
Saat perjalanan menuju ke kamar raya,Tina sedikit menyusun kata-kata yang tepat untuk ia sampaikan pada tuannya itu.dia berharap semoga raya mau membayar mahal atas apa yang ia ceritakan.
"Mau apa kamu di sini?" ketus putri yang baru saja keluar kamar raya.
"Saya ingin bertemu dengan nona raya," balasnya sopan.
"Untuk apa kamu bertemu dengan nya?" tanya putri sedikit penasaran.
"Ak ... aku ingin meminjam uang," bohong Tina dia tidak ingin memberi tahu apa tujuan dia sebenarnya.
"Hey!nona raya itu majikan mu bukan bank.pergi sana!jangan sampai karena ulah mu mood nona raya memburuk," usir nya membuat Tina sontak menggeleng.
"Ku mohon izinkan aku masuk,anak ku sedang sakit.aku benar-benar butuh pinjaman," lirihnya.
"Masuklah.tapi jika kamu nanti di caci maki oleh nya aku tidak bisa menolong mu.sekarang mood nona raya sedang memburuk,ingin berbicara padanya sama saja mencari mati!" ketusnya pergi meninggalkan Tina yang terdiam kaku.
"Rasanya aku jadi ragu untuk masuk.tapi aku tidak banyak waktu lagi,bisa-bisa anak ku tidak terselamatkan," gumamnya.
Tina menarik nafas dalam-dalam lalu memegang gagang pintu mewah itu secara perlahan.menyadari kehadiran Tina membuat raya langsung menatap kearahnya.
"Aku tidak memanggil pelayan,kenapa kamu datang kemari?!" serunya sambil memainkan handphone sedangkan Yona Masi terlelap di sisinya.
"Anu,itu,nona!" ucapnya gugup sehingga berbicara tak beraturan.
"Ngomong itu yang jelas!" tekan raya sambil meletakkan handphone nya.
"Saya ingin memberitahu info penting," ucapnya sambil memainkan ujung bajunya.
"Apa info itu akurat dan benar-benar kenyataan?" tanya raya sambil menatap tajam Tina.
"Saya sangat yakin,karena saya yang melihatnya secara langsung.saya tidak hanya melihatnya tapi saya juga mendengar pembicaraan mereka," ucap Tina sangat yakin.
"Jika info itu hanya bualanmu saja,maka siap-siap menanggung akibatnya!" ancam raya.
"Saya jamin saya tidak berbohong," balas Tina meyakinkan.
__ADS_1
"Baiklah,ikut aku ke balkon.kita akan berbicara disana," ajak raya berjalan duluan dan Tina segera mengikutinya dari belakang.
Saat mereka sampai di balkon kamar,mereka disambut dengan hembusan angin yang sedikit kencang.saat melihat kebawah tiba-tiba Tina takut jika raya menjatuhkan ia dari sana setelah mengetahui info yang dia ketahui.
"Cepat beritahu info itu,aku tidak punya banyak waktu!" ucapan raya menyadarkan Tina dari pikiran buruk itu.
"Maaf sebelumnya nona,info ini mengenai pertemuan juragan dan nenek Ani.jika aku beritahu apa yang mereka lakukan dan bicarakan?berapa nona raya membayar jasa saya," ujar Tina sopan.
Mendengar pertemuan itu membuat raya langsung penasaran.dia ingin mengetahui info itu,tapi pelayan yang belum menceritakan apapun telah menanyakan bayaran padanya,hal itu sungguh membuat dia kesal.
"Kau belum menceritakan info itu dan beraninya kamu menanyakan imbalan!" cetus raya tersenyum sinis.
"Maaf nona,saat ini saya sangat butuh uang untuk pengobatan anak saya.saya takut bayaran anda tidak mencukupi biaya operasi anak saya," ucapnya dengan tubuh sedikit gemetar.
"Berapa uang yang kamu perlukan,sebutkan saja?jangan pandang kekayaan aku sebelah mata,aku tidak pernah memberi imbalan sedikit pada orang yang mau bekerjasama dengan ku," jelasnya membuat keraguan di hati Tina sedikit memudar.
"Saya butuh 150 juta," balasnya.
"Akan ku beri kamu 200 juta,tapi ceritakan semua yang kamu ketahui tentang pertemuan itu."
"Waktu itu saya sedang berjalan menuju taman,saya ingin mengambil beberapa buah mangga.tapi,tidak sengaja saya melihat wanita tua itu dengan lasmi.saya merasa aneh dengan mereka berdua,gelagat mereka sangat mencurigakan sehingga aku memutuskan untuk mengikuti mereka." ucap Tina sedangkan raya mendengar dengan seksama.
"Aku terus mengikuti mereka hingga mereka sampai di taman rimba dan aku lihat mereka berpisah.nenek tua itu masuk di taman sedangkan Lasmi menunggu di luar mungkin untuk berjaga-jaga."
"Lasmi,apa pelayan senior itu?" tanya raya.
"Benar.pelayan yang beberapa tahun lalu di beri hadiah oleh tuan besar," ucap Tina agar raya semakin mengetahui pelayan yang ia maksud.
"Pelayan itu kenapa berani melakukan hal ini?jangan mentang-mentang dia senior bisa berbuat melenceng seperti ini," kesal raya.
"Mungkin dia kasihan dengan nenek tua itu sehingga membantunya."
"Lanjutkan cerita mu,urusan Lasmi akan ku tangani setelah ini!" titah nya.
"Aku melihat Lasmi yang berjaga disana,karena merasa penasaran dengan apa yang ingin nenek tua itu lakukan?aku nekat masuk dengan cara sembunyi-sembunyi agar Lasmi tidak tahu."
__ADS_1
"Dan pada akhirnya aku berhasil masuk kedalam taman rimba dan lalu segera mencari keberadaan nenek tua itu.niat hati ingin mencari nenek tua itu tapi aku malah menemukan juragan."
"Apa yang baja lakukan di sana?" tanya raya penasaran.
"Aku lihat dia membawa nasi tumpeng,mungkin dia sedang memperingati hari lahir seseorang.yang jelas tak lama aku sampai di tempat juragan,nenek tua itu datang memanggil juragan yang membuat aku dan juragan sama-sama menoleh."
Flash back.
"BAJA!" panggil dara.
"Mau apa kamu kemari?" ketusnya tidak senang melihat kehadiran dara.
"Ada hal penting yang harus aku sampaikan," ucap dara membuat baja diam dan tidak mempedulikan dara.
"Baja,cucuku tidak mungkin membunuh engkongmu.coba kamu pikir engkong mu yang membuat Ani menjadi istrimu,tidak mungkin Ani membalas kebaikan engkong mu dengan membunuhnya," ucap dara meski baja acuh.
"Carilah kebenaran nya,kamu ini juragan dan tentu kamu memiliki banyak anak buah.kenapa kamu tidak menyuruh mereka mencari kebenaran nya?aku berbicara seperti ini agar kamu tidak menyesal di kemudian hari.jika selama ini apa yang kamu ketahui itu tidak benar dan justru memfitnah Ani maka kamu akan merasa sangat bersalah," tutur dara membuat baja tertawa sumbang.
"Salah paham!itu adalah kebenaran.cucumu membunuh engkong ku,wanita yang tidak tahu diri itu membunuhnya karena ingin warisan engkong ku!" serunya membuat dara terbelalak mendengar nya.
"Warisan,apa maksud ucapan mu baja?warisan apa?" bingung dara.
"Dulu aku terpaksa menikah dengan Ani karena engkong mengancam akan memberikan seluruh kekayaan nya pada ani.karena aku tidak mau harta nenek moyang ku di serahkan padanya membuat aku menyetujui pernikahan itu," balas baja membuat dara tak menyangka.
"Baja aku maupun Ani tidak tahu soal warisan itu,jadi jangan berpikir kami gila harta.kamu jangan berpikir kami merencanakan pembunuhan hanya demi harta keluargamu,demi tuhan kami tidak ada niat seperti itu!" sumpah dara yang langsung di sambut Guntur di langit.
"Tidak ada maling yang mau mengaku,jika ada penjara akan penuh dan polisi tidak bekerja.aku yakin kalian tahu soal warisan itu dan sengaja mendekati engkong ku dan mengambil warisan itu," tuduh baja dengan tatapan tajam.
"Itu hanya salahpaham.lebih baik kamu cari kebenaran nya,siapa tahu ada yang menginginkan harta itu dan mengkambinghitamkan kami.selagi ada waktu carilah bukti itu sebelum semuanya benar-benar terlambat dan kamu kehilangan orang yang kamu cintai," tutur dara setenang mungkin.
"Cih,wanita yang dicintai.aku tidak pernah menyukai cucumu itu,selain pembunuh dia juga murahan!" hina nya.
"Terserah apa yang ingin kamu katakan?perlu kamu ketahui mungkin ini pertemuan terakhir kita,kematian ku sangat dekat karena berani menemui mu di sini.aku harap kamu memikirkan saran ku," ucap dara lalu pergi meninggalkan baja yang termenung.
Flash off
__ADS_1