
Tak terasa hari telah sore hari,Tini ingin memasak makan malam namun bahan makanan di rumah telah habis,alhasil ia meminta intan untuk berbelanja ke warung.
"Ini apa aja yang mau di beli,buk?" tanya intan sembari menggenggam uang yang barusan Tini berikan.
"Sekarep mu."
"Ih,intan bingung buk mau beli apa?sebenarnya ibu mau masak apa,jadi enak intan tinggal beli bahan nya aja," tanya intan.
"Nak,di warung itu gak sama kayak di pasar semua serba ada.nanti misal nya ibu mau masak rendang,terus warung itu gak lengkap jual bumbunya.pasti ujungnya kamu pulang tangan kosong.jadi,lebih baik kamu beli yang ada di warung," jelas Tini membuat intan mengerutkan kening.
"Dari pada bingung,biar bapak aja yang pergi," sahut Karno yang tengah bermain dengan Adam.
"Enggak,kalau bapak pergi dia bisa singgah kemana-mana yang ada Ampe subuh ibu gak masak," tolak Tini.
"Ya,sudah intan pergi dulu," ucap intan pada akhirnya.
"Ehhh ... hehehe ... hiks ... hiks ... ." suara itu berasal dari Adam yang merengek saat melihat intan hendak bergegas pergi.
"Bunda pergi dulu,nak,ya.cuma sebentar gak lama,kok," bujuk intan lalu berlari sambil tertawa.
Saat dia telah keluar samar-samar ia mendengar suara Adam menangis dan suara Karno yang membujuknya.begitulah Adam ia sangat pantang melihat pergerakan sang bunda,ia akan selalu ingin ikut jika intan mau kemanapun,alhasil intan harus keluar dengan cara sembunyi-sembunyi.
"Aduh,neng intan.udah lama tidak terlihat,apa kabar,neng?" tanya bude sayur itu.
"Alhamdulillah sehat,bude.biasa bude sibuk kerja jadi jarang keluar rumah," balas ramah intan.
"Emang kerjaan apaan?" sahut buk RT yang terkenal judes plus ratu gosip di kampung itu.
"Masi kerja di restoran,buk."
"Oh,kenapa gak nikah aja?kalau nikah enak ada yang membiayai kamu,kamu gak repot-repot banting tulang," cetus nya yang hanya intan tanggapi dengan senyuman.
Intan memilih beberapa sayuran dan beberapa ikan,selesai dengan belanjaan dia bergegas pulang.
"Cepet banget pulang,sini duduk ngumpul bareng kami!" ajak buk RT.
__ADS_1
"Ah,tidak.terimakasih tawaran nya,buk.saya harus cepat kembali soalnya Adam lagi gak enak badan," tolak halus.
Tanpa memperdulikan balasan dari buk RT,intan mempercepat langkahnya.sungguh ia risih jika di tanya ini dan itu oleh ibu-ibu itu.
Karena berjalan terburu-buru intan tidak sengaja menabrak seseorang yang tiba-tiba muncul di persimpangan.
"Ah!" ringis intan sedikit terhuyung dan tentengan nya jatuh berserakan.
"Astaghfirullah,maaf mbak saya ngak sengaja," ucap pria itu sembari berjongkok membantu intan memungut belanjaannya.
"Ia,gak apa-apa."
Merasa tidak asing dengan suara itu,pria itu mendongak guna melihat wajah perempuan yang baru saja ia tabrak itu.
"Mbak intan!" ucapnya membuat intan melihat lebih lekat pria itu.
"Astaga,ternyata kamu reno.mbak,kira siapa yang mbak tabrak.kalau tau dari awal itu kamu mungkin mbak udah ngomel dari tadi," ucap intan membuat pria itu tersenyum.
"Aku udah minta maaf,mbak.jadi jangan ngomelin aku,ya.aku tadi sedikit terburu-buru karena terlambat ngumpul di rumah teman ku," jelasnya.
"Mbak nih lucu banget,mbak mau kemana?" tanya nya.
"Mau pulang,minggir dikit mbak mau lewat," titah intan karena sedari tadi Reno menghadang jalan yang ia ingin lewati.
"Mau aku antar,anggap saja sebagai permintaan maaf karena aku nabrak mbak," tawarnya yang tentu saja intan langsung menolaknya.
"Gak,usah.lagi pula kamu udah terlambat,kan.buruan sana pergi ke rumah teman mu,mbak mau pulang dulu," tolak intan dan menerobos begitu saja.
"Ah,cantik sekali!" gumam Reno sembari melihat punggung intan yang mulai menjauh.
Mendumel.itulah yang intan lakukan,saat ia ingin menghindari buk RT di warung malah nabrak anak nya di tengah jalan,jika sampai buk RT mengetahui ia mengobrol dengan Reno maka bisa di pastikan bahwa ada isu yang tidak mengenakan tentang dirinya.
"Bisa-bisanya aku di hadapi anak dan ibu hari ini,sang ibu judes sang anak sok coll.aduh,intan gak boleh memandang rendah kekurangan orang,astaghfirullah ampunilah hamba mu ini ya Allah."
Akhirnya intan bisa bernafas lega karena kini ia telah sampai di rumah nya,sebelum masuk ia mengucapkan salam.
__ADS_1
"Assalamualaikum," ucapnya.
"Waalaikumsalam." Suara sahutan dari dalam.
Melihat kedatangan intan,membuat Adam langsung merangkak menghampiri nya.seketika itu intan paham keinginan sang putera,jika ia biasanya habis dari luar ia selalu membawa sesuatu untuk adam.namun,kali ini ia lupa karena tadi belanja terburu-buru.
"Mam ... Mamam!" oceh Adam membuat intan yang baru saja menaruh belanjaan itu langsung menggendong Adam.
"Bunda lupa,beli jajan,nak."
"Tumben,lupa.kamu juga cepet banget pulang dari warung," sahut Karno.
"Biasa,pak.tadi intan bertemu dengan buk RT,jadi males lama-lama," balas intan membuat Tini langsung kesal.
"Apa mulutnya mengatakan sesuatu yang buruk pada mu?katakan,saja!biar besok ibu sumpal mulutnya itu dengan cabe rawet," omel Tini sambil membongkar isi kresek belanjaan.
"Dia cuma ngomong beberapa,bait.intan males ngeladeni langsung cepat-cepat pergi dari sana," jelas intan dia sengaja tidak menceritakan ucapan buk RT karena tahu hal itu bisa memicu perkelahian.
"Bapak heran,sama wanita satu itu.status nya itu ibu RT tapi kenapa gak bisa jadi panutan warga sekitar.tapi malah kerjaan nya membuat isu dan gosip yang gak jelas,suka bikin heboh saja," imbuh Karno ikutan kesal.
"Ia.gak ada yang selamat dari lidah dia,semua orang ia omongi,kayak makhluk paling benar aja," timpal Tini.
"Udah.gak baik membicarakan keburukan orang,lebih baik kita doakan yang baik untuk buk RT," ujar intan.
"Kamu itu baik banget,nduk.kamu ingat apa yang ia katakan tentang Adam dan juga kamu?bahkan gosip murahan itu Masi meracuni otak warga soal kamu,nak," jelas Karno.
"Kan,intan gak merasa intan berzina dan mempunyai anak di luar nikah.suami intan meninggal karena kecelakaan itu dan jazad nya gak ketemu.biar aja warga berasumsi apa,yang jelas intan gak merasa melakukan hal itu," bijak intan.
"Sudahlah,kenapa kita ujungnya malah berkelahi?lebih baik bapak bantu ibu membersihkan ikan.Intan lebih baik memandikan Adam lalu menidurkan nya," titah Tini guna menyudahi perdebatan itu.
"Ha,itu lebih bermanfaat dari pada terus-menerus berdebat," imbuh intan membawa kabur Adam,agar Karno tidak punya alasan untuk menolak membatu Tini di dapur.
"Bapak,ngapain diem di situ.buruan bantu,ibu," tegur Tini yang menyadarkan Karno dari lamunannya.
"Siap,istriku,hehehehe," ucapnya cengengesan.
__ADS_1