
Sudah tak terasa sebentar lagi masa kerja intan telah berakhir.seperti biasanya Karno telah stand by menunggu intan di pos satpam,Karno akan selalu mengantar dan menjemput intan karena ia takut terjadi sesuatu terhadap anak semata wayangnya itu.
"Hey!kalian berdua,mana intan?" tanya Karno melihat Nisa dan Vira di parkiran.
"Masi di dalam," balas Nisa sopan.
"Apa dia Masi berkerja?tapi,kenapa kalian sudah pulang saja?apa kalian menyuruh anak ku untuk mengerjakan tugas kalian?" selidik Karno menatap tajam dua perempuan itu.
"Aduh,om.sudah berapa kali kami jelaskan,bahwa kami sudah berbaikan dengan intan.kami telah berteman,om.jadi mana mungkin kami melakukan hal jahat pada intan," cerocos Vira yang sudah kesal karena setiap hari Karno menuduh nya berbuat jahat.
"Saya tidak percaya sama kalian berdua.jika,nanti malam anak saya kelelahan atau bahkan sakit itu pasti ulah kalian," imbuh Karno.
"Bapak!" panggil intan menghentikan pertengkaran itu.
"Bapak marahin mereka lagi!udah berapa kali intan bilang,mereka udah jadi teman Intan.bapak gak boleh marahi mereka lagi,kasihan,pak!" nasehat intan memandang kasihan pada dua teman nya itu.
"Bapak gak izinin kamu berteman dengan dua orang ini,apa kamu lupa apa yang pernah mereka lakukan?mereka itu jahat,nak.tidak pantas kamu berteman dengan mereka!" tegas Karno membuat dua orang itu menunduk.
"Tapi,mereka udah berubah,pak!" ucap intan lirih sambil melirik dua teman nya dengan perasaan tak enak hati.
"Lihat,karena kamu dekat dengan mereka berdua kamu sudah mulai berani melawan bapak."
"Astaghfirullah,pak.ini semua tidak ada hubungan dengan Nisa dan Vira," sanggah intan dengan mata mulai berkaca-kaca Karena lelah menjelaskan hal itu dengan Karno.
"Kami permisi dulu," pamit Nisa dengan rasa bersalah kembali hadir dalam lubuk hatinya.
"Kalian berdua jangan ambil hati ucapan bapak,ya.insya Allah besok atau kedepannya bapak pasti akan memaafkan kalian," ucap intan seakan mengerti perasaan dua temannya.
"Intan!!"
Intan tidak memperdulikan Karno,dia mengikuti langkah dua temannya hingga sampai pada motor Nisa yang terparkir.setelah mengantarkan dua temannya,dengan langkah sedikit cepat intan menghampiri Karno dengan wajah cemberut nya.
"Nak,bapak melakukan ini agar hal kelam itu tidak kembali terulang.bapak mohon ngertiin perasaan bapak,ya," pinta Karno.
Intan hanya diam,dia langsung duduk di jok motor dengan melipat kedua tangannya.karno hanya mampu menghela nafas dan mulai melajukan motor kearah rumahnya.
__ADS_1
Sepertinya biasa Adam dan Tini telah menanti kedatangan mereka di teras rumah.saat melihat motor Karno telah datang,Adam kegirangan hingga bergerak lincah di gendongan Tini.
"Masya Allah,sayang.anak bunda yang pinter,tahu aja bundanya udah pulang.sini,sayang bunda sun," seru intan senang moodnya perlahan membaik setelah melihat sang buah hati.
"Gak boleh sun.sana,masuk cuci kaki cuci tangan,kamu dari luar nanti Adam kena sawan,lagi," ucap Tini menjauhkan Adam dari intan.
"Hehehe,lupa,buk.adam bunda masuk dulu,ya," ucapnya lalu bergegas masuk.
Sedangkan di sebuah kapal megah,terdapat dua orang dengan karisma masing-masing sedang beradu pandang.mereka sedang memperhatikan satu sama lainnya seperti mencari sesuatu yang ganjal yang mungkin dapat membahayakan keduanya.
"Apa yang kau lihat dan cari?apa kau takut aku membawa sesuatu yang tajam yang dapat menghunus jantung mu?" tanya baja seakan tahu arti tatapan Austin padanya.
"Baguslah jika kau tahu.jujur sejauh ini aku makin tertarik untuk menjalankan kerja sama dengan mu lebih jauh,selain kamu cerdik kamu juga di takuti oleh musuh,benar-benar pencapaian yang sangat baik," sanjung Austin memberikan secangkir anggur untuk baja.
"Prinsip kami berpegang teguh dengan kepastian.jika orang itu pasti menguntungkan untuk kami mana mungkin kami membuat nya kecewa.tapi,jika orang itu hanya untuk mempermainkan kami,maka siap-siaplah menyaksikan permainan yang kami berikan!" perkataan baja mengandung arti tersendiri yang membuat Austin mengerti.
"Prinsip yang bagus.mari kita rayakan kerja sama yang kita lanjutkan ini,semoga kedepannya kita bisa melakukan kerja sama lainnya," ucap Austin mengangkat cangkirnya lalu di sambut oleh baja.
Prinsip baja jika ingin mengadakan pesta untuk menyambut nya maka pesta itu tidak boleh di hadirkan perempuan,baik itu perempuan penghibur maupun lainnya.pesta yang baja inginkan hanyalah menikmati anggur hingga kesadaran nya menghilang.
Karena banyak meminum anggur membuat baja mabuk dan berujung tak sadarkan diri,hal itu tentu membuat bawahannya kerepotan karena harus memindahkan baja ke sebuah kamar yang telah di sediakan oleh Austin.
"Kasihan sekali anda,juragan.sebegitu cintanya anda pada nona Ani hingga sampai detik ini anda Masi tidak dapat melupakannya,padahal usia pernikahan kalian belum ada setengah tahun.tapi,wanita hebat itu telah berhasil menanamkan perasan itu sedalam ini pada anda."
Satria merasa kasihan pada baja,dia tahu baja selama ini terpuruk atas kepergian ani.tapi, untuk menutup rasa terpuruknya baja memilih menjadi mafia.
Sedangkan orang yang satria pikirkan itu,sedang mengalami mimpi aneh.dia bermimpi tengah mengendong anak kecil dan melihat wanita cantik sedang tersenyum ke arahnya.
"Ani ... Ani ... Ani!"
Tangan Satria tergantung di udara karena tangan itu belum sempat menyentuh pintu karena terhenti oleh suara baja yang memanggil Ani.
"Apa dia bermimpi?" gumam satria sembari terus melihat kearah baja yang seperti nya gelisah.
"Apa mungkin juragan demam?"
__ADS_1
Satria kembali mendekati baja dan ia langsung menaruh telapak tangannya ke dahi majikan nya itu,dia mengecek suhu badan baja.kecurigaannya tak meleset baja demam tinggi malam itu.
"Sepertinya aku harus menghubungi dokter gadungan itu," lirih nya sembari menghubungi seseorang.
"Ada apa ganteng?apa kamu mulai merindukan ku?"
"Cepat kemari,juragan demam.aku akan segera mengirim alamatnya."
"Ah,sakit lagi.juragan mu itu demam dengan janda pirang,tugasmu hanya satu membiarkan dia kawin lagi dan berhenti mengikuti kamu yang jomblo abadi itu."
"Berhenti nyerocos karena itu membuatku ingin mempercepat ajal mu," ancam satria.
"Astaga,galak sekali.pantas saja wanita takut padanya."
"Katakan sekali lagi!"
"Baiklah aku akhiri,aku akan segera kesana."
"Menghadapi manusia yang satu ini,menguras energi saja," gerutu satria sembari menyimpan kembali handphone nya.
Satria mengambil handuk dan semangkuk air hangat,satria menempelkan handuk kecil itu di kening baja dia berharap hal itu dapat menurunkan panas nya.
"Mimpi apa aku semalam sehingga di undang naik ke kapal ini," cerocos Kelvin yang baru tiba.
"Aku mengundang mu untuk mengobati juragan,bukan berpidato," ucap dingin satria.
"Kenapa kau selalu mengomel jika melihat ku?apa kau terganggu dengan kedatangan ku?aku tahu kalian sedang berbulan madu,aku akan mempercepat pemeriksaan ini agar kekasih mu segera sembuh dan sesuatu yang kotor di otak mu itu akan segera di penuhi," cerocos nya lagi yang langsung di sambut dengan tendangan di tulang keringnya.
"Apa kau ingin lebih dari ini?" tawar satria setelah berhasil menendang kaki Kelvin.
"Sakit,kampret!gak bisa apa lembut sedikit padaku," protes Kelvin mengeluh sakit.
"Memang minta di hajar!" ucap satria mulai menyingsing kemejanya.
"Jangan!!aku tidak bercanda lagi!aku akan serius menjalankan tugas ku!!" cegah Kelvin agar satria tidak memukulnya.
__ADS_1
"Cepat periksa!!!" desaknya dengan wajah menyeramkan.
"Dasar gundoruwo."