Istri Juragan

Istri Juragan
Ketakutan


__ADS_3

"Nona kami tidak menemukan kecoak nya,mungkin dia sudah pergi!" celetuk salah satu pelayan itu.


"Baguslah kalau begitu,sekarang kalian boleh pergi.aku ingin sendiri," usir raya sambil mengibaskan tangannya.


"Kami permisi nona,selamat beristirahat!" ucap mereka serentak lalu berlalu dari kamar itu.


"Sebenarnya apa yang aku lihat tadi?apa aku Barus saja di hantui oleh wanita tua itu?tidak ... tidak ... tidak!dia sudah tiada tidak mungkin dia bisa berkeliaran dimana-mana."


Karena memikirkan hal yang tak masuk akal, tiba-tiba raya mengantuk dia tertidur pulas sambil bersandar di sofa itu.


"Aku akan membunuhmu!aku tidak akan membuat hidupmu tenang!hihihihi ... raya kau akan mati!"


Begitulah ucapan sosok yang tiba-tiba masuk dalam mimpi raya,di alam mimpi raya sedang berlari secepat mungkin sedangkan sosok itu terbang terus mengejarnya.


Raya terus menjerit meminta tolong namun tidak ada satupun manusia yang ia lihat disana,hingga dia berlari kearah jurang dan terjatuh didalamnya.


"TIDAKK!" jeritnya dengan nafas memburu tidak lupa keringat yang jatuh bercucuran di wajahnya.


"Kak raya ada apa?" panik Yona yang mendengar jeritan raya.


"Yona.aku tadi mimpi buruk," ucap raya sedikit terkejut melihat kedatangan Yona.


"Astaga,aku sangka kakak kenapa?emang Kakak mimpi apa?" tanya Yona penasaran.


"Mimpi di kejar hantu," balasnya dengan tatapan kosong.


"Hahaha lucu sekali mimpi kakak,terakhir aku mimpi seperti itu waktu aku SMP.mungkin kakak nonton film horor sehingga terbawa mimpi," ucap Yona.


"Mungkin saja," balas raya tak semangat.


"Udah jangan mikirin mimpi tak jelas itu,lebih baik kita turun makan malam," ajak Yona.


"Baiklah,tapi temani Kakak cuci muka," pinta raya sembari mengandeng tangan Yona.


"Astaga sejak kapan kakak jadi penakut seperti ini," cerocos Yona.


"Diam,lah,turuti saja permintaan kakak mu ini."


Kini mereka berdua ada di meja makan,meja makan yang luas dan mewah itu terasa hampa karena mereka makan malam hanya berdua saja.


Karena tidak ingin menikmati rasa canggung itu,raya memilih mengedarkan pandangan kearah sekitar sana.saat raya ingin minum tidak sengaja ia melihat mahluk itu sedang memandangi nya dari arah jendela.melihat itu membuat raya langsung tersedak.

__ADS_1


"Uhk ... uhk ... uhk ... " Raya menepuk dadanya untuk mengurangi rasa sesak itu.


"Makan nya pelan-pelan,kak,biar tidak tersedak lagi," nasehat Yona.


"Ehm ... Yon,malam ini aku tidur sama kamu,ya," mendengar hal itu Yona langsung menatap raya aneh.


"Tumben kakak mau tidur bareng.oh,aku tahu!apa kakak masi kepikiran soal mimpi itu?karena mimpi itu kakak jadi takut untuk tidur sendiri," tebak Yona.


"Emang kamu gak takut.nenek Ani baru saja meninggal,apa kamu tidak takut dia menghantui kita karena semasa hidupnya kita memperlakukan dia tidak baik?" bisik raya membuat Yona langsung terdiam kaku.


"Ah,kakak jangan nakut-nakutin,dong!" kesal Yona tidak lupa mengusap tangannya yang merinding.


"Kakak dengar sebelum 40 hari arwah orang yang meninggal Masi ada di sekitar kita," lanjut raya membuat Yona langsung pindah duduk di sisinya.


"Ih,gak lucu tahu,kak.gak usah ngomongi yang serem,dong.emak sama Abah gak ada,aku takut,nih," protes Yona.


Tak lama terdengar sesuatu benda jatuh,hal itu membuat keduanya langsung menjerit sambil berpelukan.


"Arghh,apa itu?kenapa rumahku jadi horor begini?" takut Yona.


"Nona ada apa?" ucap pak Mansur yang baru datang.


"Baik,saya akan melihat keluar."


"Sekarang kamu berani tidur sendirian,bagaimana jika kamu tidur lalu tiba-tiba lampu padam?" goda raya meski dia juga takut tapi melihat Yona takut membuat dia ingin menggodanya.


"Ah,berhenti bahas soal itu!" omel Yona sambil membekap mulut raya.


"Ternyata kamu lebih takut dari ku," ledek raya saat berhasil melepaskan tangan Yona.


Sementara itu pak Mansur mencari suara yang di maksud oleh dua nona nya,dia mencari hingga ke belakang dapur.


Saat melakukan pencarian itu,samar-samar dia mendengar suara wanita tertawa.sepertinya tidak hanya satu orang,karena penasaran pak Mansur mendekat ke suara itu.


"Lihat,bagus-bagus,kan,baju ku."


"Ia.kamu beli baju,padahal kita belum gajian tapi kamu udah beli baju baru aja."


"Iya dong.ini uang sampingan,berkat aku menjual informasi penting itu aku mendapatkan cuan yang banyak."


"Emang info apa?"

__ADS_1


"Anak kecil gak boleh tahu!"


"Ih,pelit banget.disini hanya kita berdua,kamu bilang aku bestie mu,tapi kenapa main rahasia-rahasian?"


"Oke aku kasi tahu,tapi kamu mingkem,ya,sama yang lain.gak boleh nyinyir."


"Oke."


"Kemarin aku mengikuti si Lasmi,gerak gerik dia itu mencurigakan sekali makanya aku penasaran dan mengikuti dia.aku terus mengikuti dia hingga sampai di sebuah gudang terbengkalai.lalu,aku mengintip dia di jendela aku mendengar bahwa nenek Ani di bunuh oleh juragan sedangkan nona Ani tengah mengandung."


"Wah!beneran!"


"Shutt nanti ada yang dengar."


Pak Mansur yang bersembunyi di balik pohon langsung pergi saat itu juga,sepanjang kaki melangkah dia kepikiran dengan ucapan pelayan itu.


"Jika yang membunuh itu adalah juragan,lalu apa gunanya aku menelpon nya?tapi,apa benar juragan yang merencanakan ini semua?semua akan terjawab bila aku menyelidiki lebih dalam kasus ini."


***


"Makanlah,anakmu butuh energi didalam sana," celetuk Wiwit sambil meletakan sepiring makanan itu.


"Terimakasih," ucap Ani sedangkan Wiwit menarik kursi lalu duduk di dekat Ani.


"Wit,apa yang harus kulakukan kedepannya?menurutmu apa ini waktu yang tepat untuk aku pergi dari sini?" tanya Ani sembari makan dengan perlahan.


Sudah sekian menit tidak ada sahutan dari Wiwit,hal itu membuat Ani langsung menoleh kearah temannya itu.


"Wit,apa kamu tidur?" tanya Ani yang melihat Wiwit yang memejamkan mata.


"Mungkin dia lelah,sehingga tidur secepat itu," gumam Ani namun tiba-tiba sesuatu keluar dari hidung temannya itu.


"Wit!apa kamu mendengar ku?ya Allah ini darah,jangan bilang penyakit Wiwit kambuh!" panik Ani hingga berdiri dari duduknya.


"Ya Allah apa yang harus aku lakukan?" ucapnya lalu mencoba mencari obat yang Wiwit sembunyikan.


Ani membuka laci dan lemari di sana,usahanya tidak sia-sia dia menemukan botol obat dan segera membukanya.


"Wit,semoga setelah ini kamu bangun," doa Ani setelah memasukan pil itu kedalam mulut Wiwit.


Sembari menunggu reaksi obat itu,Ani memilih mengoleskan minyak kayu putih di hidung Wiwit.dia berharap temannya itu segera sadar dari pingsan nya.

__ADS_1


__ADS_2