
Kini semuanya telah duduk di ruang tamu sederhana itu,tidak lupa mereka mengunci pintu dan juga jendela agar tidak ada celah untuk seseorang mengintip dan mengetahui pembicaraan mereka.
"Sekarang katakan," singkat baja dengan mata yang sedikit membengkak.
"Saya melihat di rumah anda sedang mengadakan persiapan pesta,sepertinya pesta itu akan di laksanakan besok malam.saya kurang tahu dalam rangka apa mereka mengadakan pesta?" tuturnya dengan menunduk hormat.
"Ya jelas untuk merayakan kematian nona Ani,lah,mereka pasti gembira karena merasa telah menang dari juragan," kompor satria sembari sedikit melirik baja.
"Berani mereka merayakan nya,bi*adab!" maki baja dengan tangan yang terkepal.
Satria diam-diam tersenyum karena baja berhasil terpancing dengan ucapan nya.
"Menurut saya ini adalah kesempatan yang bagus untuk kita mengambil alih kembali kekayaan anda,juragan.biasanya jika mengadakan pesta tidak lepas dari minuman alkohol,saat mereka berhasil mabuk kita bisa memanfaatkan situasi itu untuk mengalahkan mereka," usul pak Burhan buka suara.
"Percuma,kamu bicara panjang lebar.juragan kita sudah lemah tidak berga*irah lagi,dia sudah tidak mampu lagi mengalahkan wanita itu," sindir satria lagi.
Bugh.
Baja langsung memukul pipi satria sehingga membuat satria oleng dan lebam di salah satu pipinya.
"Masi berani mengataiku lemah!" ucap baja.
"Kumpulkan pasukan di tempat biasa,siang nanti aku akan ke markas untuk mengumumkan sesuatu!" titah baja.
Setelah mendapatkan perintah dari tuan nya,Basir akhirnya undur diri.menyadari tidak ada lagi yang perlu di bicarakan baja memutuskan masuk kedalam kamarnya.
"Kasihan,juragan.aku merasa bersalah karena pergi ke Medan dan lupa melindungi nona Ani," sesal pak Burhan.
"Semuanya sudah berlalu,tidak ada gunanya kamu menyesal.mungkin ini yang terbaik untuk nona Ani,dia akan lebih bahagia di sisi Tuhannya dari pada hidup di dunia," nasehat satria.
"Semoga saja dia tenang di alam sana."
"Amiin.tahun ini sangat menyedihkan,kita kehilangan dua majikan yang sangat baik.pertama kepergian tuan besar lalu di susul oleh nona Ani,kasihan juragan di tinggal pergi oleh orang yang ia cintai," ujar satria turut sedih.
__ADS_1
"Ia kamu benar.pasti juragan sangat terpukul,terlebih mereka meninggal bukan secara wajar melainkan di bunuh.juragan,pasti merasa gagal menjaga dua orang itu sehingga menangis karena merasa lalai dalam melindungi mereka," tambah pak Burhan.
"Semoga apa yang terjadi dapat menjadi pelajaran tersendiri untuk juragan," doa satria.
"Amiiin."
Sesuai dengan perkataan baja.kini di siang hari yang terik mereka semua berbaris rapi dengan baja yang berada paling depan.semua menunduk hormat tanpa memperdulikan panas matahari yang menusuk kulit mereka.
"Dengan aku tidak memiliki harta sedikit pun,aku bisa mengetahui mana yang tulus dalam menjadi bodyguard ku dan mana yang mengkhianati ku."
"Aku bangga pada kalian semua karena tidak ada satupun yang mengkhianati ku,kalian menjadi bodyguard bukan karena uang atau harta ku. tapi karena rasa syukur atas kebaikan yang pernah aku lakukan."
"Aku bangga pada kalian!" puji baja sedikit terharu dengan kesetiaan anak buahnya.
"Merdeka Juragan!!" jawab nya serentak.
"Aku mengumpulkan kalian disini,untuk suatu hal.mungkin sebentar lagi ada pertumpahan darah,aku ingin melenyapkan seseorang karena berani menganggu seseorang yang aku cintai.apakah kalian siap bertempur?" jelas baja.
"Siap,juragan!!"
Jika baja sibuk menyusun rencana untuk melakukan peperangan,namun berbeda yang terjadi di dalam rumah baja.karena rumah itu telah di hiasi dengan lampu kelap-kelip dan bisa di pastikan mereka akan berjoget ria di bawahnya.
"Apa kamu telah mengundang teman mu?" tanya raya sambil melihat persiapan pesta dari lantai dua.
"Sudah.mereka sangat senang mengetahui jika kamu membuat pesta.apa lagi mereka mendengar kita menyediakan wine ternama, bisa di pastikan jika mereka akan datang," ucap Tito.
"Bagus,semakin ramai yang datang,semakin meriah pesta ini," senang raya.
"Rasanya hatiku ada sedikit ganjal,aku seperti kurang puas terhadap apa yang kita lakukan?" ucap Tito tiba-tiba.
"Maksudmu kamu menyesal telah membunuh mereka," ejek raya.
"Menyesal,yang benar saja," balas Tito tersenyum miring.
__ADS_1
"Lalu?" tanya raya sedikit memicingkan mata.
"Aku tidak puas jika baja Masi hidup,aku tidak tenang sebelum dia menyusul mereka di alam bakar," jelas Tito.
"Tidak seru jika dia mati," balas raya.
"Apa kamu mempunyai perasaan padanya, sehingga berpikir ulang saat aku mengajak membunuhnya," ketus Tito.
"Sedikit.aku memiliki perasaan sedikit padanya,kamu bisa lihat sendiri wajah rupawan milik baja.aku tidak tahan untuk menahan perasaan agar tidak jatuh padanya,tapi,dia terlalu tampan sehingga sulit untuk tidak menyukainya," tutur raya tanpa sadar memuji baja.
"Aku semakin ingin membunuh baja saat mendengar ucapan itu keluar dari mulut mu!"
"Hahahaha,kamu ini pecemburu sekali," ledek raya.
"Kau tidak boleh menyukai dia,kau hanya boleh menyukai ku saja," titah Tito.
"Dasar pemaksa."
Hari telah berganti malam,rumah baja mulai di datangi oleh orang-orang yang di undang ke dalam acara itu.
Penduduk merasa heran karena rumah juragan mereka ramai dan mengadakan pesta,setahu mereka jika juragan mengadakan pesta tidak pernah terbuka seperti ini.tapi,semua pertanyaan itu mereka kubur dalam-dalam karena mereka tidak mau berurusan dengan keluarga terpandang itu.
"Hay,jeng,makin cantik aja."
"Ah,terimakasih pujiannya.silahkan masuk."
Melihat raya dan Tito yang mulai sibuk menyambut tamu,membuat baja meminta anak buahnya bergerak ke suatu arah.
Mereka telah berada di posisi persembunyian mereka masing-masing.mereka akan bergerak saat semuanya telah teler dan kewarasan mereka hilang karena pengaruh minuman.
"Aku tidak peduli dia wanita atau laki laki,yang aku tahu dia telah membunuh Ani dan engkong.aku akan membalas dendam,jika dia hanya membunuh dua orang maka aku akan membunuh seluruh keluarganya.tidak akan ku biarkan satu pun bernafas di muka bumi ini."
Sekilas Satria melihat pandangan baja yang mengarah pada raya,bulu kuduk nya langsung berdiri karena melihat tatapan membunuh yang terpancar dari mata tuannya.
__ADS_1
"Rasakan kamu raya,tidak ada satupun manusia yang dapat menolong mu dari kekejaman tuan kami.kau akan menangis pilu jika tahu keluarga mu telah di musnahkan nya dengan waktu singkat bahkan kamu belum menyadarinya.aku penasaran apa yang akan juragan lakukan pada wanita itu?jika tuan Miko mendapat beribu tusukan,lalu kekasihnya akan mendapatkan apa dari tangan juragan?aku benar-benar penasaran."
Lamunan satria hancur karena dia menyadari bahwa baja telah pergi dari persembunyian itu.tuan nya pergi begitu cepat bagai masuk ke pintu DoraEmon sehingga dia tidak menyadari sama sekali.