Istri Juragan

Istri Juragan
Keanehan


__ADS_3

Saat ratu dan Jarwo masuk ke dalam,bertepatan dengan Yona yang baru saja turun dari tangga mewah itu.melihat dua orang yang ia rindukan telah datang secara tiba-tiba membuat dia langsung berlari dan memeluk emaknya.


"Aku sangat merindukan kalian?kenapa kalian datang secara tiba-tiba?aku hampir berpikir kalau ini hanyalah halusinasi aku saja," ucapnya dengan sangat bahagia.


"Ini semua keinginan emak mu,sebenarnya operasi itu hanya memerlukan waktu satu minggu.tapi,karena dia ingin membuat kejutan dengan terpaksa Abah berbohong," sahut Jarwo.


"Ah,kalian berdua kompak sekali sehingga aku berhasil di bohongi," puji Yona kini beralih memeluk abah nya.


"Abang mu mana?" tanya ratu yang merindukan anak laki-laki nya itu.


"Masi di Medan,Mak."


"Ya,udah.kalau begitu,emak sama Abah ke atas dulu,nanti kita makan malam bersama," ucap ratu.


"Baiklah,aku akan menunggu kalian di meja makan," balas Yona.


***


"Apa??kenapa mereka datang secara bersamaan?"


"Saya juga tidak tahu,juragan."


"Apa mereka menanyakan keberadaan wanita itu?"


"Sejauh ini belum ada,juragan."


"Bagus.aku akan segera pulang."


Panggilan pun berakhir dengan pak Burhan yang menghela nafas lega.pak Burhan baru saja menelpon baja untuk memberi tahu bahwa keluarga nya telah kembali.


"Semoga tidak ada masalah lagi." Doa pak Burhan.


Hari pun telah berganti malam,kini meja makan itu kembali terisi dengan tuan rumah yang biasanya.sejauh ini ruang makan itu penuh canda tawa dari tiga orang itu,lama tidak bertemu membuat mereka rindu sehingga mengisi meja makan itu dengan sedikit obrolan dan candaan.


"Hidung emak sedikit mancung,aku ingin seperti itu juga,bah," iri Yona.


"Operasi plastik itu berbahaya,apalagi ini Indonesia cuacanya bisa panas.apa kamu mau hidung mu itu meleleh saat berbaris di lapangan," ucap Jarwo membuat ratu tersenyum tipis.

__ADS_1


"Ah,Abah gak asyik.emak boleh operasi plastik kenapa aku gak di bolehin?" Yona mulai merajuk.


"Emak melakukan itu karena keadaan genting,jadi anak gadis ku tolong pahami Abah mu yang punya sedikit uang ini," timpal nya lagi.


"Oh,uang masalahnya.aku akan meminta pada Abang,pasti dia akan memberi ku uang," ucapnya lagi sedikit senang.


"Mintalah pada Abang mu yang pelit itu,uangnya pasti telah dis beri pada wanita miskin itu," sahut ratu.


"Tidak mungkin.abang kan gak suka dengan dia,mana mungkin Abang mau memberikan uang padanya," sanggah Yona cepat.


"Siapa bilang??" sahutan itu mengagetkan mereka.


"Abang!"


"Baja!!"


Ucap mereka serentak,saat melihat kehadiran baja yang datang tanpa di undang.baja menarik kursi nya lalu mendaratkan pantatnya di sana.


Meja makan yang mulanya terisi dengan candaan dan obrolan,berubah mencengkam saat kehadiran baja beberapa menit lalu.tidak tahan keadaan seperti itu ratu memilih menyapa anak bujang nya itu.


"Apa kabar,nak?kau terlihat semakin berantakan," sapa ratu dengan suara lembut.


Bukan nya suasana makin mencair tapi malah makin canggung karena mendengar jawaban dari baja.


"Ah,aku tahu pasti ini semua karena Abang tidak bertemu dengan kak ray- ... Ahhh!" teriak Yona saat baja melemparkan pisau buah tepat di hadapan nya sehingga pisau itu menancap.


"Apa yang kamu lakukan,baja?!" bentak Jarwo tak suka dengan perilaku baja.


"Jangan ada yang berani menyebutkan nama terkutuk itu di rumah ini,jika Masi ada maka aku tidak segan-segan menghukumnya!" ancamnya dengan suara dingin.


"Sebenarnya apa yang di lakukan ray- ... Arghh!" Belum sempat ratu menyelesaikan kalimatnya,baja telah memecahkan gelas kaca di depan nya.


"Sudah ku bilang jangan sebut nama terkutuk itu!!" bentak baja.


"Apa yang kamu lakukan baja?apa kamu sedang kerasukan?tega nya kamu memperlakukan emak mu seperti itu!" amuk Jarwo yang telah berdiri dari duduknya.


"Ia aku kerasukan dan menjadi gila karena wanita biada*b itu!kalian tahu bahwa dia beberapa waktu lalu berhasil mencuri surat wasiat engkong dan mengambil harta warisan keluarga ini!" jelas baja membuat mereka terbengong seketika.

__ADS_1


"Hahahaha ... Abang jangan bercanda,tidak mungkin kakak ku itu bisa melakukan hal itu," sanggah Yona sambil tertawa renyah karena tidak yakin dengan ucapan baja.


"Benar kata yona.ini pasti hanya kesalahpahaman saja,bisa saja istrimu mengarang cerita ini," timpal ratu mengira Ani yang menghasut baja.


"Dia telah meninggal,dia di bunuh oleh wanita yang kalian bangga kan itu!" ucap baja dingin.


Suasana kembali hening,semua mata kini tertuju pada baja.mereka mencari kebohongan dari nya namun sepertinya baja memang berbicara jujur.


"Apa maksud mu,nak?sungguh emak bingung dengan semua ini,kamu bilang dia mengambil harta kita lalu dia juga membunuh istrimu.rasanya itu mustahil bisa dia lakukan,apalagi jika dia seorang wanita," tutur ratu Masi berusaha menepis kebenaran itu.


"Tidak ada yang mustahil.wanita rubah itu mantan kekasih Miko,dia sengaja masuk ke keluarga kita untuk membalas dendam!" jelas baja lagi.


"Apa??" ucap mereka serentak.


Hening beberapa menit,hingga Abah kembali membuka suara.


"Lalu di mana wanita itu?" tanya Jarwo.


"Dia telah aku lenyapkan.mulai sekarang kalian bertiga tidak ku izinkan lagi untuk membawa orang asing di rumah ini,tidak ada lagi yang menjodohkan aku dengan wanita manapun.jika kalian Masi melakukan nya,maka aku persilahkan untuk angkat kaki dari rumah ini!" ancam baja lalu pergi dari meja makan itu.


Semua nya terasa hambar saat mengetahui kebenaran dari mulut baja barusan,mereka Masi merasa bersalah karena membawa raya kedalam rumah mereka.membawa gadis itu sama saja membawa masuk harimau kedalam rumah.


"Kenapa kenyataan sepahit ini?" keluh Yona mengacak rambutnya.


"Emak Masi tidak percaya,bahwa dia adalah musuh kita.sejauh ini emak melihat dia sosok yang baik dan sangat cocok bersanding dengan baja.namun,ternyata dia orang yang ingin membunuh baja," sedih ratu.


"Jika dia tidak baik,maka dia tidak akan di terima di keluarga ini.makanya awal mula ingin menjalankan rencananya dia sengaja mencuri perhatian kita agar kita menaruh rasa suka dan kepercayaan padanya,wanita itu sangat licik!" imbuh Jarwo.


"Harapan ku semoga baja tidak menjadi gila karena hal ini,aku takut dia kembali terjun ke dunia kelamnya seperti dahulu," harap ratu.


"Semoga saja!"


"Pasti saat ini perasan bang baja sedang sedih,dia baru saja di tinggal oleh istrinya.entah apa yang di lakukan wanita itu pada Ani?" celetuk Yona tiba-tiba penasaran dengan misteri kematian kakak iparnya itu.


"Dia pantas mati.aku tidak mau memiliki mantu seperti dia!" balas ratu.


"Shtt.kecilkan suara mu,jika sampai baja mendengar nya aku tidak bisa menolongku!" nasehat Jarwo sembari membekap mulut istrinya.

__ADS_1


"Kenapa rumah ini menjadi mengerikan?kita seolah takut jika tiba-tiba bang baja menjadi monster," bingung Yona.


"Lebih baik kamu diam saja.mulai sekarang jaga ucapan kalian,karena jika terdengar kalian menyebut sesuatu yang tidak dia sukai maka bersiaplah menerima konsekuensinya.kau tidak pernah melihat sisi lain dari Abang mu bukan,jadi jangan coba-coba memancing amarahnya!" nasehat Jarwo seolah itu tanda bahaya yang harus di patuhi oleh mereka.


__ADS_2