
"Hahahhaha,pasti dua orang itu malu,nih.gak sabar nih mulut gue ingin ngomel sama dua penjahat itu," tawa Nisa saat intan telah menceritakan kejadian itu padanya.
"Maksudnya?" bingung intan.
"Dua orang itu ngira Lo di pecat.masa Lo gak tahu tujuan Winda,sih," balas Nisa.
"Aku masi gak ngerti,nis?" jujur intan.
"Astaga,pantas saja kamu suka di Injak ternyata kamu sepolos itu," pungkas Nisa sembari menepuk jidatnya.
"Yeah,kamu.males ah ngomong sama kamu lagi.paham,paham sendiri.temannya Masi bingung bukannya ngejelasin malah ngomong gitu," rajuk intan.
"Ngambek!nih gue jelasin,buka otak cerdas Lo lebar-lebar.si Winda ngebodihin Lo,dia di beri perintah oleh mas lilik untuk meminta Rahmat buat nasi goreng.tapi emang dasar dia Mak lampir jadi dia sengaja nyuruh kamu,mana minta bikinin nasi goreng kampung lagi dan aneh nya kamu mau lagi di minta ini itu sama dia," geram Nisa menolak pelan kening intan.
"Yah,kan,aku gak tahu," kilah intan.
"Walaupun kamu gak tahu meski nya kamu berpikir.masa tiba-tiba bos Lilik mau nasi goreng kampung.tapi,gak apalah kamu dasarnya baik dan orang baik selalu di lindungi oleh yang maha kuasa," ucap Nisa lagi memeluk erat intan.
"Amiin."
"Tujuan mereka agar kamu di pecat,kan.tapi,yang terjadi malah kamu di kasi hadiah dan di tawarkan pekerjaan yang baik.emang,ya,orang berhati mulia seperti kamu akan dapat kebahagiaan walaupun diakhir," puji nisa bangga pada intan.
"Alhamdulillah,semua yang terjadi padaku adalah sesuatu yang baik.semua tidak akan terjadi jika tidak atas izin darinya," nasehat intan.
"Andai aku bisa seperti mu.penyabar dan dapat menyelesaikan masalah.tapi,itu mustahil aku ini suka panas jika tersenggol meskipun tak sengaja," ucap Nisa sambil tersenyum.
"Bisa,kok.coba biasakan puasa,insya Allah amarah kamu perlahan mereda," usul intan.
"Aku males.nanti kalau aku penyabar gak ada lagi yang lindungi kamu kalau di tindas," tolaknya.
"Alasan apa itu," balas intan tersenyum.
"Aku ke belakang dulu,ya," pamit Nisa tidak lupa dengan senyum liciknya.
"Mau ngapain.jangan buat masalah lagi,nis," nasehat intan seakan tahu tujuan Nisa.
"Gak,bisa janji.andai hari ini Vira masuk pasti bakal lebih seru," ucapnya lalu segera pergi dari hadapan intan.
"Nis,jangan kesana!" teriak intan mencoba menghentikan Nisa dan ingin mengejar temannya itu.
__ADS_1
"Intan,cepat kesini.bantu aku lap meja,sebentar lagi restoran mau buka!" panggil sisi.
"Oke."
Intan berjalan mendekati sisi,namun otaknya Masi memikirkan nisa.dia tahu jika Nisa sudah masuk dapur pasti keadaan dapur tidak akan baik-baik saja.
Dugaan intan benar,Nisa yang baru tiba tanpa ba bi Bu langsung mendekati Winda yang tengah memotong ikan.
"Salah.bukan begitu cara motongnya,gak rapi banget.nanti pengunjung akan mual jika melihat ikannya seperti ini," tegur Nisa yang sedikit mengagetkan Winda.
"Aku belum terbiasa memotongnya,jadi wajar jika Masi kurang rapi," balas Winda sekilas lalu kembali fokus ke pekerjaan nya.
"Gak kerjaan gak rencana menjebak intan semuanya gak rapi.makanya kalau anak baru jangan songong,kerja aja belum bener udah mau berbuat jahat sama intan!" ketusnya.
"Maksud Lo apaan?" murka Winda terpancing emosi,pelayan yang lain hanya mampu melirik kearah mereka.
"Lo senengkan.intan di pecat gara-gara ulah Lo,puas Lo sekarang!" bentak Nisa.
"Dia beneran di pecat?" ulang Winda tidak lupa dengan raut kebahagiaan yang mulai muncul dari wajahnya.
Plak!
"Sekali lagi berbuat jahat sama intan,gue gak segan-segan membuat Lo dalam masalah.lo kerja disini gue buat seperti neraka,tidak ada satu detik pun gue biarkan Lo tenang.jangan adu kejahatan sama gue,Lo bukan tandingan gue!" ancam Nisa sembari memegang dagu Winda dan lalu menghempaskan kasar.
Semuanya baru bisa bernafas lega saat Nisa telah pergi dari dapur.setelah Nisa pergi tak lama Kelvin datang,ia terheran melihat semua mata terarah pada Winda.
"Apa aku melewatkan sesuatu?" gumam Kelvin dia lalu mendekati Winda guna mencari tahu apa yang terjadi.
"Kenapa pipimu?" tanya Kelvin melihat legam di pipi Winda.
"Preman pasar baru saja memukulku," ketusnya membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan.
"Kenapa bisa?jangan bilang ini semua ada hubungan nya dengan intan," tebak Kelvin.
"Benar.tapi tidak masalah pipiku di tampar yang penting wanita itu di pecat," ucapnya senang.
"Intan jadi di pecat,serius," ulang Kelvin tak percaya.
"Nisa yang mengatakan itu," balas Winda melipat tangannya di dada.
__ADS_1
Semua yang mendengar berita intan di pecat menjadi heboh.mendadak dapur ramai membicarakan perihal itu.sedangkan orang yang tengah di bicarakan Masi santai di parkiran sembari meminum pop ice yang di belikan oleh temannya.
"Segerrr!" ucap intan karena dahaga nya terasa diguyur air sebaskom berkat pop ice itu.
"Enak,gak?" tanya Nisa.
"Ia,enak."
"Lain kali ikut gue bolos lagi,ya.kapan lagi bisa keluar beli es sama makan nasi?" ajak Nisa.
"Enggak.nanti kerjaan aku keteteran.jangan ajarkan aku untuk bolos,ya," ancam intan.
"Biar aja kerjaan Lo entar ada juga yang kerjakan.lagi pula Lo mau kerja bener atau enggak tetap di nilai salah di mata orang.lebih baik Lo kerja gak bener sekali biar ada untungnya," nasehat Nisa.
"Gak boleh gitu.aku kerja untuk dapat gaji bukan untuk di nilai orang lain.apa pun pendapat orang lain Tetang aku,aku gak peduli.yang aku tahu aku telah kerja dengan baik," bantah intan.
"Nih,bocah susah kalau di ajak gak bener," kesal Nisa.
"Udah,aku mau masuk dulu.bentar lagi makan siang,kamu mau maka bareng aku atau enggak?" tawar intan sebelum masuk kembali ke restoran.
"Barengan aja.nanti aku nyusul kamu di dapur," balas Nisa Masi setia dengan es di tangan nya.
"Oke."
Saat intan masuk ke restoran ia heran,karena semua mata menuju padanya.sangking herannya ia sampai memeriksa pakaian atau sesuatu yang terlihat aneh pada dirinya namun sepertinya tidak ada yang ganjal.
Karena penasaran ia memilih mendekati sisi,rencananya intan hanya sekedar ingin bertanya mengenai keanehan itu.
"Si,orang-orang itu ngapain ngelihatin gue?" bisik intan.
"Emang Lo gak tahu?" tanya sisi balik lalu di balas dengan gelengan kepala oleh intan.
"Semua orang bilang Lo di pecat," ucap sisi membuat mata intan seketika terbelalak.
"Apa??"
Sementara yang membuat isu hoax itu Masi anteng duduk di parkiran.ia baru saja berbalas pesan dengan seseorang.
"Gue pastiin Lo kena getahnya Winda,tunggu waktu mainnya!"
__ADS_1