Istri Juragan

Istri Juragan
Terlambat


__ADS_3

"Siapa kamu?lepas!jangan sentuh aku!" berontak Ani dalam pelukan orang itu.


Saat ini Ani dipeluk dari belakang,hatinya telah takut karena sepertinya ia ingin di lecehkan.dia terus berontak agar bisa lepas dari pelukan pria itu.


"Jangan!dasar pria bang*sat.jangan lakukan itu padaku!" murka Ani ingin menjauhkan wajah orang itu dari ceruk lehernya.


"Diam,lah!aku semakin terang*sang saat kamu seperti ini!" bisik nya membuat ani mengamati suara orang itu.


"Tolong!tolong!tolong aku!" jerit Ani berteriak.


"Hahahaha ... berteriak,lah,sesuka hatimu.tidak ada yang mendengar suaramu itu,jadi pasrah saja!" ucap orang itu tertawa senang.


"Jangan sentuh aku!kasihanilah aku!" mohon Ani.


Ani terkejut saat tubuhnya di lempar di ranjang,dengan segera ia menghindar saat pria itu ingin menindih tubuhnya.


Merasa bebas dari pelukan orang itu,membuat Ani segera berlari kearah pintu.saat ingin membuka pintu ia tidak bisa membukanya karena pintu itu telah di kunci dari luar.


"Tolong!buka pintunya,ku mohon!" teriak Ani sambil memukul pintu itu.


"Kemari,lah,sayang.jangan buang-buang tenaga mu,lebih baik kamu tidur bersamaku!" ucap orang itu membuat Ani langsung menatap orang itu.


"Siapa kamu?aku tidak kenal padamu,aku tidak ada salah padamu.kenapa kamu ingin melecehkan ku?" tanya Ani sambil menjauh dari orang itu.


Meski lampu di sana mati tapi Masi ada lampu kecil yang menyala di sekitar ranjang,yang membuat suasana kamar itu bercahaya redup.


"Kamu tidak perlu tahu siapa aku?yang jelas malam ini aku akan membawamu terbang ke nirwana hahahha."


"Dasar pria gila!" umpat Ani.


Pria itu berlari mendekati Ani,dengan rasa takut Ani terus menghindar.ani tidak hanya menghindar dia juga melemparkan barang disekitar untuk membuat pria itu berhenti mengejarnya.


"Kamu sangat liar sekali,sayang.berlari sejauh mungkin,jangan sampai aku mendapat kan mu.jika kamu berhasil aku tangkap aku pastikan kamu tidak bisa berlari lagi," ucapnya membuat Ani semakin takut.


"Aku mohon lepaskan aku!hentikan semua ini!apa kamu tidak tahu jika sedang berbuat dosa?apa kamu tidak takut dengan balasan yang akan kamu terima karena berani menyakiti seorang wanita," ucap Ani terus berjalan mundur sambil mencermati pergerakan orang itu.


"Jangan menceramahi ku,itu tidak akan mempan!"

__ADS_1


"Arghh!"


Jerit Ani saat tangannya berhasil di Cengkram pria itu,Ani sangat kalut dia benar-benar takut.tiba-tiba saja ia berharap baja datang untung menolong dia saat ini.


"Dapat!"


"Jangan!ku mohon,jangan hiks!jangan sentuh aku!" berontak Ani menjauhkan tangan pria itu dari tubuhnya.


Pria itu meraba tubuh Ani,dia juga merobek baju yang Ani kenakan sehingga bagian dadanya sedikit terlihat.orang itu juga menji*lati leher Ani dan meremas da*Danya.


"Dasar breng*sek!lepaskan aku!"


Tangis Ani pecah,saat tubuhnya di sentuh pria itu.dia masi berusaha untuk terbebas dari pria itu,tapi sayang tenaganya kalah kuat darinya sehingga pria itu tidak tergerak sama sekali saat Ani memukul tubuhnya.


"Arghh!"


Pekik orang itu saat lidahnya di gigit oleh Ani,karena tidak terima Ani melukainya.pria itu menarik rambut Ani ke belakang lalu ia benturkan ke lantai.


"Jangan menguji kesabaran ku!" cetusnya.


"Jangan,hiks!tolong!"


Ani menangis sesenggukan saat pria itu meraba di area pribadi miliknya,saat ini dia berharap ada seseorang yang menolongnya.


***


"Ani!" ucap Wiwit yang terbangun.


Karena ia merasa sesak ingin pipis membuat ia terbangun,saat melihat jam dinding ternyata hari telah larut malam.dia merasa aneh melihat Ani tidak ada di sisinya,tidak mungkin Ani Masi di luar di tengah malam seperti ini.


"Kemana perginya Ani?astaga,kenapa bocah itu selalu membuat ku cemas?" kesalnya sambil mengambil air minum di sisi ranjang.


Tak sengaja ia melihat kertas,dengan segera ia mengambil kertas itu dan membacanya.


"Wiwit aku pergi dulu.aku pergi ke lantai atas,tadi di taman raya meminta ku ke kamar tengah untuk menemui nenek,cari aku di sana jika aku tidak kunjung kembali."


"Dasar gadis bodoh.apa dia tidak tahu dia sedang di jebak?jika terjadi sesuatu pada temanku,tidak akan aku ampuni kamu raya!" geramnya lalu bergegas pergi.

__ADS_1


Wiwit berlari sekencang mungkin,dia berharap dia datang tepat waktu.saat sampai di kamar itu ia sedikit kaget karena kamar itu di gembok dari luar.


"Bre*sek!apa yang mereka lakukan pada Ani?" amuknya menarik paksa gembok itu.


Gembok itu tidak terbuka membuat Wiwit kesal.dia mencoba menarik nafas untuk menenangkan diri,lalu setelah nya ia mencari sesuatu yang dapat membuka gembok itu.


"Aku hanya menemukan kawat,ini akan lama membukanya.semoga aku datang tepat waktu, tuhan tolong lindungi teman ku."


Sementara di dalam sana Ani menjerit keras saat tangan pria itu keluar masuk di inti tubuhnya,ia menangis karena sesuatu yang berharga dalam dirinya telah di sentuh pria itu.


Meski berulang kali mendapat pukulan dan tamparan tidak membuat Ani berhenti berteriak dan memberontak.


"Akhirnya terbuka,Ani tunggu sebentar lagi.aku harus membawa senjata sebelum masuk kedalam," gumam Wiwit.


Wiwit perlahan membuka pintu itu,dia membawa gagang sapu di tangan nya.saat masuk kedalam ia dapat mendengar suara jeritan dan tangisan Ani,dengan perlahan dia mendekati suara itu.saat telah dekat dia memukul pria itu dengan sekuat tenaga hingga gagang sapu itu patah terbelah dua.


"Hiks ... hiks ... Wiwit!" lirih Ani sesegukan.


"Ani!" ucap Wiwit segera memeluk Ani.


"Aku takut,wit.pria itu jahat padaku!" serunya menangis sambil menunjuk pria yang telah pingsan itu.


"Ayo kita pergi dari sini!" ajak Wiwit setelah memakaikan jaket nya pada Ani.


Kini dua orang itu telah sampai di kamar,Ani tidak berbicara dia hanya menangis sambil mengusap kasar tubuhnya.


Saat ini penampilan Ani berantakan,baju yang ia kenakan telah robek hal itu membuat Wiwit yakin bahwa pria tadi telah melecehkan nya.


"Maaf ... aku terlambat," sesal Wiwit merengkuh tubuh Ani.


"Aku bodoh!bodoh!bodoh!" ucap Ani memukul kepalanya sendiri.


"Hentikan!jangan menyakiti dirimu sendiri!" tegur Wiwit memegang tangan Ani.


"Kenapa ini terjadi padaku?aku kotor!aku wanita kotor!" sedih Ani.


Wiwit tidak bisa berkata apapun dia ikut menangis,dia ikut sedih dengan hal buruk yang menimpa ani.diam-diam dia menaruh dendam pada orang yang menjebak Ani.

__ADS_1


__ADS_2