
"Apa Anda kenyang,juragan?" tanya satria saat telah sampai di apartemen.
"Udah.hari ini aku makan banyak sekali,tadi saja di resto nasi Padang aku nambah beberapa kali," ucapnya terduduk sambil memegangi perut nya yang sedikit membuncit Karena kekenyangan.
"Apa anda tidak curiga atau merasa aneh?" ucap satria yang kini telah duduk berhadapan dengan baja.
"Maksudmu?"
"Jangan tersinggung juragan,ini hanya menurut pendapat saya.beberapa hari ini saya merasa aneh melihat anda.pertama anda sering mual tanpa tahu sebabnya,kedua anda mudah tersinggung dan merajuk.dan yang terakhir naf*su makan anda tiba-tiba memuncak dan menghabiskan makanan sebakul.itu jika di periksa pasti dokter mengatakan bahwa anda sedang ngidam dan kemungkinan nona Ani sedang mengandung," jelas satria panjang lebar dan sangat hati-hati.
"Kenapa kamu malah menerangkan keburukan ku?aku ini manusia jadi wajar jika mempunyai sifat buruk.jika kamu tidak senang dengan sifat buruk ku tidak usah bekerja denganku!" ketus baja tersulut emosi mendengar penuturan satria barusan.
"Benar apa yang saya katakan barusan.anda sangat mudah tersinggung,sangat sensitif sekali seperti ibu hamil," balas satria tidak takut sama sekali dengan kemarahan baja.
"Ani tidak mungkin hamil,aku tidak pernah menyentuhnya.meskipun beberapa kali dia menawarkan diri padaku tapi aku menolaknya," sanggah baja,tidak mungkin Ani hamil tanpa dia melakukan hubungan itu.
"Tapi perangai anda sangat,aneh."
"Sudahlah jangan di pikirkan.urusan wanita itu akan ku hamili dia saat aku kembali," imbuh baja.
"Akhirnya anda ingin memperbaiki hubungan anda dengan nona Ani,semoga kalian menjadi keluarga yang harmonis saat memiliki anak nanti," doa satria ikut senang dengan keputusan baja.
"Siapa bilang aku ingin hidup dengan nya?aku hanya ingin anak dari nya,saat anak itu lahir akan ku tendang dia dari rumah ku!" mendengar ucapan baja seketika rasa senangnya Satria berubah.
"Sadis sekali anda.kasihan nona Ani," balas satria.
"Jika kamu kasihan padanya,kamu saja yang menikahi dia," ucap baja enteng.
"Aku hanya mengingatkan,jangan sampai anda termakan dengan ucapan anda sendiri.nona Ani wanita baik anda akan menyesal karena telah berani mengatakan hal itu," nasehat satria lalu meninggalkan Ani.
"Hey!aku tidak akan pernah menyesal membuang wanita kotor itu!" pekik baja namun tidak di pedulikan oleh satria.
"Awas saja jika aku berhasil menyentuh nya nanti,saat aku tahu dia tidak perawa*n lagi aku akan melakukan nya dengan kasar." gumam baja lalu membuka ponselnya dan memperhatikan gambar dua anak manusia yang saling berpelukan.
"Bisa-bisanya dia berpelukan dengan pria lain di saat aku tidak ada,dia berani membawa pria di dalam kamar dan lebih parahnya pencahayaan di sana redup.aku tidak dapat melihat wajah pria itu!aku membencimu Ani,kamu berani mengukir karya di wajah emak ku dan yang lebih parahnya kamu berani bermain api di belakang ku,dasar pe*lacur!"
__ADS_1
Baja mendadak emosi hatinya memanas melihat foto itu,karena telanjur emosi dia membanting ponsel miliknya ke lantai.
***
"Aku sangat kesal sekali,gara-gara wanita itu hamil aku tidak bisa tidur dengan nyenyak.pokoknya anak itu tidak boleh lahir,dia sangat berbahaya jika berhasil hidup di dunia ini."
Raya sedang bersantai di tepi kolam sambil meminum jus mangga,untuk saat ini dia frustasi karena berita kehamilan itu.
"Setahuku,bahwa ibu hamil itu tidak boleh stress.apa aku menuruti usul Tito,ya? mengugurkan bayi itu dulu baru ibunya menyusul," pikirnya dengan senyum jahat karena memiliki ide di kepala nya.
"Bagaimana pun caranya anak itu tidak boleh hidup,dia tidak boleh menjadi ahli waris di keluarga ini.hanya anak ku yang boleh menguasai harta milik keluarga baja,mereka berdua harus mati!" gumam raya dengan ekspresi jahat.
"Aku harus pergi menemui wanita itu,aku punya kejutan untuknya.semoga setelah menerima kejutan dari ku dia akan langsung sakit hati dan keguguran," gumamnya lagi lalu pergi menemui Ani.
Melihat kedatangan raya,membuat banyak pelayan langsung berbisik-bisik mereka seakan tahu bahwa perang akan segera terjadi.
"Dimana ani?" tanya raya dia memilih duduk di salah satu kursi dan melipat kakinya layaknya seorang ratu.
"Dia ada di kamar pengasingan," balas putri sopan.
"Baik,nona."
Keadaan semakin riuh,banyak pelayan mulai berkumpul ingin melihat peperangan itu.mereka berani berkumpul dan berbisik itu karena raya tidak merespon sama sekali apa yang mereka lakukan.
Sementara itu Ani kaget saat pintu kamarnya terbuka dan memperlihatkan tamu yang tidak di udang telah berdiri di sana.kebetulan dia hanya seorang diri hari ini,Wiwit baru saja pergi ke rumah sakit untuk mengambil obat.
"Mau apa kalian kemari?" tegur Ani tak senang.
"Kamu harus ikut kami,nona raya ingin bertemu dengan mu," ucap putri.
"Jika dia ingin bertemu dengan ku suruh dia kemari,bukan aku yang harus menemui dia!" tolak Ani.
"Kami punya dua pilihan untukmu,mau pergi secara baik-baik atau kami akan menyeret mu secara paksa," imbuh putri dia mengira Ani pasti akan pergi dengan baik-baik.
"Tidak dengan keduanya," tolak Ani dengan senyum mengejek.
__ADS_1
"Seret dia secara paksa!" titah putri pada dua teman nya.
Ani diam saja saat dua orang itu mulai mendekatinya,namun saat dua orang itu selangkah lagi mendekati nya.ani langsung menangkap kepala mereka dan membentur kan dengan kuat sehingga menimbulkan bunyi yang keras.
"Aww!" ucap mereka secara bersamaan.
"Kamu!" geram putri tidak menyangka Ani melakukan hal itu.
"Kenapa?apa kamu pikir hanya kamu saja yang bisa berbuat jahat?!" tantang Ani dengan wajah datarnya tanpa peduli dua orang didepan nya meringis.
"Kamu memang harus di beri pelajaran!" kesal Putri mendekati Ani dan ingin menarik rambutnya.
Sebelum tangan putri menjambak rambutnya,ani telah menepis tangan itu mengunakan gagang sapu di depannya.
Gagang sapu itu retak karena Ani menepis tangan itu dengan begitu kuat.
"Arghh!Aw!tanganku!" jerit putri meringis sambil mengusap tangannya yang membiru.
Dua teman putri mendadak takut dengan sosok ani,dia mundur beberapa langkah saat mata ani menatap kearah keduanya.
"Kenapa?ingin merasakan gagang sapu juga," tawar Ani sengaja memainkan gagang sapu di tangannya.
"Ti-tidak!" ucap mereka serentak.
"Seharusnya kalian berpikiran dua kali saat ingin menemui ku,jika seorang menerobos masuk ke sarang ku.aku tidak akan membiarkan mereka keluar dengan keadaan baik," ucap Ani dingin membuat semuanya takut mendengar nya.
Ani mulai mendekati mereka,rambut yang semula rapi kini menjadi berantakan karena ani menariknya secara kuat.mereka mencoba melakukan perlawanan namun sayang ganggang sapu yang Ani genggam akan mengenai tubuh mereka,jika mereka berani melawan.
Alhasil semuanya mendapat luka cakaran di wajah dan rambut yang berantakan,belum lagi luka legam-legam di tubuh mereka.
"Pergilah,aku telah bosan bermain dengan kalian.lain waktu mampirlah kemari lagi," ucap Ani lalu membanting pintu dan menguncinya dari dalam.
"Hiks ... hiks ... sakit sekali," tangis salah satu diantara mereka.
"Sudahlah jangan cengeng!" tegur putri dengan bibir bawah yang lecet karena Ani membenturkan wajahnya kelantai.
__ADS_1
"kenapa nona Ani bisa sesadis itu?" gumam nya.