
"Dekk.. kamu beneran percaya sama omongan perempuan itu? sumpah aku nggak ngapa-ngapain Dek. Perempuan itu cuma ngarang aja." Sugeng bersimpuh dibawah kaki istrinya, tangan pria itu menggenggam erat tangan Tutik.
"Emm gimana ya..? mau gak percaya tapi ada barang buktinya sih."
"Sayanggg.. please. Percaya sama aku."
Tidak lama kemudia Tutik tertawa terbahak-bahak, Sugeng pun sampai dibuat heran. Bingung, takut kalo istrinya kesurupan.
"Ya enggak lah, aku lebih percaya sama suamiku kok."
"Alkhamdulillah.." Sugeng menghembuskan nafas lega, bangkit kemudian memeluk dan menciumi wajah istrinya
"Aku uda punya istri sesempurna kamu Dek, buat apa aku masih mencari perempuan lain diluaran sana. Aku cuma cinta sama kamu Dek." Sugeng menciumi wajah istrinya bertubi-tubi.
"Iya-iya... tapi ya gak gini juga kali Mas, basah semua ini mukaku."
"Hahahaha..biarin aja."
__ADS_1
Gosip mengenai pelecehan yang dilakukan oleh Sugeng kepada Mayang sepertinya telah tersebar di seantero kampung.
Entah siapa yang menyebarkanya, namun Tutik yakin Mayang adalah dalangnya.
Seperti halnya Marni yang sekarang sudah menjadi bestie dengan Tutik, wanita itu buru-buru mengkonfirmasi mengenai berita yang beredar pada sumbernya langsung.
'Apa benar, berita yang sedang beredar itu Tik? ' tanya Marni melalui pesan aplikasi hijau.
'Berita apa memangnya Mar? belum nonton berita aku.' balas Tutik pura-pura tidak tau.
'Oh, jadi kau belum tau beritanya Tik? janji ya kalau aku kasih tau, kau tidak akan marah?'
'Itu loh Tik, kabarnya kok Juragan Sugeng, suami kamu itu ada main sama istrinya Sutris. Apa betul itu Tik? sudah ramai itu berita di grub gibah emak-emak Tik.'
'O... berita yang itu. Hanya fitnah saja itu Mar, tidak benar.'
'Ooo jadi begitu ya Tik, syukurlah kalau bukan berita benar. Kau pantas untuk bahagia Tik, kau itu orang baik, Juragan Sugeng pun orang baik, jadi aku tidak yakin sama berita itu, mnqgkanya aku tanya langsung sama kau. Maaf ya Tik. Nanti aku bantu jelaskan sama mamak-mamak yang lain.'
__ADS_1
Baru saja selesai perckaapan dengan Marni, lagi-lagi ponsel Tutik berdering.
Kali ini bukan pesan yang masuk, melainkan panggilan telepon dari Mamak.
Berita itu pun sudah terdengar oleh orang tua Tutik, Tutik pun menjelaskan rentetan kejadian dari awal hingga pengakuan Mayang dan Sugeng.
Orang tua Tutik, hanya mampu mendoakan agar masalah ini cepat selesai, dan Sugeng tidak terbukti bersalah.
Meskipun menjadi berita viral yang banyak dibicarakan, namun mengingat kebaikan Sugeng selama ini, membuat warga banyak yang tidak percaya.
Hingga menjelang malam, pintu rumah sugeng di ketuk seseorang dari luar.
Tutik bergegas membukakan pintu untuk tamunya, ternyata yang datang adalah Pak RT, Pak RW serta beberapa orang perangkat desa.
Tutik memanggik Sugeng setelah mempersilahkan tamunya untuk duduk, Tutik pun menyiapkan minuman serta beberapa cemilan.
"Mohon maaf jika kedatangan kami kesini mengganggu kenyamanan Pak Sugeng dan Bu Tutik, Saya sebagai RT disini hanya ingin mengkonfirmasi mengenai berita yang sedang beredar di masyarakat." ucap Pak RT memulai pembicaraan.
__ADS_1
Disaksikan oleh RT, RW dan beberapa orang perangkat desa, Sugeng menjelaskan kejadian yang sebenarnya, sugeng pun berani di sumpah jika tidak pernah melakukan hal itu terhadap Mayang. Sugeng pun bersedia melakukan apapun untuk membuktikan dirinya tidak bersalah.
"Baik, jika memang seperti itu cerita yang sebenarnya, besok Insyaallah kami akan mendatangi kediaman bapak Sutris dan bu Mayang untuk dimintai keterangan. Karena berita ini cukup ramai diperbincangkan, dan jika memang benar pak Sugeng tidak bersalah, maka Bapak bisa melaporkan bu Mayang ke Polisi atas tindakan pencemaran nama baik. Insyaallah kita akan dukung, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi di kemudian hari." ucap Pak RT sebelum akhirnya berpamitan untuk pulang.