Istri Juragan

Istri Juragan
Ani vs Raya


__ADS_3

Suara riuh mulai surut seiring kedatangan tiga wanita yang tampilannya memicu perhatian, bagaimana tidak mengundang perhatian saat ini tiga wanita itu yang semula rapi kini berantakan belum lagi luka di wajah mereka.


"Apa yang terjadi?kenapa wajah mereka seperti itu?"


"Apa pertarungan sudah di mulai?aku menyesal tidak mengikuti mereka bertiga."


"Dimana nona Ani,kenapa dia tidak terlihat sama sekali?"


"Diam!!" jerit putri sehingga suara bisikan itu terhenti,sungguh hatinya panas saat semua orang membicarakan nya.


"Ada apa ini?kenapa kalian jadi acak-acakan begini?" tanya raya tiba-tiba.


"Wanita itu telah gila,nona.mungkin karena stres memikirkan neneknya yang meninggal jadi dia gila," balas putri membuat yang mendengar nya kaget.


"Benar,nona.wanita itu memukul kami dengan gagang sapu dan lebih parahnya dia berani membenturkan kepala kami hingga benjol seperti ini," sahut teman putri.


"Tidak itu saja dia juga mencakar dan menjambak kami,dia hilang kendali sehingga kami susah untuk membawa dia kemari," sambung putri.


"Apa benar yang kamu katakan?aku masi tidak percaya wanita itu dapat melakukan hal ekstrem itu," ucapan raya mewakilkan para pendengar di sana.


"Itu,lah,kenyataan nya,nona.dia berpesan jika nona ingin menemui Dia maka nona lah yang harus mendatangi dia,bukan malah sebaliknya," sahut teman putri yang lainnya.


"*Wah!ada apa dengan nona Ani?dia kemarin lemah dan sekarang bisa melawan tiga orang sekaligus,benar-benar kemajuan yang pesat."


"Aku salut atas perubahan nya,semoga seterusnya dia menjadi wanita kuat dan mampu melindungi dirinya*."


Diam-diam ada mata-mata diantara banyak pelayan yang ada di sana,pelayan itu adalah oran suruhan pak Mansur untuk menyelidiki misi yang mereka jalankan.dia di tugaskan untuk mendekati raya.


"Dasar wanita terk*utuk itu!" amuk raya hingga berdiri dari duduknya.


Raya melangkah kaki dengan lebar,melihat kepergian raya membuat pelayan mengikuti dia sambil menjaga jarak beberapa langkah dari raya yang berada di depan.

__ADS_1


Karena penasaran membuat para pelayan tidak peduli dengan pekerjaan mereka maupun hukuman yang mereka dapatkan karena meninggalkan pekerjaan mereka.urusan itu semua belakang yang terpenting saat ini menyaksikan peperangan,kurang lebih begitulah pikir mereka.


"ANI!" Teriak raya saat berada di depan pintu.


Tanpa di sangka pintu itu terbuka dengan air yang membasahi tubuh raya.semuanya terkejut semua itu terjadi begitu cepat,sehingga membuat mereka kaget.


"Astaga,ternyata ada tamu.aku tidak sengaja membuang air cucian,aku kira tidak ada orang jadi aku membuang nya sembarangan," ucap Ani sambil meletakan ember di sisi pintu.


"KAMU! beraninya kamu menyiram ku dengan air kotor itu!" bentak raya namun ani tidak takut sama sekali itu terlihat dari senyuman yang Ani berikan.


"Baguslah,jika kamu menyadarinya," balasnya sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Kamu kira setelah memandikan ku dengan air kotor itu kamu merasa hebat!jangan memandang aku lawan yang lemah!" serunya sambil merapikan helaian rambutnya.


"Justru kamu,yang jangan mengira aku lawan yang lemah.jangan mentang-mentang aku selama ini diam dan tak berbunyi jika kamu sakiti,kamu dengan seenaknya saja berbuat sesuka hatimu."


"Apa perlu aku ingatkan posisi mu apa di rumah ini?dengar!kamu itu tamu jadi berprilaku lah sopan seperti tamu lainnya dan hormati tuan rumah di sini," ucap Ani membuat pelayan mulai berbisik-bisik.


"Hahaha ... biar aku tamu tapi aku masi punya kuasa di sini.sedangkan kamu,nona di sini tapi hanya kedok belaka.apa bedanya kamu dengan pelayan?bahkan jika pelayan dia di bayar sedangkan kamu tidak.apa bedanya dengan binatang?" hina nya membuat dada Ani sesak karena tiba-tiba terbayang perlakuan baja padanya.


"Apa kamu sedang menuduh ku pelakor?!"


"Jika bukan pelakor,lalu untuk apa kamu menginap di sini?semua orang tahu kamu mencintai suamiku yang tampan itu.kamu barusan mengaggap dirimu ratu sedangkan aku hew*an,lalu kenapa juragan memilih binatang ini dari pada ratu?kalian mau tahu jawaban nya!karena juragan tahu mana wanita yang baik dan yang buruk," jelas Ani membuat raya merasa hargai dirinya direndahkan.


"Baja memilih mu karena terpaksa,dia melakukan itu semua hanya memanfaatkan rahim mu dan juga demi engkongnya.kamu jangan gr bahwa baja menikahi mu karena dia punya rasa sama kamu," sanggah raya menentang penjelasan Ani barusan.


"Apa kalian percaya hanya dengan omong kosong saja?" ejek Ani.


"Kalian semua akan menjadi saksi di sini,semuanya harap diam karena ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan!"


Raya memainkan ponselnya lalu dia memutar rekaman yang sempat ia ambil beberapa pekan lalu.

__ADS_1


"Pulang dari Medan Abang harus menceraikan nya,nyawa kami bisa terancam jika berada satu atap dengan wanita jahat itu," pinta Yona.


"Tidak bisa,aku tidak mau menceraikan nya!"


"Astaga,bang.apa lagi yang Abang inginkan dari wanita nakal itu?" omel Yona tak percaya dengan tindakan abangnya itu.


"Aku tidak bisa melepaskan dia begitu saja,aku masi perlu rahimnya.aku ingin dia mengandung anak ku,lalu setelahnya aku akan membuang nya."


Rekaman terhenti di iringi senyum penuh kemenangan dari wajah raya. "Bagaimana,kasihan sekali nasibmu!sekarang kamu tahu posisi mu apa?"


"HM,ternyata kamu sudah mengetahui nya.sebelum aku menjadi istrinya kami sudah membuat kesepakatan itu,jadi aku tidak kaget lagi mendengar nya.kasihan kamu,ingin melihat ku nangis kejang,eh,malah gagal.karena aku sudah mengetahui nya lebih dulu," dusta Ani padahal dia berusaha mati-matian menyembunyikan rasa sakit di hatinya.


"Dasar wanita mur*ahan!Ternyata ada wanita di dunia ini yang mau menyewakan rahim nya begitu saja."


"Jika kamu yang di posisi ku pasti kamu juga mau melakukan nya.menjadi pelakor saja kamu lakukan apa lagi meminjamkan rahim mu.secara kamu begitu mencintai suamiku,apa pun akan kamu lakukan untuk mengambil pujaan hatimu dariku?" terang Ani.


"Jangan ngomong sembarangan kamu.harga diri ku lebih baik dari pada kamu!" amuk nya sambil menunjuk-nunjuk wajah Ani.


"Kamu benar.karena harga diriku telah tersentuh oleh suami ku jadi lebih rendah jika di bandingkan dengan wanita pelakor!" seru ani lagi membuat raya terpancing emosi.


Tanpa sengaja putri melihat gagang sapu di dekat Ani,melihat raya ingin menghampiri Ani membuat putri segera mencegahnya.dia tidak ingin apa yang Ani lakukan padanya kembali terjadi pada raya.


"Kamu! Jangan hentikan aku!" berontak raya dari cekalan putri.


"Lebih baik kita pergi,nona.tubuh anda basah kami takut anda masuk angin," bisik putri.


"Aku tidak peduli!"


"Lebih baik kita pergi.wanita di depan ini hanya sok kuat saja dia itu sebenarnya sedih karena mengetahui kebenaran nya dari anda," bisikan itu mampu membuat raya berhenti memberontak.


"Semuanya mari kita pergi!biarkan dia menangis,aku tahu hati mu begitu sakit saat aku mengingatkan mu bahwa baja hanya memanfaatkan rahim mu!" seru raya lalu pergi dan di ikuti oleh para pelayan.

__ADS_1


Ani menutup pintu Dengan perlahan,saat pintu telah tertutup dia langsung bersandar di pintu itu dan menangis hingga tubuhnya merosot ke bawah dan terduduk sambil menenggelamkan wajahnya.


"Aku membencimu,baja!aku tahu kamu benci padaku,tapi saat aku mendengar ucapan itu keluar dari bibirmu mengapa rasanya sakit sekali!jika suatu hari kamu menyesal aku akan membuatmu berlutut berulang kali di hadapan ku!"


__ADS_2