Istri Juragan

Istri Juragan
Mulai Terkuak


__ADS_3

"Akhirnya kamu sadar.apa yang kamu rasakan,ayo katakan padaku?" cemas Ani sambil membantu Wiwit bersandar.


"Aku baik-baik saja," dusta nya membuat ani langsung cemberut.


"Jangan berbohong!wajah mu pucat begitu,tapi Masi bisa bilang baik-baik saja," omel Ani kesal dengan temannya itu.


"Shutt ... ibu hamil di larang marah-marah!" canda Wiwit sambil tersenyum.


"Bagaimana aku gak marah coba?kamu kalau sakit coba ngomong dengan aku,biar aku bisa jagain kamu.ini,udah sakit Masi juga buat ini itu untuk ku," cerocos ani sedangkan Wiwit hanya tersenyum melihat kekesalan Ani.


"Sudah jangan ngomel terus,yang penting aku udah sadar," ucap Wiwit menghentikan kejengkelan Ani.


"Semoga kamu tidak pingsan lagi dan semoga penyakit itu segera di angkat oleh Allah," doa Ani sambil memeluk temannya itu.


"Itu mustahil Ani,maaf ... aku mungkin tidak ada lagi di samping mu saat kamu lahiran,aku sungguh merasa bersalah karena membiarkan kamu berjuang seorang diri di dunia ini."


Sedangkan di sisi lain pak Mansur sedang di suatu tempat yang sangat rahasia,dia disana tidak sendiri melainkan ada beberapa orang yang menemani nya.


"Apa ada kemajuan dalam penyelidikan kalian?" tanya pak Mansur.


"Untuk saat ini kami mencurigai nona raya,kami rasa di terlihat mencurigakan akhir-akhir ini," ungkap pria berkacamata hitam.


"Apa ada bukti yang kuat sehingga kalian mencurigai dia?" tanya pak Mansur sambil membenarkan letak kaca matanya.


"Saat kami melakukan pengecekan di kolam renang saat setelah korban di kuburkan,kami menemukan kuku palsu seorang wanita.lalu,kami menyelidiki kuku itu,dan ternyata kuku itu sangat mirip dengan kuku palsu yang sering di gunakan oleh nona raya," jelas nya lagi membuat pak Mansur terdiam.


"Jika benar dia yang membunuh,kira-kira apa tujuan dia melakukan hal itu?" pikir pak Mansur.


"Mungkin saja nenek Ani mengetahui sesuatu sehingga dia dianggap berbahaya oleh nona raya,lalu dia di bunuh," tebak pria berkumis.

__ADS_1


"Tunggu dulu,kemarin saat sebelum kejadian itu.aku menemukan Lasmi di sebuah gudang,apa dia ikut adil juga dalam hal ini?" terang pak Mansur.


"Dan lebih anehnya,dialah orang pertama disisi korban saat sebelum semuanya mengetahui nenek itu ada di sana," sahut lagi pria berkacamata.


"Jangan-jangan waktu itu dia di culik," tebak pria berkumis yang membuat semua mata langsung mengarah padanya.


"Lasmi dan nenek dara sering bertemu secara si Lasmi di tugaskan untuk mengantar makanan untuk nenek Ani,jika dia terus bersama maka bisa di bilang mereka menjalani hubungan yang akrab.jika,nenek dara mengetahui hal rahasia pasti Lasmi juga mengetahui hal itu sehingga dia di culik dan di kurung di dalam gudang," ucap pak Mansur mencoba menganalisis semua info yang ia ketahui.


"Jika begitu,berarti waktu itu si Lasmi juga mau di bunuh.tapi,dia kabur," imbuh pria berkacamata.


"Oh,aku mengerti sekarang.Si Lasmi pasti mengira aku yang mengurung dia di gudang. secara waktu itu aku bertemu dengannya tepat saat dia ingin meloloskan diri,pantas saja waktu itu dia lari tanpa menyapa ku terlebih dahulu," tutur pak Mansur mulai mengerti selak beluk alur kejadian itu.


"Jika dia mengira begitu,pasti dia menganggap juragan lah akal dari semua ini.dia pasti mengira bahwa juragan dan anda yang merencanakan pembunuhan ini," sahut penjaga berkumis.


"Kamu benar.pantas saja pelayan itu bilang bahwa juragan yang membunuh nenek Ani,ini pasti karena Lasmi yang salah paham," balas pak Mansur.


"Wah,kita harus memberi tahu yang sebenarnya.jika dia terus berpikir begitu, kasihan juragan yang di kambing hitamkan,apalagi sampai info salah itu terdengar oleh nona Ani pasti semuanya lebih kacau lagi," usul pria berkacamata.


"Baiklah jika itu keputusan anda.untuk saat ini kami akan mengawasi Lasmi,karena kami yakin musuh tidak akan membiarkan dia berkeliaran sesuka nya,kami yakin target selanjutnya adalah dia," ucap pria berkumis itu.


"Kamu benar.selidiki terus mereka aku ingin tahu wanita itu bekerja sama dengan siapa, sehingga dapat melakukan kejahatan seperti ini."


Pembicaraan itu akhirnya selesai,untuk saat ini pak Mansur telah memahami apa yang terjadi.dari awal ia memang sudah mengira raya,lah pelakunya.namun,semua itu tidak mungkin ia laporkan pada juragan secara dia tidak mempunyai bukti apapun.


"Untuk kematian nenek Ani telah terungkap pelakunya, tapi untuk kasus kematian tuan besar aku belum menemukan apapun.aku rasa kematian nenek Ani dan tuan besar di lakukan oleh orang yang sama," gumam Mansur.


Sementara di tempat lain tepatnya di lantai atas ada dua anak manusia yang sedang berbicara serius.mereka bertemu saat larut malam di saat orang-orang sedang terlelap.


"Kenapa kamu memintaku kemari?" kesal Tito dengan suara pelan.

__ADS_1


"Ada sesuatu yang harus kamu tahu," balas raya sambil memperhatikan keadaan sekitar.


"Apa itu?"


"Pertama aku ingin kamu membunuh Ani dan kedua ini soal hantu nenek tua itu," ucap raya membuat Tito terkejut.


"Jelaskan satu-satu,aku tidak paham maksud hantu yang kamu bicarakan?"


"Apa kamu tidak di hantui olehnya?aku sudah beberapa kali melihatnya.bahkan saat aku tidur dia ikut masuk di alam mimpiku," jelas raya.


"Hahaha lucu sekali ceritamu.makanya jangan sakiti orang tua,jadi kualat,kan," ejek Tito.


"Aku serius.saat pembunuhan itu bukan aku saja yang melakukan nya kamu juga ikut andil,tapi kenapa hanya aku yang ia hantui?" protes raya.


"Mungkin dia takut padaku.jangan bahas hantu dulu,aku penasaran kenapa kamu mempercepat rencana untuk membunuh Ani?" Tito mencoba mengubah pembicaraan itu.


"Dia hamil.jika dia hamil itu sangat berbahaya, bisa-bisa harta warisan yang kita incar akan dia miliki," jelas raya.


"Apa kamu yakin itu anak baja?"


"Sebelum kematian engkong baja,aku rasa mereka telah melakukan nya.aku yakin anak itu adalah anak baja,aku ingin dia yang mati dulu baru Lasmi," titahnya.


"Sangat sulit melakukan nya,karena di rumah ini ada yona.aku tidak bisa bebas membuat jebakan,aku takut mereka mencium kejahatan yang kita lakukan," keluh Tito.


"Aku tidak peduli,aku ingin wanita itu mati secepat nya."


"Kenapa kamu tidak coba untuk mengugurkan kandungan dia terlebih dahulu,anggap saja untuk mengulur waktu selama aku menyiapkan jebakan untuk membunuhnya," usul Tito.


"Aku malas melakukan hal yang bertele-tele,lebih baik langsung membunuh dia.jika dia mati maka bisa di pastikan anak itu juga akan mati," tolak raya kekeh dengan keinginan dia sendiri.

__ADS_1


"Apa kamu tidak takut?bukankah jika ada orang mati dalam keadaan hamil dia akan menjadi kuntilanak,nanti jika rencana ku berhasil maka siap-siaplah di hantui oleh kuntilanak," tutur Tito membuat raya geram ingin menutup mulut pria itu dengan sandal miliknya.


"Hentikan omong kosong milikmu!" marahnya.


__ADS_2