
Ani terus menatap nasi yang berserakan di lantai itu,perlahan tubuhnya ambruk ke lantai.di menatap nasi yang telah tercampur dengan debu itu.
"Jangan bodoh Ani!jangan makan nasi itu!" cegah Wiwit mendekati Ani.
"Sepertinya dia tidak ingin menuruti kita,lebih baik sekarang kak raya telpon bodyguard untuk memukul wanita tua itu," ucap Yona membuat air mata Ani langsung menetes.
"Jangan!ak ... aku akan memakannya," ucap Ani dengan sangat terpaksa.
Dengan senyum puas dua Wanita itu melihat Ani makan nasi kotor itu,Wiwit menangis sedih melihat Ani di perlakukan seperti itu.karena rasa setia kawan yang tinggi Wiwit juga ikut memakan nasi itu,dia makan dengan sangat cepat dan nasi itu lebih banyak masuk ke perutnya dari pada Ani.
"Sangat menyedihkan,lain kali pukul emak ku lebih keras lagi,agar aku bisa menyuruh kalian makan kotoran kucing," cibir Yona membuat raya tertawa puas.
"Untuk hari ini kita cukup sampai di sini.simpan tenaga mu untuk lain waktu menyiksa mereka," ucap raya.
"Kak raya benar.ayo kita pergi,melihat mereka berdua membuat ku muak!" seru Yona lalu menarik raya pergi dari sana.
Setelah melihat kepergian dua orang itu,Ani maupun raya segera memuntahkan apa yang ia telan barusan.
"Hufh ... dasar wanita iblis itu!" umpat Wiwit.
"Wit,nenek ku!" sedih Ani.
"Tenang,ya.aku akan mencari nya di seluruh penjuru rumah ini,dia pasti kita temukan!" ucap Wiwit meyakinkan agar Ani tenang.
"Jika nenek sudah di temukan,aku ingin membawanya pergi dari sini.aku tidak mau hidup di sekitar orang jahat," tekad Ani.
"Kamu benar,kita akan pergi meninggalkan lubang neraka ini."
***
"Mengingat perempuan itu membuat ku kesal saja!"
"Sepertinya kamu perlu sesuatu untuk menghilangkan kekesalan mu," ucap raya.
"Iya aku perlu hal menyenangkan untuk membuat otak ku segar kembali dan tidak terpenuhi dengan kekesalan karena wanita miskin itu," balas Yona mengacak rambutnya.
"Mumpung Emak dan abah mu tidak ada,bagaimana kalau kita ngadain pesta?" usul raya.
__ADS_1
"Pesta apa kak?apa pesta ulang tahun?" tanya Yona bingung.
"Bukan.tapi pesta wine," ucap raya antusias.
"Bukannya wine itu minuman yang memabukkan,ya?" Yona menatap raya untuk meminta penjelasan.
"Benar sekali.mabuk bisa membuat seseorang merasa beban di pikirkan nya musnah,dia dapat membuat pikiran kita lebih fresh lagi.makanya kakak ingin mengajak mu agar kamu tidak kesal lagi," jelas raya.
"Aku setujui atau tidak,ya?tapi jika orang rumah tahu aku mengadakan pesta bisa mampus aku,terutama kalau sampai bang baja tahu aku minum alkohol bisa mati aku di tangannya.tapi,aku penasaran dengan minuman alkohol itu,apa aku setuju aja
,ya,lagi pula baru kali ini aku melakukan pesta seperti itu?"
"Loh,malah bengong.setuju atau tidak dengan pesta yang kakak bilang tadi?" tanya raya membuat Yona sadar dari lamunannya.
"Setuju kak.kapan lagi coba bisa berpesta sambil minum wine?" ucap Yona dengan ragu.
"Kamu memang adik ipar ku.kalau begitu kakak akan persiapkan semuanya,kita akan berpesta malam ini," senang raya sambil memeluk Yona erat.
"Hore,akhirnya kita bisa pesta!" antusias Yona.
Raya memilih lantai atas untuk ia mengadakan pesta,tempat itu telah ia dekor layaknya tempat karaoke.malam ini dia berniat untuk mabuk sampai pagi sembari berjoget dan bernyanyi.
"Sudah,dong.kamu tahu kakak yang mendekor ruangan itu agar semuanya menjadi sempurna," ucapnya bangga.
"Benarkah.seharusnya kakak membangunkan ku,agar aku bisa membantu kakak," ujar Yona.
"Aku bisa melakukan nya sendiri.lagi pula aku tidak tega membangunkan mu," ucapnya merapikan rambut Yona.
"Kakak memang pengertian.aku mau mandi dulu kak,kakak makan malam duluan saja," ucap Yona.
"Baiklah,jangan lama mandinya.kakak akan menunggu mu di meja makan," pesan raya lalu meninggalkan kamar itu.
Raya telah duduk di meja makan,sekilas dia mencari keberadaan Ani tapi sepertinya musuhnya itu tidak ada di sana.
"Mana pelayan murah*an itu?" tanya raya.
"Tidak tahu,nona!"
__ADS_1
"Aku harus mencari wanita itu.jika aku tidak menemukan nya,bisa gagal rencana ku malam ini.ani harus masuk dalam perangkat yang aku buat."
Raya meninggalkan meja makan itu begitu saja,dia pergi ke taman belakang untuk mencari ani.ternyata dugaan nya tak meleset,orang yang ia cari sedang duduk termenung di sebuah kursi.
"Aku tahu kamu merindukan nenek mu," celetuk raya membuat Ani sedikit kaget.
"Mau apa kamu kemari?" ketus Ani sembari menatap tajam raya.
"Aku hanya ingin memberikan tahu mu sesuatu.karena tadi kamu mau memakan nasi itu maka nenek mu akan ku bebaskan," ucapnya dengan tersenyum penuh arti.
"Jangan membual pada ku,telingaku sakit karena mendengar omong kosong mu," balas ani tak percaya.
"Jika kamu tidak percaya kamu bisa membuktikan nya sendiri.temui nenek mu malam ini,dia ada di kamar tengah di lantai atas.ingat temui dia jam 23.00," ucapnya lalu pergi.
Ani terus melihat kepergian raya,dalam hati dia Masi bertanya-tanya apa yang raya ucapkan barusan Apakah benar atau tidak.
"Apa aku harus kesana?apa ucapan raya bisa di percaya?tapi jika benar nenek ada di sana,itu adalah kesempatan emas untuk ku membebaskan nenek dan membawanya pergi dari sini," gumam Ani.
Malam itu Ani di landa kebingungan,dia bingung memutuskan untuk pergi atau tidak.dia ingin meminta solusi pada Wiwit,tapi temannya itu telah terlelap di sampingnya.
"Apa aku bangunkan saja ya?aku harus meminta izin pada Wiwit untuk pergi kesana," gumam Ani.
Sekilas Ani melihat wajah yang terlihat tenang itu,rasanya ia tidak tega membangunkan Wiwit yang sedang bermimpi indah itu.
Dengan terpaksa ia pergi setelah meninggal secarik kertas di atas meja.dia berharap Wiwit membaca kertas itu,agar ia tidak kaget saat bangun tidak menemukan Ani di samping nya.
"Sepertinya ada yang berpesta?lantai atas tidak seperti biasanya,aroma alkohol sangat menyengat.apa mereka sedang mabuk?" gumam Ani sambil menelusuri lantai itu.
Karena penasaran dengan suara dentuman musik,Ani mencari asal suara itu.setelah mendapatkan nya ia memberanikan diri untuk mengintip,ternyata dugaan nya benar dua wanita sihir itu sedang berpesta.
"Ini kesempatan ku untuk membebaskan nenek.mereka sedang mabuk,pasti mereka lengah.aku bisa memanfaatkan situasi ini untuk mencari nenek! semoga saja nenek ada di kamar yang raya katakan padaku," doa Ani lalu pergi melanjutkan tujuan nya.
Pada akhirnya Ani telah berdiri di kamar tengah itu,sebelum membuka pintu Ani melihat sekeliling untuk memastikan keadaan.setelah ia rasa aman barulah ia membuka pintu itu perlahan.
"Kenapa kamarnya gelap?apa raya berbohong padaku?atau memang nenek ada di sini,mereka sengaja mematikan lampu agar nenek takut."
Ani melangkah dengan perlahan,di dalam kegelapan itu ia tidak menyadari ada seseorang yang mendekatinya.orang itu membekap mulut Ani dengan tangan nya,hal itu membuat ani langsung berteriak dan memberontak.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?apa raya menjebak ku?ya tuhan kenapa aku bodoh sekali,aku tidak berpikiran jika ini perangkap."