Istri Juragan

Istri Juragan
Dibohongi


__ADS_3

Lasmi pingsan,ternyata orang itu menaruh obat bius di dalam kain itu sehingga ketika Lasmi menghirupnya ia langsung pingsan.


"Tikus kecil telah di tangani."


"Bagus.jaga dia baik-baik,jangan sampai dia kabur dari sana.jika dia berhasil lolos maka siap-siap menerima hukuman dariku," ancam Tito.


"Siapa yang menelpon mu?" tanya raya setelah Tito menyimpan ponsel nya.


"Anak buah ku."


"Apa mereka menjalankan perintahku dengan baik?pelayan tidak tahu diri itu telah kalian tangani," oceh raya penasaran.


"Dia telah di sekap,aku harap tidak ada yang mencarinya," balas Tito.


"Akhirnya wanita itu tertangkap.aku akan membuat tidak ada yang mencarinya,aku akan bilang dengan kepala pelayan bahwa si Lasmi itu pulang kampung," jelasnya dengan senyum penuh kemenangan.


"Ide yang bagus.kamu pulang kerumah apa tidak takut di curigai oleh Yona?" tanya Tito was-was.


"Tentu saja tidak,soalnya aku pergi saat situasi benar-benar aman," ucapnya sambil memakan buah apel.


"Baguslah kalau begitu."


Raya memutuskan untuk pulang kerumah nya,dia meminta izin pada Yona dengan alasan ingin mengambil beberapa baju miliknya.


Saat berhasil mengelabui Yona,dia diam-diam mengabari Tito untuk bertemu dengan nya.dan disini lah ia berada di tepian kolam renang sambil memakan buah.


"Aku ingin menghubungi baja,aku ingin memberi tahu dia soal emaknya terluka.semoga saja setelah mengetahui hal itu dia langsung membenci Ani dan kembali menuduh Ani sebagai pembunuh engkongnya," raya menjelaskan ide berlian nya.


"Pantas saja kamu nekat pulang kerumah, ternyata kamu ingin melakukan hal ini.kamu wanita pintar," puji Tito.


"Memang aku pintar kamu saja yang lambat menyadarinya," ucap nya angkuh.


"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu,aku ingin melihat wanita yang baru masuk dalam perangkap ku," pamitnya.


"Jika kamu selera dengan tubuhnya,langsung nikmati saja," canda raya.


"Ah,kamu tahu aja sifat buruk ku," ucap nya sedikit keras lalu melanjutkan langkah kakinya.

__ADS_1


Raya mulai mengotak Atik handphone nya,dia memberanikan diri menghubungi baja.dia berniat untuk mengadu domba baja dan Ani agar pujaan hatinya itu semakin membenci Ani.


"Hallo."


Hati raya langsung bergetar hebat,suara yang sangat ia rindukan itu begitu syahdu di telinganya.rasa rindu di hatinya semakin berkobar,ingin rasanya ia menyusul baja ke Medan untuk mencurahkan rasa rindu di dadanya.


"Hallo!!"


Raya menjauhkan handphone nya beberapa saat,pekikan baja sungguh membuat telinga nya berdeging.munhkin baja kesal karena tidak ada sahutan dari nya sehingga berkata besar seperti itu.


"Ia hallo.baja ini aku raya,ada sesuatu yang ingin aku kasi tahu padamu?" ucap raya dengan cepat takut baja memutuskan panggilan.


"Ternyata kamu!cepat katakan,aku tidak punya banyak waktu!"


"Baja ... hiks ... hiks .... Em-emak mu," lirih raya pura-pura menangis sesenggukan.


"Emak ku kenapa?bicara itu yang benar jangan sambil menangis!"


"Emak mu terluka,dia berkelahi dengan istrimu," adunya masi dengan akting menangis.


"Apa??apa diantara mereka ada yang terluka?"


"Apa yang dilakukan wanita gila itu pada emak?kenapa wajah emak bisa terluka?apa di rumah tidak ada pelayan dan penjaga sehingga hal konyol seperti ini bisa terjadi?"


"Perkelahian itu terjadi tiba-tiba.setau ku perkelahian itu terjadi karena Ani tidak terima jika emak memberi dia nasehat untuk berprilaku sopan pada teman emak.tapi sayangnya Ani malah emosi dia mengigit serta memberi cakaran di wajah emak," bohong nya.


"Apa yang kamu katakan benar?jika sampai aku tahu kamu berbohong maka aku tida akan mengampuni mu!"


"Aku berkata apa adanya,terserah kamu mau percaya atau tidak.yang jelas aku hanya ingin memberitahu keadaan emak!"


Cukup lama tidak ada pembicaraan lagi,hal itu membuat raya melihat handphone miliknya.ternyata baja telah memutuskan panggilan,hal itu membuat raya kesal.


***


"Sepi lagi,Kak raya mana,sih.kenapa udah sore gini dia belum pulang?" cemas Yona sambil melihat halaman rumah di jendelanya.


Tak lama suara handphone di atas meja membuat ia langsung menghampiri handphone nya,meski awalnya ia kaget dengan orang yang menelpon nya tapi dia tetap mengangkat panggilan itu.

__ADS_1


"Hallo,tumben bang baja nelpon aku.abang kangen,ya,sama aku," goda Yona senang mendapat panggilan dari baja.


"Aku sedang tidak ingin bercanda.dimana emak?aku ingin berbicara padanya."


"Emak ke Singapura,bang.abang tahu beberapa hari lalu Ani membuat karya di wajah emak dan Abang tahu seberapa panik nya aku melihat wajah emak yang cantik menjadi seperti itu.jika tidak mengingat dia itu istri Abang mungkin dia sudah aku lenyap,kan," omel Yona .


"Kenapa mereka bisa berkelahi?apa yang mereka rebut,kan?"


"Kemaren ada teman sosialita emak datang kerumah,jadi emak berniat untuk mengenalkan Ani pada teman-teman nya.tapi si Ani ini tidak tahu diri dia berkata tidak sopan sehingga teman emak tersinggung dan pergi begitu saja.setelah tamu pergi mereka pun berkelahi," jelas Yona.


"Apa hanya emak saja yang terluka?apa Ani juga mendapatkan luka?"


"Astaga di saat seperti ini Abang Masi memikirkan wanita itu,nyebut bang!ingat emak terluka parah karena wanita itu.emak ku terbaring di rumah sakit sedangkan dia bersenang-senang dengan teman pria nya," ucap Yona.


"Apa maksudmu?apa Ani tidur lagi bersama seorang pria?"


"Ia,bang.setelah berhasil melukai emak dia merayakan nya dengan bermain bersama seorang pria,jika Abang tidak percaya aku akan mengirim Poto nya.aku punya bukti bang dan bukti itu aku dapatkan dari kak raya," ucap Yona dengan yakin.


"Wanita sia*alan.aku kira dia berubah tapi ternyata dia semakin gila!"


"Pulang dari Medan Abang harus menceraikan nya,nyawa kami bisa terancam jika berada satu atap dengan wanita jahat itu," pinta Yona.


"Tidak bisa,aku tidak mau menceraikan nya!"


"Astaga,bang.apa lagi yang Abang inginkan dari wanita nakal itu?" omel Yona tak percaya dengan tindakan abangnya itu.


"Aku tidak bisa melepaskan dia begitu saja,aku masi perlu rahimnya.aku ingin dia mengandung anak ku,lalu setelahnya aku akan membuang nya."


"Kenapa Abang tidak menikah dengan kak raya saja untuk mempunyai anak,aku tidak sudi jika ponakan ku lahir dari rahimnya."


"Tidak bisa.surat wasiat engkong meminta agar aku harus mempunyai anak dengannya untuk mendapat warisan.kamu mau warisan itu di berikan pada wanita itu!"


"Ya ... tuhan.apa yang di pikirkan engkong, sehingga membuat surat wasiat seperti itu," ucap Yona tak habis pikir.


"Aku juga tidak tahu.aku minta sebelum aku kembali kamu harus awasi wanita itu,jangan sampai dia kabur dari rumah.aku belum balas dendam padanya jadi jangan biarkan dia kabur!"


"Baiklah,akan ku penuhi permintaan Abang."

__ADS_1


Panggilan itu terputus menyisakan Yona yang tersenyum senang,dia suka mendengar nada amarah dari mulut baja tadi.dia juga telah merekam pembicaraan dia dan baja,rasanya ia tidak sabar untuk memutar rekaman itu di hadapan Ani.


__ADS_2