Istri Juragan

Istri Juragan
Berkemah


__ADS_3

"Aghhh!perempuan itu! berani-beraninya dia membuat ku malu.sial!dia kembali seperti semula dia berani dan tidak patuh lagi.lihat,saja aku tidak akan membiarkan kamu hidup!kamu akan segera mati menyusul nenekmu! hahahaha ... "


Tok ... tok ... tok!


Suara ketukan pintu di kamarnya membuat raya langsung merapikan bantal dan selimut yang sempat ia lempar karena kesal pada ani.


"Yona,ada apa?" raya terkejut karena Yona lah yang mengetuk pintu kamar nya.dia jadi sedikit cemas karena dia takut Yona mendengar ucapan kemarahan dia barusan.


"Ada sesuatu yang harus aku beri tahu pada,kakak," ucapnya dengan ekspresi sedih.


"Masuklah terlebih dahulu,lebih baik kita bicarakan sambil duduk," usul Raya membuka pintu kamarnya secara lebar untuk mempersilahkan Yona masuk.


Setelah duduk saling berhadapan di temani sebotol minuman,kini raya dibuat semakin penasaran karena Yona belum juga memulai pembicaraan.


"Apa yang ingin kamu sampaikan padaku?" akhirnya raya memilih bertanya lebih dulu karena sejak tadi keduanya terdiam.


"Sebenarnya aku tidak enak hati menyampaikan hal ini." Mendengar hal itu raya semakin penasaran.


"Ayolah,katakan!" desak raya.


"Sebenarnya aku ada kegiatan di kampus,kegiatan ini sangat berpengaruh untuk nilai IPK ku.jadi mau tidak mau aku harus ikut acara berkemah ini.kak,maafkan aku karena harus meninggalkan kakak seorang diri di rumah,aku minta izin untuk berkemah," jelas Yona dengan sedih.


"Jika Yona pergi maka ini suatu keajaiban untuk ku,aku tidak perlu menjaga image ku lagi.aku bisa menyiksa Ani terangan-terangan dan yang terpenting rencana melenyapkan nya akan lebih mudah."


"Aku sangka tentang apa,teryata kamu ingin pergi berkemah.pergilah,kakak tidak apa-apa kamu tinggal," ucap raya sambil tersenyum.


"Beneran,gak apa-apa?" tanya Yona memastikan.


"Iya,adik ipar.kira-kira berapa hari kamu berkemah?"


"Mungkin semingguan dan lusa aku akan pergi,aku harap selama aku tidak ada di rumah kakak tetap disini menjaga rumah kami dan mewakilkan kami sebagai tuan rumah.anggap saja kakak sedang berlatih menjadi nyonya rumah di sini," terang Yona.


"Kamu bisa aja.malam ini tidur dengan kakak,ya?Kakak ingin puas-puas bersamamu sebelum kamu pergi berkemah," pinta raya.


"Ah,aku jadi bersalah meninggalkan,kakak," sesal Yona.

__ADS_1


"Jangan merasa begitu.semua ini demi masa depan kamu lagi pula kamu akan kembali tidak meninggalkan kakak untuk selama lamanya," balas raya menenangkan.


"Kakak pengertian sekali."


Sedangkan di sisi lain Ani sedang bercerita pada Wiwit Tetang perkelahian dia dan raya.mendengar cerita dari ani membuat Wiwit marah atas kejahatan yang di lakukan oleh raya dan juga ia merasa salut dengan keberanian Ani melawan rubah betina itu.


"Semoga saja dengan melihat keberanian kamu,rubah betina itu berpikir ulang untuk menyakiti mu lagi!" ucap Wiwit sembari menggenggam tangan Ani.


"Ia.aku akan tetap melawan dia,semua keberanian yang aku lakukan barusan itu muncul Dengan sendirinya.aku juga terkejut saat aku berani memukul orang dengan gagang sapu semua yang ku lakukan pada mereka tidak pernah aku lakukan sebelumnya," balas Ani terheran dengan keberanian itu.


"Mungkin itu karena janin di dalam perutmu.masi berbentuk gumpalan darah saja dia sudah berani apalagi nanti jika sudah lahir, bisa-bisa anakmu menjadi superhero," canda Wiwit.


"Superhero.berarti dia laki-laki,dong," cetus Ani.


"Lah,emang kenapa kalau laki-laki?ingat kita harus bersyukur atas apa yang kuasa beri!" balas Wiwit.


"Aku takut nanti dia mirip juragan," lirih Ani.


"Makin bagus jika mirip bapaknya.anggap saja jika tidak bisa hidup berdampingan dengan bapaknya dapat anak nya jadilah,dengan begitu kamu bisa hidup tanpa juragan," tutur Wiwit.


"Nah,begitu baru benar," balas Wiwit sambil tersenyum.


Tanpa terasa pagi telah datang membuat dua orang yang tidur dalam satu kamar itu terbangun,meski dengan berat hati Yona meninggalkan raya namun itu tetap di lakukan nya.


"Udah,wajahmu jangan murung begitu," tegur Raya yang memperhatikan wajah Yona sejak tadi.


"Aku sedih," lirihnya lalu memeluk raya.


"Ah,lebay.seharusnya kakak yang sedih tapi ini malah kamu yang sedih.seharusnya kamu itu seneng karena bisa refreshing bareng temen mu," ucap raya.


"Beneran kakak gak apa kalau aku tinggal," ucapnya tanpa membalas ucapan raya.


"Ini sudah sekian kalinya kakak menjawab hal yang sama.kakak tidak masalah kamu pergi," tegas raya membuat Yona tersenyum.


"I'ts ok.aku akan pergi,jika kakak merindukan ku silahkan telpon aku," pesan nya kembali bersemangat.

__ADS_1


"Baiklah.sekarang ayo kita sarapan lalu setelah nya kamu harus pergi ke kampus."


Dua orang wanita yang layaknya saudara itu kini telah duduk di meja makan.semua keperluan Yona telah di masukan oleh pak Mansur ke dalam mobil.


"Hati-hati!" ucap raya memeluk Yona dan mengusap punggung nya.


"Kakak juga hati-hati!" balas Yona memeluk erat.


"Udah sana pergi,entar ketinggalan bus," usir raya halus.


"Ok,aku pergi.good bay!" ucapnya lalu masuk ke dalam mobil.


Setelah mobil keluar dari pekarangan rumah,raya mengembangkan senyum merekah.sepertinya dia memiliki rencana yang matang untuk mengerjakan misi yang telah ia susun.


"Tidak ada lagi yang perlu aku takutkan.semua penghuni rumah telah pergi.hanya aku tuan di rumah ini.ani tidak lama lagi kamu akan musnah bersama bayi mu,aku tidak akan membiarkan mu hidup dengan tenang."


Siang itu raya mengundang Tito kerumahnya, sepertinya dia ingin membicarakan hal penting sehingga membawa Tito duduk di balkon lantai atas.


"Ada apa lagi?" ucap Tito seakan tahu tujuan raya memanggilnya kemari.


"Duduklah dulu,jika perlu minum dulu," tawar raya membuat Tito langsung memicingkan mata.


"Aku yakin kau menginginkan hal yang tidak biasa.jangan memberi ku beban yang berat,aku telah lelah melakukan nya!" balas Tito sambil meminum secangkir teh itu.


"Hehe ... kamu tahu saja," ucap raya senang Tito peka terhadap keadaan.


"Katakan apa lagi rencana yang ada di otak mu?" tanya Tito setelah meletakkan gelas itu di tempat nya semula.


"Membunuh seseorang," balas raya lalu tersenyum jahat setelah nya.


"Membunuh itu mudah,tapi menghilangkan jejak agar tidak seorang pun mengetahui itu sangat susah.maka dari itu jika kamu ingin semuanya cepat terlaksana kamu harus membantuku mencari ide agar semuanya berjalan mulus," terang Tito.


"Tenang.aku sudah mempunyai rencana makanya aku mengundang mu kemari,agar kamu dapat melakukan rencana ku."


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat dan juga mendengar pembicaraan itu.orang itu terus mempertajam Indra pendengaran untuk mengetahui rencana kejahatan itu.

__ADS_1


__ADS_2