
"Dia itu memiliki tujuan lain intan,jika kau mau menerimanya ladeni dia hingga dia membawa keluarga nya ke rumah ini.jika kamu tidak mau maka ciptakan jarak di antara kalian."
Entah mengapa perkataan Karno beberapa waktu silam,membuat intan kepikiran hingga sulit untuk memejamkan mata.dia mengingat kembali perlakuan Vito selama ini terhadap dirinya dan juga Adam,memang intan sadari sangat berlebihan.
"Ibu,ya Allah kenapa bisa terjadi."
"Ibumu korban tabrak lari.aku adalah salah satu dari warga yang menolongnya."
Masi ingat jelas di ingatan intan,dimana hari Tini kecelakaan dan karena Vito ibunya bisa terselamatkan.memang intan sangat berhutang Budi dengan pria itu sehingga intan bisa berteman baik dengan nya.
"Dia mencintai mu intan,apa kau tidak sadar?"
"Dia pria baik.tidak ada salahnya kamu mencoba menjalin hubungan dengan nya,ibu hanya ingin yang terbaik untuk mu dan adam."
"Dia sangat cocok menjadi pengganti sosok ayah di sisi adam.terimalah dia,kau tidak akan menyesal."
Begitulah pendapat orang-orang di sisi nya.meski Vito tidak pernah mengungkapkan perasaan nya namun perlakukan Vito terhadap intan menguatkan orang di sisi intan mengetahui bahwa pria itu menaruh perasaan terhadap nya.
"Banyak yang perawan di luar sana.lebih baik aku mundur sendiri dari pada di sadar kan oleh kenyataan.memang Vito dapat menerima ku tapi bagaimana dengan keluarga nya.yang terpenting aku merasa tidak ada rasa apapun bersamanya,rasa cinta ku seperti telah tertawan pada suamiku."
Akhirnya malam itu intan bisa terlelap juga,meski agak larut.harinya selama bekerja berjalan baik sejak dua orang itu di pecat.harinya serasa berbeda saat Vito berteman dengan nya,dia berharap semoga Adam tidak terlalu lengket pada pria itu.
Sementara keadaan di bandara baja beserta keluarganya baru saja turun dari pesawat.dua tahun tinggal di luar negeri membuat ia melihat begitu banyak perubahan di ibu kota,sejujurnya ada kerinduan akan negara sendiri terutama pada seseorang yang masi menjadi misteri.
Kehidupan di luar negeri ia habiskan untuk memfokuskan diri mencari rekan mafia,tujuan nya agar ia bisa kembali ke negara tercinta tepat waktu.sesuai harapan mereka bisa pulang dan meninggalkan negara itu.
__ADS_1
"Akhirnya kita pulang,aku merindukan teman-teman ku.aku akan jalan-jalan dan menghabiskan banyak waktu untuk melepas rindu dengan makanan lokal," ucap Yona kegirangan.
"Tidak ada yang keluar rumah.keadaan Masi berbahaya,suka tak suka kalian harus berdiam diri di rumah."
Wajah yang awalnya senang kini berubah masam.tentu saja ia tidak suka dengan larangan itu,dia ini wanita mana akan betah jika di kurung dalam sangkar.ingin protes tapi ia takut di amuk oleh Abang nya itu.
"Boleh pergi tapi harus di kawal dan juga tidak boleh keluar terlalu sering,kalau sekali-kali menurut ibu tidak masalah."
Seperti biasa ratu akan memanjakan Yona,bahkan jika putrinya minta hidup di planet lain ratu akan mengabulkan nya.
"Sebulan sekali.tidak ada lagi bantahan!"
Menurut baja itu adalah larangan yang sangat memudahkan urusan Yona,tapi adiknya itu Masi merasa kurang puas.sebulan berada di rumah apa tidak lumutan.
Akhirnya semuanya kembali,tapi tidak di markas namun di mansion baru.baja menepati janji nya pada sang emak.ini adalah buktinya,dia telah membangun mansion lebih bagus dan lebih besar dari sebelumnya.
"Bisa-bisa nya kita terpana begini!"
Sadar karena dua wanita itu lamban,akhirnya baja berjalan lebih dahulu tentu saja sepanjang kaki melangkah semua pelayan yang menyambut nya menunduk hormat.begitu juga saat keluarga baja melewatinya.
Harta yang anaknya miliki ternyata lebih banyak dari perkiraan ratu,buktinya dengan mudah baja Menganti mansion yang terbakar dengan istana seperti ini.mulai sekarang ratu bertekad untuk tidak menahan keinginan nya,dia akan membeli apa pun tanpa pikir panjang.hidup bergelimang harta seperti ini tidak boleh di sia-sia olehnya.
"Kita seperti hidup di alam dongeng,mak.lihat semuanya terlihat megah,perabotan nya mengkilap semua.astaga benar-benar memanjakan mata."
Yona Masi terkagum-kagum dia merasa ini semua tak nyata,dia tidak pernah berpikir hidupnya akan di manjakan dengan harta sang abang.bisa di pastikan dia adalah seorang putri raja di rumah ini,dia akan memerintah sesuka hati pada para pelayan.
__ADS_1
Sementara itu baja telah berada di ruang kerjanya,sesuai permintaan nya ruang kerja itu sama dengan ruang kerja miliknya dulu.bahkan letak buku maupun perabotan lainnya di susun seperti sebelumnya.tidak ada yang berbeda dan semuanya sama persis.baja sedikit salut dengan kerja keras satria yang dapat mewujudkan keinginan nya.
Dia telah duduk,kini tinggal menunggu satria.selama di luar negeri dia meminta satria untuk menyelidiki kembali kejadian empat tahun silam dan hari ini dia ingin mengetahui apakah ada hasil atau tidak.
"Selamat datang kembali juragan," sapa Burhan.
"Hem.apa kau membawa hasil yang aku mau?" langsung ke intinya.
"Tentu saja tuan.semoga anda dapat menerima nya."
Dengan sopan pria paru baya itu menyusun beberapa berkas dan juga flashdisk.semua barang bukti telah berada di hadapan baja,dia memilih ingin melihat nya sendiri dan meminta dua orang itu meninggal kan nya.
Memerlukan banyak waktu untuk melihat secara rinci bukti-bukti itu.marah tentu saja bahkan rahang baja telah mengeras sejak tadi,emosinya siap untuk di ledakan terlebih ia tak menyangka bahwa keluarga nya turut adil dalam menyiksa istrinya.
"Bang*sat semua!biadab!"
Umpatan demi umpatan baja lontarkan,jangan di tanya bagaimana keadaan ruangan kerjanya tentu saja sudah berubah menjadi kapal pecah.burhan dan satria sejak tadi menunggu di luar dia tahu akan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan sehingga memilih menunggu di sana meski telah berdiri berjam-jam.
Cklek!
"Kumpulkan mereka,aku ingin melihat wajah penjahat itu!"
Baja memerintah tanpa mengenal waktu,padahal hari masih menunjukan jam tiga dini namun baja tidak peduli.amarahnya tidak dapat ia bendung lagi,dia tidak dapat menunggu lebih lama lagi semua rasa amarahnya ingin ia luapkan sesegera mungkin.
"Baik,juragan."
__ADS_1
Satria sangat tahu perangai tuannya,saat ini dia hanya perlu menurut dengan semua yang di inginkan baja.menolak berarti mengantar nyawa,karena dari pancaran mata baja sudah menyeramkan.dia tidak mau menjadi sasaran kemarahan tuanya itu.