
Meski pun mengetahui kehadiran Lilik hal itu tidak menghentikan Nisa untuk berkelahi.dia seperti orang kesurupan saat memukul dua orang itu hingga tanpa sadar tangga nya mulai memerah karena terus memukul,menjambak bahkan menendang.
"Astaga,apa yang kau lakukan?!" geram Lilik karena Nisa tak kunjung berhenti alhasil dia menarik Nisa dari dua orang itu.
"Lepas!!" bentak Nisa tak suka dengan lilik yang memegang tangan nya.
"Mereka bisa mengalami luka serius jika kau tetap memukul mereka," nasehat Lilik.
"Aku tidak peduli!mereka terlalu jahat untuk di kasihani!" marahnya.
"Kau juga pernah jahat,apa kau lupa siapa yang mengunci Dia saat berada di pendingin makanan?kau pernah berbuat jahat bahkan lebih jahat dari kami.jangan sok suci Lo!" sarkas Kelvin tak jera terkena pukulan dari Nisa.
"Aku melakukan itu karena hasutan mu,kau yang membuat aku jahat,kau juga yang memfitnah intan sampai kami membenci dia.lo laki-laki be*jad,tak tahu malu,tak punya hati,yang buruk semua ada padamu!" maki Nisa ingin menghajar Kelvin namun segera di tahan oleh Lilik.
"Aku tidak memfitnah,dia memang wanita murahan.ingat,ya,tidak ada wanita baik-baik yang mau menginap di hotel dengan bos,mana lagi hamil lagi.apa itu namanya coba kalau tidak murahan," tuduh nya lagi.
"Aku tidak menginap disana,kami hanya singgah.waktu itu aku kehujanan dan bos ketemu aku di jalan,saat itu bos turun menghampiri ku jadi kami berdua sama-sama basah.karena hujan deras kami singgah di hotel untuk sekedar berganti pakaian dan lalu setelah nya pulang." sahut intan.
"Aku sudah berapa kali menjelaskan nya kenapa kalian tidak mengerti,kenapa kalian selalu membuat cerita itu seakan-akan aku memang murahan," lanjut intan sembari menahan tangis.
"Alah,sok suci lo.denger,ya,gak ada Lo*nte ngaku Lo*te!" sanggah Kelvin.
"Lepas,aku ingin meratakan mulutnya itu!" berontak Nisa yang sudah geram.
"Gaya Lo aja sok alim,tapi rupanya pernah naik ranjang bos.pantes punya anak tanpa ayah, ternyata sering jual diri," cetus Winda lagi membuat intan tak mampu menahan air matanya.
"Kalian berdua silahkan angkat kaki dari restoran ini.mulai Sekarang kalian saya pecat!!" pungkas Lilik tegas.
"Tidak masalah.kerjaan murah seperti ini untuk apa di pertahankan.lagi pula untuk apa bekerja satu atap sama orang pezina,gak berkah gaji gue," ucap Kelvin berdiri sembari merapikan kembali pakaiannya.
"Silahkan pergi.disana pintu keluarnya!" ucap Lilik dengan emosi tertahan.
"Biasa aja kali.kayak ini restoran punya Lo aja,ingat Lo itu Masi babu jadi jangan berlagak seperti bos," cetusnya lagi.
__ADS_1
"Jangan banyak ba*cot Lo,sana pergi.apa perlu gue ingetin bahwa Lo gak di terima lagi disini?" kali ini Nisa membalikan ucapan Kelvin beberapa waktu yang sengaja di lontarkan pada intan.
"Bang*sad Lo semua!"
Setelah kepergian Kelvin,kini tatapan menuju pada Winda yang masi termenung tanpa anda niat untuk sekedar berdiri atau pun pergi dari sana.
"Perlu aku seret!" tawar Nisa.
"Apa tidak bisa di pertimbangkan lagi?" gumam nya pelan.
"Tidak.sekali di pecat tetap di pecat.restoran ini tidak damai jika ada pekerja yang selalu ingin berbuat jahat," cetus Nisa.membuat Winda segera berdiri.
"Awas kamu!aku akan membalas perbuatan mu!" ancam nya menunjuk intan dari kejauhan.
"Hey,orang stres.yang mukul Lo dan caci maki Lo adalah gue.kenapa Lo ngancem intan,ha?sini sama gue kalau berani," teriak Nisa sedangkan Winda terus melanjutkan langkahnya.
Nisa celingak-celinguk memastikan dua orang itu telah menghilang.lalu setelah nya dia bertepuk tangan riang dan tertawa gembira.
"Akhirnya mereka tidak bekerja di sini," ucapnya dengan raut kebahagiaan.
"Gak sia-sia bukan saya mengirim video kriminal itu,jika tidak cara seperti itu pasti anda tidak akan percaya dengan kejahatan mereka," balas Nisa karena senang rencana nya berhasil.
"Emangnya video apa?" tanya intan.
"Tadi waktu kamu di ganggu mereka,aku bersembunyi di sana.lalu aku diam-diam videoin,terus video nya aku kirim sama bos.makanya bos bisa ada di dapur," jelas Nisa.
"Ia,saya rasa dia sudah merencanakan ini semua.apa kamu baik-baik saja intan?" tanya Lilik.
"Alhamdulillah baik bos,mereka tidak melukai saya," jawab intan.
"Baguslah jika begitu.urusan saya sudah selesai bukan,sekarang saya akan melanjutkan pekerjaan saya.kalian silahkan lanjutkan kerja juga," pamit Lilik.
"Silahkan bos,terimakasih hari ini membuat ku senang tidak seperti biasanya," balas Nisa.
__ADS_1
"Hem."
Setelah kepergian Lilik baru nisa ngobrol ringan dengan intan."Kucing garong nya udah aku usir,jadi tidak ada lagi yang berani nyakar kamu!" ucapnya cengengesan.
"Tapi,apa tidak kasihan.mereka akan menganggur untuk beberapa waktu,entah mereka akan mendapat kerjaan lagi atau tidak.seharusnya tadi aku tidak di sini agar perkelahian ini tidak terjadi dan mereka tidak di pecat," Sesal Nisa tak enak hati.
"Jangan kasihani mereka,mereka itu jahat pantas mendapatkan ini semua.semoga aja mereka menyadari kejahatan mereka dan tidak berbuat jahat lagi padamu mau pun orang lain," jengkel Nisa.
"Lalu apa bedanya dengan perbuatan kita,bukan kah kita barusan juga jahat sama mereka.semua manusia suka melakukan kesalahan termasuk mereka maupun kita,seharusnya kita menjauh dari orang jahat bukan malah melakukan hal jahat juga," jelas intan.
"Intan Saputri,baik boleh bodoh jangan,oke!" ucap Nisa sedikit tegas.
"Aku rasa mereka tidak melupakan hal ini,pasti suatu hari mereka akan membalas dendam padaku," ucap pelan intan Masi memikirkan hal tadi.
"Sudahlah intan,kita tidak tahu apa yang terjadi kedepannya.bisa jadi mereka akan berubah baik seperti ku,lebih baik berpikir positif saja dahulu," nasehat Nisa.
"Ia,semoga saja mereka berubah kearah yang lebih baik lagi.semoga suatu saat jika aku bertemu dengan mereka aku akan terkejut dengan perubahan itu," doa intan.
"Nah,gitu,dong.doa yang baik-baik untuk orang lain itu sama saja mendoakan untuk diri kita sendiri.bukan kah doa yang baik untuk seseorang akan mengarah pada kita juga," ucap Nisa.
"Subhanallah teman ku ini sedikit demi sedikit udah mulai paham agama," puji intan.
"Biasa aja kali lihatnya gak usah kaget gitu," balasnya.
"Hehehe dia salah tingkah,rupanya kamu bisa malu-malu juga," canda intan.
"Bisalah.sifat ku ini seperti bunglon dapat berubah-ubah sesuai keadaan di sekitar ku," sombongnya.
"Gitu,aja,lehernya panjang.gak,boleh sombong," intan mengusap wajah Nisa dengan tangannya.
"Asem banget sih bau tangan Lo," protesnya menjauhkan tangan intan.
"Biasa lepas garuk ketek tadi," canda intan.
__ADS_1
"Kampret Lo," ketusnya lalu di sambut tawa renyah intan.