Istri Juragan

Istri Juragan
Fitnah Mayang


__ADS_3

Mobil Sugeng melaju pelan ketika melewati jalanan kampung yang berlubang.


Bruakk!!


Entah darimana asalnya, seorang wanita tiba-tiba muncul didepan mobil Sugeng.


Sugeng berlari keluar untuk mengecek kondisi wanita yang baru saja ditabraknya.


"Mbak..! Mbakkk!" Sugeng mengguncang- guncangkan tubuh wanita yang terkulai lemas di depanya.


Melihat kondisinya yang lemah, Sugeng buru-buru menggendongnya dan merebahkan tubuh wanita itu di jok belakang.


Dalam perjalanan menuju rumah sakit, wanita terlihat mulai bergerak.


"Aku dimana?" tanya wanita itu begitu lemah.


Oh astaga.. Sugeng baru sadar, ternyata wanita itu adalah Mayang. Istri Sutris, dalam keadaan panik, Sugeng tidak bisa mengenali wanita itu sebelumnya.


"Kamu nggak papa?" tanya Sugeng sambil melirik sepion. Mayang pun terlihat bangkit kemudian duduk.


"Kepalaku pusing, kamu siapa?" tanya Mayang.


"Hah aku siapa? apa iya dia amnesia? tapi kelihatanya kepalanya gak luka." batin Sugeng.


"Nama kamu siapa?" tanya Sugeng ingin memastikan.


"Aku siapa? aku tidak tau siapa aku. Aaauuu! kepalaku sakit.." Mayang menjerit memegangi kepalanya.


Melihat Mayang yang terlihat kesakitan, Sugeng kembali panik. Pria itu semakin mengencangkan laju mobilnya, menerjang aspal berlubang sepanjang perjalanan.


"Aku mau dibawa kemana?" Mayang kembali bertanya.


"Ke rumah sakit."


"Jangannn!! jangan bawa aku ke rumah sakit! aku takut, tolong aku mohon, jangan bawa aku kesana. Bawa aku ke rumahmu saja. Aku tidak punya tempat tinggal, aku bahkan tidak bisa mengingat apapun."

__ADS_1


Setelah menimbang-nimbang, Sugeng pun membawa Mayang pulang ke rumahnya, mungkin Tutik bisa membantu mencarikan solusi.


"Loh Mas.. kok bisa pulang sama dia?" tanya Tutik ketika Sugeng sampai di rumah.


"Panjang ceritanya Dek, ayo bantu Mas carikan baju ganti. Mas mau mandi." ucap Sugeng sembari mengedipkan sebelah matanya, memberi kode kepada Tutik.


Mayang pun dibiarkan untuk duduk di ruang tamu sendirian, jelas wanita itu terlihat begitu mengagumi kemewahan rumah Sugeng. Sejak awal datang dan duduk, matanya tidak berhenti menyusuri seluruh sudut ruangan yang bisa dijangkaunya.


"Mas, kok bisa bareng sama perempuan itu sih, gimana ceritanya? terus ngapain dia dibawa kesini?" tanya Tutik ketika sampai di kamar.


Sugeng pun menceritakan mulai dari awal kejadian Mayang tertabrak, hingga Mayang yang hilang ingatan dan sampai dibawa ke rumah ini.


Tutik tersenyum miring saat mendengar cerita suaminya yang tidak masuk akal.


"Kok kamu malah senyum gitu sih Dek, kasih solusi dong. Aku harus gimana?"


"Mas yakin beneran nabrak dia?" tanya Tutik.


"Aku gak yakin Dek, kejadianya itu cepet banget, dia tiba-tiba muncul di depan mobil aku. Lagian mobil aku juga jalan nya pelan kok, kan masih di kampung."


"Menurut kamu, dia itu beneran amnesia gak sih Dek?"


"Ya enggak lah. Orang dianya sehat wal afiat gitu kok, amnesia dari mananya?"


"Terus.. Mas harus gimana dong?"


"Biarin aja! atau.. mas telfon gih, suaminya. Suruh jemput."


"Emm.. iya juga ya. Ya udah, aku hubungi Sutris dulu."


Beberapa saat kemudian Sutris datang dengan motor bututnya. Sebenarnya Sutris sudah tidak ingin peduli dengan Mayang, wanita itu sudah mengatakan akan minggat dari rumah dan tidak akan kembali lagi. Namun walau bagaimana pun, Mayang masih istri sah dari Sutris.


"Sugeng menceritakan rentetan kejadian yang di alaminya hingga Mayang bisa sampai berada di rumahnya. Mulai dari awal tabrakan hingga Mayang yang mengaku lupa ingatan."


Sungguh di luar dugaan, Mayang tiba-tiba menagis tersedu-sedu.

__ADS_1


Semua orang yang duduk disana sampai dibuat bingung, begitupun dengan Sutris.


"Mas Sugeng bohong!" Mayang meraung menunjuk-nunjuk Sugeng.


"Aku tidak pernah mengatakan kalau aku hilang ingatan! Aku juga tidak di tabrak! Aku sehat, aku tidak luka! dasar laki-laki baji*ngan! dia sudah menodaiku dengan sengaja." Mayang masih terus mennagis tersedu-sedu.


Tutik menatap horor suaminya, begitupun dengan Sutris. Sedangkan Sugeng tentu plonga-plongo kebingungan.


"Heh! jangan sembarangan ya kalo ngomong! kapan aku pernah nodai kamu?" bentak Sugeng tidak terima.


"Gila ya kamu Mas, bisa-bisanya kamu gak ngakuin kesalahan. Kamu minta aku buat masuk mobil kamu diem-diem. Kamu nyuruh aku duduk di kursi belakang, terus tiba-tiba mobil kamu kunci dari dalem, Aku gak bisa keluar dan kamu paksa aku buat ngelayanin nafsu bejat kamu itu! Kamu juga bawa aku kesini, janjinya mau ngakuin kesalahan kamu sama istrimu, tapi apa nyatanya? kamu malah bikin cerita bohong!"


BUGGHHH!


Satu bogem mentah berhasil mendarat di wajah Sugeng.


Tutik menjerit melihat suaminya mendapat serangan mendadak dari Sutris.


Sugeng yang tidak terima pun membalas dengan menonjok rahang Sutris. Begitupun sebaliknya, baku hantam pun tidak bisa dihindari.


"Stop! gila ya kamu! bodoh kalo kamu percaya sama omongan wanita siluman ubur-ubur ini. Sory, tapi aku lebih percaya sama suamiku." hardik Tutik pada Sutris.


"Oke nggak papa kalo gak ada yang mau percaya sama aku. Aku bisa buktiin kalo omonganku itu benar. Ayo kita ke mobil!"


Meskipun malas Tutik tetap menuruti kemauan Mayang. Keempat orang itu berjalan menuju mobil Sugeng yang terparkir di halaman rumah.


Mayang membuka pintu bagian tengah dan menunjukkan semua barang bukti pada semua orang.


Ada BH yang dibuang di bagasi mobil, Tutik pun melirik onderdil Mayang yang sepertinya memang benar, Mayang sedang tidak mengenakan benda itu.


Kemudian ditemukan juga CD renda-renda yang sudah bisa dipastikan milik Mayang.


"Sekarang uda jelas kan buktinya?" ucap Mayang sambil menunjukkan barang bukti.


"Sayang.. please jangan percaya! aku gak akan ngehianatin kamu, tolong percaya sama aku." Sugeng memohon agar Tutik tidak mempercayai cerita palsu Mayang.

__ADS_1


Tutik hanya diam membisu, sedangkan Sutris sudah tertunduk lemah di tanah, perasaanya begitu hancur membayangkan istrinya telah memadu kasih dengan laki-laki lain.


__ADS_2