
Seorang pria yang mengenakan kemeja hitam tengah memandangi gemerlap nya alun-alun kota,dia saat ini sedang mengamati keindahan itu dari ruangan kebesaran nya.
Sudah tidak terasa dua tahun telah terlewati begitu cepat,peristiwa kelam yang ia alami hingga kini masi membekas di lubuk hatinya.karena peristiwa itu dia memilih menjadi seorang mafia untuk memberantas habis musuh-musuh nya agar tidak ada yang menganggu kelurganya dan peristiwa kelam itu tidak kembali terulang.
"Tuan,nyonya meminta anda pulang.nyonya,meminta anda makan malam di mansion utama," ucap satria menunduk hormat.
"Bilang padanya,malam ini aku ingin menebas kepala ikan.aku tidak bisa pulang dan aku sibuk!aku tidak punya waktu dengan anak temannya itu," tolak baja seakan tahu bahwa emaknya kembali ingin menjodohkan nya.
"Baiklah akan saya sampaikan.mengenai senjata itu,sejauh ini semuanya berjalan mulus.mungkin besok pagi akan sampai di tangan yang memesan," lanjutnya.
"Bagus.besok aku akan berjumpa dengan tuan Austin,aku ingin menagih kesepakatan itu!" balas baja lalu membuang putung rokok nya sembarangan.
Peristiwa dua tahun itu,membuat baja betah melajang.dia tidak berpikir untuk menikah lagi atau bersenang dengan wanita bayaran,menurutnya tidak ada seorang wanita yang mampu mengantikan posisi Ani di sisinya.
Hal itu membuat emak baja khawatir karena takut tidak ada yang mewarisi harta baja yang semakin hari semakin membengkak itu,selain itu dia juga merasa malu saat teman-teman nya mengira anak bujang nya itu adalah seorang pria impoten.
"Apa katamu?kepala ikan lagi!dengar satria,ini demi masa depan keluarga majikan mu,apa kamu tega membiarkan tuan mu itu terus melajang,tidak ada istri,tidak punya keturunan,apa itu yang kamu harapkan?kamu tahu tidak kamu telah gagal menjadi bodyguard sejati!"
Seperti biasanya kuping satria akan selalu berdenging karena tidak kuat mendengar ocehan itu.hampir setiap hari ia harus menanggung ocehan dari ratu maupun baja.
"Maaf kan saya,nyonya.untuk saat ini tuan ku benar-benar sibuk,anda tahu sendiri bahwa kami sedang mengerjakan proyek penting," balas satria sopan.
"Proyek kepala ikan maksud mu.kenapa kalian suka melakukan itu?kamu tahu karena hal itu anak ku tidak mau menikah hingga sekarang.pokonya aku tidak mau tahu besok anak ku harus ada di rumah titik."
"Salah lagi!" keluh nya sembari menghela nafas setelah panggilan itu terputus.
"Ada apa satria?" tanya seseorang tiba-tiba.
"Ah,tuan king satria." kagetnya repleks memegangi jantungnya. " tidak ada,hanya sedikit berbicara pada nyonya besar," lanjutnya dengan sopan.
"Apa dia kembali mengancam mu?" tanya satria dengan nada mengintimidasi.
__ADS_1
"Hehehe iya,king."
"Bilang padanya,lain kali cobalah berbicara padaku dan kurang-kurangi menindas mu." Pesan satria.
"Apa dengan begitu aku sudah bisa di katakan bodyguard perak,bukankah bodyguard perak adalah bodyguard yang cerdik yang mampu menyelesaikan masalahnya," serunya dengan mata berbinar.
"Tidak.kau terlalu polos untuk mencapai bodyguard perak,aku akui kau sangat pandai menjalankan usaha rahasia Kita,namun kau akan kalah jika berhadapan dengan tipu muslihat seorang wanita."
"Aku sedikit tidak mengerti ucapan mu," balasnya cengengesan.
"Sudahlah,lanjutkan pekerjaan mu."
Saat ini baja memiliki dua orang anak buah bernama satria.king satria adalah tangan kanan miliknya,yang senang tiasa menemani nya dari zaman purba hingga sekarang.sedangkan satria kecil adalah budak yang ia tangkap saat pertempuran beberapa waktu silam.
Melihat satria kecil sangat pandai saat melakukan sesuatu,membuat baja memilihnya untuk menjadi anggota nya.hal yang di suka baja dari satria kecil adalah kejujuran yang ia miliki.
Sedangkan di belahan kota lain,gadis manis sedang sibuk dengan kegiatan nya.seperti biasa dia akan bekerja paruh waktu di sebuah restoran ternama di kota itu.
"Aku akan segera makan,sedikit lagi cucian ku akan selesai!" balas intan sembari tersenyum.
"Ah,anak itu susah sekali jika di suruh makan.pantas tubuhnya Masi seperti gadis dan mungil kayak anak ABG,padahal kenyataannya dia seorang janda dan memiliki seorang putra," puji nisa di hadapan teman-temannya.
"Ia.zaman sekarang anak gadis tersingkir oleh pesona janda yang menggoda,apa perlu kita nikah dulu ya baru setelahnya menjanda," usul Vira.
"Ah,jangan ngaco lo.lo kira jadi janda itu enak,elo gak inget apa yang pernah kita lakukan saat pertama kali intan bekerja di sini?apa Lo sanggup melewatinya," bijak Nisa.
"Ia juga,sih.janda itu rentan akan cacian dan hinaan.
Obrolan mereka terhenti saat menyadari intan berjalan kearah mereka,mereka menghentikan obrolan itu agar tidak menyinggung perasan intan.mereka tidak mau peristiwa beberapa silam kembali terulang.
"Akhirnya Lo makan juga,gue takut entar bapak Lo datang terus nanyain ini itu ke gue,Lo tau sendiri bokap Lo kalau interogasi kayak gimana,bisa di kate polisi mah lewat jika di bandingin bapak Lo," oceh Nisa membuat intan hanya tersenyum.
__ADS_1
"Gue sempat berpikir,bahwa bokap Lo itu mantan detektif handal.intimidasinya itu di lakukan tiap hari tapi gue semakin sering ditanya semakin takut," timpal Vira.
"Ah,masa.entar coba gue tanyain ke bokap tentang perkiraan kalian barusan," canda intan.
"Jangan!!" cegah mereka serentak.
"Hahahaha ... kalian lucu sekali,sebegitu takutnya kalian sama bokap gue hingga belum bertemu orang nya saja kalian udah keringatan begini," ledek intan.
"Bokap Lo serem tau," imbuh Vira.
"Ia bokap lu serem,tapi anak Lo Adan gemesin banget,pengen ke rumah Lo ketemu Adan,tapi,kami takut di sambut bokap Lo," timpal Nisa.
"Main aja ke rumah gue,paling kalian akan disambut Priuk terbang dari bokap," canda intan lagi.
"Tuh,kan,bercandanya gak asyik."
"Hahahaha,canda."
"Oh,ya,tan.kepala mu apa sakit lagi,soalnya tadi gue sempet lihat Lo pegang kepala Lo sambil nahan sakit gitu," tanya vira.
"Ia,aku tadi merasakan sakit dan saat aku memejamkan mata aku seperti melihat kobaran api.entah apa maksud semua itu," keluh intan menghentikan makannya sejenak.
"Mungkin Lo punya masa kecil kurang bahagia maksud gue masa lalu yang kelam gitu," tutur Nisa.
"Entahlah,gue enggak ingat masa lalu gue.itu semua terjadi saat gue jatuh kedalam sungai dua tahun yang lalu," jelas intan.
"Apa kamu tidak ingin mengingat nya kembali?" tanya vira hati-hati.
"Kata ibu ku,masa lalu ku sangat buruk tidak ada hal yang pantas untuk dikenang.lagi pula penyakit amnesia yang menimpa ku permanen jadi mustahil jika aku dapat mengingat kembali kenangan itu."
"Mungkin itu udah jalan terbaik yang tuhan pilihkan untuk mu,dia sengaja menghapus memory kelam mu agar kamu tidak terpuruk," bijak Nisa.
__ADS_1
"Mungkin saja."