Istri Juragan

Istri Juragan
Hadiah


__ADS_3

Baru saja kaki intan masuk kedalam restoran dia sudah di sambut oleh Winda dan Kelvin yang menghadangnya di depan pintu.


"Eh,loh semalem main bolos aja.lo gak tau apa semalam kerjaan banyak,enak banget Lo lari dari pekerjaan.emang Lo pikir nih restoran milik laki Lo!" cetus Winda judes.


"Gue semalam ada urusan.lagi pula gue udah izin kok sama pak Lilik," balas intan.


"Izin mata lo.kalau emang Lo udah izin gak mungkin semalam dia nyari lo.emang kelewatan banget sih Lo,udah cari masalah main pergi aja dan hari ini dengan seenak jidat nya aja Lo masuk.emang gak tau malu Lo," sahut Kelvin tak kalah pedas.


"Maksud kalian apa sih,aku gak ngerti?" bingung intan.


"Jika Lo ingin tahu.sono masuk ruangan bos,dari semalam dia nyari Lo!" sentak Winda tidak lupa mendorong tubuh intan hampir aja intan terjatuh.


"Eh,eh!apaan nih.lo berdua ngapain intan!" jerit Nisa yang melihat perlakuan dua orang itu.


"Bukan urusan Lo!" bentak Winda.


"Wah,nih bocah emang harus di beri pelajaran.anak kemaren sore udah berani natangi gue,sini Lo kalau berani!" amuk Nisa menunjuk wajah Winda namun segera di tahan oleh intan.


"Udah,nis.jangan diladeni," ucap intan agar tidak terjadi perkelahian.


"Lo pikir gue takut sama Lo!" cetus Winda membuat Nisa semakin meradang.


"Tentu.lihat wajah Lo yang sepucat kulit jeruk itu sudah menjadi bukti bahwa Lo itu penakut.jangan sok berani Lo!awas Lo,ya,dapat gue gak selamat hidup lo.jangan berani menindas yang lemah aja Lo!" cerocos nisa yang langsung mengundang pelayan yang lain keluar.


Kebetulan Lilik baru tiba.dia melihat perkelahian itu dari parkiran,rasa kesal tentu saja segera hadir di hatinya.ia belum sarapan namun sudah di sambut dengan perkelahian itu,tentu membuat ia emosi.


"Ada apa lagi ini?!" pekik Lilik meski dia Masi jauh tapi berkat suara seperti toa nya barusan membuat semua yang berkumpul mendengarnya.


"Udah,nis.jangan berkelahi!bos,udah dateng.nanti kamu kena sanksi lagi," bisik intan sedikit cemas.


"Aku gak takut dengan Lilik itu.berani menghukum ku atau memecat ku,ku pastikan burungnya tidak hidup lagi!" ucap Nisa yang telah di kuasai amarah.


"Kalian berkelahi lagi.kalian datang ke restoran ku ingin bekerja atau berkelahi,tidak bisakah kalian bekerja dengan damai!" ucap Lilik setelah berada diantara mereka.


"Tidak bisa!" jawab Nisa cepat.

__ADS_1


"Ya ampun,nis.kenapa kamu suka sekali berkelahi!" keluh Lilik karena setiap hari menyaksikan keributan yang di buat oleh Nisa.


"Selama di restoran Masi ada bocah songong itu aku tidak akan berdamai.kenapa kamu diam,mana mulut judes mu itu,mana tangan yang berani mendorong intan tadi.jangan sok kalem kamu saat ada bos,udah jahat muka dua lagi!pengecut Lo!" ucap Nisa sambil menunjuk-nunjuk wajah Winda.


"Udah!semuanya bubar!kamu Nisa jangan buat masalah lagi,nanti saya pisahkan shif mu dengan intan!" ancam Lilik.


"Pisahkan kalau berani.jika sampai itu terjadi saya pisahkan juga burung bos dengan bos,biar bos hilang masa depannya!" ancam balik Nisa tanpa takut sama sekali.


"Ya,tuhan.pakai cara apa lagi yang bisa membuat kamu berhenti membuat masalah," keluh Lilik dia takut Nisa mengeluarkan silatnya secara Nisa pernah memegang sabuk hitam.


"Pecat bocah itu.hilangkan dia dari restoran ini,aku tidak akan membuat masalah jika dia di pecat!" ucap Nisa lagi membuat wajah Winda tertunduk takut.


"Tidak boleh begitu.tidak baik memutus rezeki orang lain,semua orang memerlukan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk dia.gak boleh minta begitu!" nasehat intan.


"Nah,bener temen mu itu.kamu harus banyak belajar dari intan agar tidak mudah emosi sama orang," timpal Lilik.


"Kalau aku seperti intan mungkin banyak orang yang akan menginjak ku!" balas Nisa.


"Sudah! meladeni mu yang keras kepala tidak akan merubah apapun.lebih baik kalian bubar dan bekerja seperti biasa.dan intan kamu ikut keruangan saya," titah Lilik membubarkan keramaian itu.


"Silahkan duduk intan," ucap Lilik saat telah berada di ruangannya.


"Terimakasih,pak."


"Ini untuk mu," ucap Lilik menyodorkan gantungan kunci boneka beruang.


"Ini maksudnya apa ya,pak?" bingung intan tidak langsung mengambil gantungan itu.


"Ini hadiah untuk mu yang di beri tamu beberapa waktu lalu.dia suka dengan nasi goreng yang kamu buat,jadi dia beri ini sebagai tanda terimakasih," jelas Lilik langsung mengambil tangan intan dan menaruh gantung itu di genggaman nya.


"Nasi goreng," ulang intan Masi bingung.


"Bukankah kemaren nasi goreng nya untuk pak Lilik kok pak Lilik bilang barusan untuk tamu,ya.ini yang benar pak Lilik atau Winda.tapi,gak mungkin pak Lilik berbohong."


"Yah,malah bengong!" ucap Lilik menyadarkan intan dari lamunan.

__ADS_1


"Hehehe,saya Masi bingung," balas intan sembari menyimpan hadiah itu.


"Bingung kenapa?" tanya Lilik hingga alisnya bertaut.


"Ah,gak ada!" balas intan cepat.dia tidak mungkin menceritakan semuanya,bisa-bisa Winda di pecat karena itu.


"Oh,ya.tamu kemaren menawarkan sesuatu untuk mu,dia meminta kamu bekerja dengannya.dia akan menggaji kamu sangat besar jika kamu mau," ucap Lilik.


"Saya,gak bisa pak.saya udah nyaman bekerja di sini terlebih saya memiliki dua sahabat,belum lagi izin dari orang tua saya.sepertinya saya gak bisa bekerja di sana," tolak halus intan.


"Gak masalah.nanti saya akan sampaikan pada tuan Austin," ucap Lilik mengerti.


"Terimakasih,pak.saya udah boleh keluar?" tanya intan.


"Silahkan,lanjutkan pekerjaan mu!"


Saat intan baru keluar ruangan Lilik dia terkejut karena telah di sambut oleh Nisa dan juga Winda dan Kelvin.


"Rasain Lo di pecat,kan!makanya jangan banyak gaya," ucap Kelvin tersenyum puas.


"Emang,ya,kalau wanita gak bener itu selalu terkena sial.buktinya sekarang di pecat karena kemaren mau cari muka eh berakhir tak punya muka!" timpal Winda.


"Eh,mulut Lo gak pernah di kasi imunisasi makanya ngeluarin ****** terus!gak betina gak jatan sama aja mulutnya,mulut kelimut ayam Lo berdua!" cetus Nisa.


"Ini sebenarnya ada apa?kenapa kalian bertiga ada di sini?" tanya intan.


"Mereka berdua bilang Lo mau di pecat,karena perkara nasi goreng yang Lo buat untuk tamu itu.gue gak percaya makanya gue nungguin Lo dari tadi di sini," jelas Nisa.


"Itu hoax.nanti aja gue jelasin sama Lo,lebih baik kita ke belakang.gak baik buat keributan depan ruangan bos," ucap intan Segera menarik Nisa untuk menjauhi dua orang itu.


Setelah kepergian intan dan Nisa membuat dua orang itu kebingungan.padahal ia mengira bahwa rencana mereka berhasil,namun sejak mereka berdiri disana ia tidak mendengar suara amarah dari Lilik malah intan keluar dari ruangan itu dengan senyuman.


"Ini rencana Lo berhasil atau enggak,sih?" tanya Kelvin keheranan.


"Gak tau,gue," balas Winda juga kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2