Istri Juragan

Istri Juragan
Kejahatan Yona


__ADS_3

"Nenek!"


Ani terkejut mendapati keadaan kamar yang telah berantakan,hatinya semakin panik dikala ia melihat tetesan darah di lantai.karena pikirannya terlalu cemas ia menangis dia telah berpikir bahwa neneknya terluka.


"Ani!" jerit Wiwit yang baru tiba saat mengejar ani.


"Nenek!nenek ku di bawa mereka,aku harus menemui mereka!" ucap Ani dengan air mata mengalir begitu saja.


"Jangan gegabah.siapa tahu ini hanya jebakan mereka?" cegat Wiwit menegang erat tangan Ani.


"Aku tidak peduli.saat ini aku ingin melihat keadaan nenek,aku ingin nenek," lirihnya kalut.


"Tapi ... "


Ani segera melepaskan tangan Wiwit tanpa memperdulikan ucapan nya.dia berlari menjauh dari kamar itu untuk mencari nenek nya.


"Ya Tuhan,cobaan apa lagi ini.seandainya aku tidak melukai nyik lampir itu,pasti semua ini tidak terjadi pada Ani," sesal Wiwit lalu bergegas mengejar Ani.


***


"Lepaskan aku!lepaskan!aku ingin keluar dari sini!" gedor wanita tua dengan suara yang telah serak,mungkin karena dia terlalu banyak berteriak.


"Ya Allah apa yang harus hamba lakukan?sudah beberapa hari hamba tidak melihat cucu hamba,hamba sangat merindukan nya.semoga saja cucu hamba dalam lindungan mu," doa' dara.


"Kenapa dia terus berteriak?suaranya ribut sekali!" omel raya yang tak sengaja lewat sana.


"Saya tidak tahu nona," balas penjaga itu.


"Untung saja aku ada urusan,jika tidak habis dia!" geram raya lalu pergi melanjutkan langkahnya.


Raya menuju gazebo permadani,tadi dia telah bertukar pesan pada Yona untuk bertemu di sana.dalam hati dia tidak sabar menunggu kedatangan Ani,rasanya tangan nya telah bergetar untuk segera bermain tangan dengan nya.


"Wanita itu belum datang juga?" celetuk raya membuat Yona langsung mengalihkan pandangannya dari handphone.


"Belum.apa mungkin rencana kakak tidak berhasil?" ragu Yona karena bosan menanti.


"Tidak mungkin,rencana ku pasti berhasil."


Tak berselang lama mereka mendengar langkah kaki seseorang.sepertinya orang itu berlari,menyadari kedatangan seseorang membuat dua wanita itu langsung menatapnya dengan senyuman jahat.


"Dimana kalian sembunyikan nenekku?" bentak Ani.


"Di lubang pan*tat ku," seloroh raya sambil tersenyum remeh.

__ADS_1


"Aku sedang tidak ingin main-main dengan kalian!cepat kembalikan nenek ku!" tegas Ani membuat raya tertawa.


"Tidak semudah itu.setelah membuat emak ku terluka,dengan mudah nya kamu minta kami melepaskan wanita tua itu,itu hal mustahil!" cetus Yona.


"Nenek ku tidak bersalah jangan libatkan dia.jika emak mu terluka itu setimpal dengan ia melukai ku,jika tidak ingin luka jangan suka melukai orang lain," jelas Ani membuat Yona geram.


"Jaga ucapan mu.apa perlu aku ingatkan bahwa nenek mu sekarang ada di tanganku?" ancam Yona membuat Ani terbungkam.


"Jangan mencoba menyentuhnya,jika aku tahu kalian melukainya maka jangan salahkan aku melukai orang-orang terdekat kalian!" ancam balik.


"Aku takut," olok raya lalu tertawa renyah.


"Sepertinya dia sangat berani,bagaimana jika keberanian itu kita ubah menjadi ketakutan? sepertinya itu akan seru!" ucap Yona melirik raya.


"Apa kamu ingin tahu apa yang kami lakukan pada nenek mu?" seru raya membuat dada Ani langsung bergerak.


"Kenapa diam?apa kamu mulai menghawatirkan nenekmu? ngomong-ngomong kemana mulut pedas mu yang selalu mengancam kami tadi?" pungkas Yona membuat Ani semakin mengingat neneknya.


"Suatu hari nanti aku pastikan kalian yang berada di posisiku,roda kehidupan pasti berputar.jika suatu hari aku di beri kesempatan untuk berada di atas,maka siap-siaplah menerima pembalasan dariku," cetus Ani membuat dua orang itu tertawa.


"Kami akan menunggu hari itu,entah kapan akan terjadi?mungkin saat kamu berhasil mengeringkan air di lautan," ejek raya.


"ANI!" pekik Wiwit membuat semuanya memandang kearahnya.


"KALIAN!lepaskan nenek Ani!" seru Wiwit menatap tajam dia orang itu.


"Oh,jadi ini wujud Wanita yang telah melukai emak ku.pantas saja emak ku terluka ternyata siluman kucing garong yang mengganggunya," sindir Yona.


"Wanita keriput itu pantas mendapatkan cakaran dariku,jika bisa waktu berputar kembali.mungkin aku ingin membuat wajahnya lebih hancur lagi dan jika bisa daging di pipinya aku gigit dan telan di depan matamu!" ucapnya membuat darah Yona langsung mendidih.


"Dasar kanibal,wanita gila seperti mu tidak pantas menjadi pelayan di rumahku.pergi kamu dari sini!" murka Yona membuat Wiwit tersenyum.


"Lihat Ani,wajahnya saat emosi sangat buruk,lebih enak melihat wajah badut dari pada wajah iblis dia," seru Wiwit semakin membuat Yona emosi.


Brak.


Yona menghempaskan meja di depannya,Wiwit berpura-pura memeluk Ani dan memasang wajah takut di hadapan Yona.


"Tolong aku ada nenek sihir yang mengamuk," ucap Wiwit pura-pura berteriak.


"Dasar sialan!" umpat Yona ingin mendekati Wiwit tapi langsung ditahan oleh raya.


"Tahan emosimu.biarkan mereka bersenang-senang,biarkan mereka merasa di atas angin lalu setelahnya kita jatuhkan sekencang mungkin," ucap raya.

__ADS_1


"Wit,jangan!nenek ada ditangan mereka," cegah Ani.


Raya memainkannya handphone miliknya lalu dia sengaja mengeraskan suara handphone miliknya.


"*Lepas!lepaskan aku!dimana cucuku?"


"Arghhh ... sakit! jangan!jangan mendekat*!"


"Hentikan!hentikan!ku mohon hentikan!jangan sakiti nenek ku," mohon Ani air mata nya mengalir begitu saja.


"Apa yang telah kalian lakukan pada nenek Ani,ha?" marah Wiwit mencengkram erat lengan raya.


"Apa?mau menghajar ku!berani menyentuhku,aku tidak segan-segan membuat wanita tua itu mati di hadapan mu!" ancam balik raya.


"Wit,lepaskan dia!aku tidak ingin nenek di sakiti mereka," pinta Ani menarik tangan temannya.


"Jika kalian ingin wanita tua itu baik-baik saja,maka kalian berdua harus menuruti semua keinginan kami," ucap yona sambil memainkan jarinya.


"Aku akan lakukan apapun perintah kalian,asal nenek ku tidak kalian sakiti," balas Ani cepat.


"Jangan bodoh Ani,mereka itu jahat tidak ada gunanya kamu menuruti mereka.lebih baik kita pergi dari sini," sahut Wiwit cepat.


"Pergilah!pergi yang jauh.sejengkal kalian pergi dari sini maka satu pukulan mendarat ke tubuh wanita tua itu," ucap raya lagi.


"Aku tidak bisa melihat nenek ku terluka.tolong jangan lakukan itu,apa keinginan kalian?aku akan lakukan sekarang juga," balas Ani cepat.


"Sekarang aku ingin kamu ke dapur dan bawakan nasi goreng untuk ku," titah Yona membuat Wiwit langsung curiga.


"Baiklah aku akan segera membawa nya untukmu," patuh Ani pergi tanpa memperdulikan Wiwit.


"Kamu!pijatkan kaki ku," titah Yona pada Wiwit sembari menunggu nasi goreng.


"Perasaan ku tidak enak,aku yakin ada sesuatu yang mereka rencanakan.tidak mungkin mereka hanya meminta nasi goreng,pasti ada rencana jahat di baliknya."


Dengan nafas ngos-ngosan Ani memberikan nasi goreng itu kepada Yona.saat nasi goreng itu telah berada di tangan nya Yona dengan sengaja menghambur kan nasi goreng itu ke lantai.


"Jika kamu ingin nenek mu baik-baik saja,maka makanlah nasi goreng itu!" serunya melirik nasi yang telah jatuh kelantai.


"Dasar iblis,dia itu manusia.kenapa kamu memperlakukan nya layaknya hewan!" murka Wiwit.


"Keputusan ada padamu,makan atau tidak!kamu mengerti kan apa resikonya jika kamu menurut atau memberontak padaku?" tekan Yona membuat raya tersenyum senang.


"Ani jangan makan!Jangan menuruti mereka!" mohon Wiwit.

__ADS_1


"Ternyata kamu lebih sadis dari yang aku kira," bisik Raya pada calon adik iparnya itu.


__ADS_2