melindungi ani.


"Sudah,mungkin saat ini sudah di makamkan dengan layak."


Jangan tanyakan kenapa keinginan baja cepat terlaksana begitu cepat,semua itu berkat adanya beberapa anak buah nya yang berada di desa.baja sengaja menaruh beberapa orang di sana untuk mengurus lahan dan tanah miliknya.meski dia berada di kota namun dia masih menjadi juragan di desa itu.

__ADS_1


"Bagus.bagaimana mengenai plat motor itu,apa kamu sudah mengetahui identitas pemiliknya?" dia menatap ke arah satria dari sorot matanya dia tidak ingin mendengar belum atau pun gagal.


"Sudah,juragan.dia pria biasa,namanya syawal.dia tinggal di desa Linggarjati."


"Besok seret bawa dia kemari!" titahnya tak terbantahkan.


Meski tidak tahu ada hubungan apa tuannya dengan pria bernama syawal itu tapi satria langsung menyanggupi nya.bukan perkara sulit untuk menangkap seseorang.


Sedangkan di sisi lain pak Burhan tengah gundah,dia gelisah sendiri.saat ini dia telah berada di depan pintu berlatih,dia ragu ingin masuk atau tidak.


"Apa aku katakan saja bahwa nona Ani sempat hamil waktu itu?tapi apa benar anak itu anaknya juragan?astaga,aku pusing harus bagaimana?"


"Nanti jika aku bilang soal kehamilan itu,apa tidak menambah masalah?nanti juragan makin menyalahkan diri sendiri dan menyesal."


Cklek!pintu terbuka menampilkan wajah baja yang sedikit terkejut melihat pak Burhan yang telah berdiri disana.


Saat ini wajah pak Burhan tiba-tiba takut dan dadanya mulai gugup.dia ragu ingin membicarakan hal itu pada baja.


"Ada apa?" otak Burhan semakin berkelut.


"Anu ... juragan.apa juragan mau pergi hari ini?soalnya mobil utama ada kerusakan dan baru saja ingin di perbaiki." dahi baja mengkerut saat mendengar penuturan yang tak masuk akal itu.


"Mobil ku bukan hanya satu,aku bisa mengunakan mobil lain.sebaiknya kau istirahat dan makan yang cukup.aku lihat seperti nya kau kelelahan."


"Baik,juragan."

__ADS_1


__ADS_2