
"Bagaimana,sat?apa surat itu sudah menjadi milik kita?" tanya baja,mereka baru saja selesai makan siang di salah satu restoran ternama di kota itu.
"Sudah tuan.rencanaya Minggu depan kita bisa kembali,kita hanya tinggal mengontrol tanah untuk di awasi oleh orang kepercayaan juragan," jelas satria sopan.
"Ckk ... lama sekali,aku ingin segera kembali dan bertemu dia," gumamnya sambil berdecak.
"Sabar juragan,sebentar lagi Anda di sini lalu setelah nya anda dapat kembali dan bertemu dengan nona Ani," balas satria seolah dapat melihat kerinduan yang juragan rasakan.
"Siapa yang merindukan dia?jangan menuduh ku sembarangan!" omelnya sedangkan satria diam saja,seharian entah mengapa baja berubah menjadi anak labil.pria di depannya mudah sekali tersinggung padahal satria tidak bermaksud begitu.
"Apa anda ada merasakan mual lagi,seperti pagi tadi?" tanya satria mencoba meredam kekesalan baja dengan mencari topik pembicaraan lain.
"Mual itu terjadi hanya di pagi hari dan saat aku mencium bau parfum seseorang.besok pagi jika kamu berniat menemui ku kamu tidak boleh mandi,lebih baik aku mencium bau keringat dari pada perfume busuk itu," cerocos nya yang langsung di sambut senyuman dari satria.
"Anda seperti wanita hamil saja," ejek Satria.
"Jaga mulutmu itu,aku pria mana bisa mengandung seperti wanita," sanggah baja langsung emosi.
"Lihatlah dia begitu sensitif seperti wanita," gumam satria sembari menyesap minuman di depannya.
"Aku tahu kamu sedang mengatai ku," tegur juragan membuat satria langsung gelagapan sendiri.
"Aku pulang dulu,kamu pulang naik angkot saja.sekalian bayar semua makanan ini," rajuk nya lalu meninggalkan satria begitu saja.
"Astaga!ada apa dengan mood juragan,kenapa kami seperti pacaran dan dia wanita nya yang sedang merajuk pada kekasihnya?astaga apa yang aku pikirkan?kenapa semuanya menjadi konyol seperti ini?" gerutunya lalu segera membayar makanan itu dan menyusul baja.
Satria membuangnya nafas lega karena baja Masi berdiri di sisi mobil,baja melipat tangan nya dan lalu segera membelakangi dia saat mengetahui satria berjalan ke arahnya.
"Kenapa lambat sekali?mana kunci mobil,aku tidak bisa pergi jika kuncinya kamu tahan-tahan terus!" ketusnya menengadah tangannya.
"Ih,siapa yang nahan kunci mobilnya?gr banget si."
Tampa banyak bunyi Satria segera memberikan kunci itu,setelah kunci itu lepas darinya mobil itu segera melaju kencang meninggalkan dia yang terdiam mematung.
__ADS_1
"Aku benar-benar di tinggal olehnya,kenapa juragan bisa berubah seperti wanita menstruasi,dia sangat sensitif hari ini?"
Karena tidak mau di Katai orang gila,satria memutuskan untuk mencari taxi.dia ingin segera sampai di apartemen dan beristirahat.
Tapi saat ia sudah sampai di apartemen dia tidak menemukan majikannya,hal itu membuat dia bingung.apa baja tidak pulang?lalu kemana perginya juragannya itu?
"Dia belum kembali.apa yang ia lakukan di luar?" satria tanpa sadar berprilaku seolah-olah khawatir pada sang pujaan hati.
Tanpa mereka sadari hari ini mereka seperti tengah berakting menjadi kekasih,yang satu sensitif yang satu begitu mudah mengalah seperti halnya yang di lakukan oleh orang pacaran.
"Astaga nomornya gak aktif,kemana dia?" cemasnya mondar mandir dengan handphone di letakan di daun telinga.
Sementara orang yang sedang satria khawatir kan ada di tempat antah-berantah,pria itu sedang tersesat lantaran mengikuti google maps.
"Terus lurus,lalu belok kanan!"
Begitulah suara google yang memberi arahan,meski mobil telah berhenti tapi google itu terus memberi arahan.hal itu membuat baja geram,karena merasa di permainkan.
Tak lama dia melihat ada nama satria yang tertera di layar ponsel miliknya, ternyata bawahannya itu sedang menelponnya.
"Ini juga makhluk astral,gara-gara dia aku tersesat,lihat aku akan mengerjaimu.biarkan kamu cemas jangan harap aku akan mengangkat panggilan darimu," ucap baja lalu menaruh handphone miliknya.
Disaat tersesat begitu,bisa-bisanya baja memejamkan mata dan tertidur di mobil itu.dia tidak mengerti apa yang ia alami akhir-akhir ini?dia sering mual kadang juga ingin memakan sesuatu dan anehnya lagi dia mudah mengantuk.
"Astaga kamu di mana juragan?" satria panik sedangkan orang yang ia khawatir kan telah terbuai di alam mimpi.
"Aku tidak bisa berdiam diri saja.aku harus mencari keberadaan juragan," gumam satria kembali mengambil jaket nya.
Satria mencari baja di setiap sudut kota,selama berada di Medan Satria,lah, yang sering membawa mobil karena dia tahu jalan di kota itu.namun,hari ini majikannya berulah dia merajuk padanya dan memilih mengendarai mobil sendiri tanpa mengerti jalan di sudut kota itu.
"Astaga,dimana dia?" ucap satria semakin cemas,dia berhenti di lampu merah dan memikirkan kemana lagi ia harus mencari juragan.
Pencarian itu terus ia lakukan hingga malam hari,sedangkan di sisi lain juragan baru membuka matanya karena perutnya keroncongan dan terus berbunyi.
__ADS_1
"Aku lapar," keluhnya sembari memegangi perutnya.
"Loh,kenapa gelap?aku dimana ini?" panik nya melihat kedepan dan belakang semuanya gelap.
"Bukankah aku masi di mobi dan tersesat.aku harus menghubungi satria,bisa mati aku di sini di makan hantu," ucapnya lalu meraba untuk mencari keberadaan handphone miliknya.
"Jika di sinetron handphone akan mati di saat seperti ini,maka hal itu tidak berlaku pada ku."
Baja segera menghubungi satria,setelah memberikan penjelasan secara rinci akhirnya panggilan itu terputus.saat menelpon satria tidak lupa juragan memesan beberapa makanan untuk mengganjal perutnya.
"Dia tersesat tapi Masi memikirkan makanan,kenapa dia seperti orang hamil?apa dia tidak tahu betapa paniknya aku mengetahui dia tersesat tapi dengan mudahnya dia menitip ini itu padaku!untung dia bos jika tidak sudah ku tinggal pulang," omel satria sepanjang perjalanan.
Kini satria telah sampai di tempat baja tersesat.dia langsung turun dan mengetuk jendela mobil itu.
"Akhirnya kamu datang,mana makanan untuk ku?" tagih nya.
"Lebih baik kita pulang dan anda makannya di rumah," titah nya layaknya bodyguard yang sedang berbicara pada majikan perempuannya.
"Tidak mau," tolaknya manja dengan wajah mengembung dan mata yang sengaja di buat berbinar seolah-olah sedang menolak halus satria.
"Kenapa tingkah nya semakin tak masuk di akal?sejak kapan juragan bisa cemberut seperti tadi?untung jantungku tidak copot melihat kegilaan ini."
Sekali lagi Satria harus sabar menghadapi baja,dia melipat tangannya sembari memperhatikan baja yang memakan cemilan yang ia bawa.pria itu makan dengan lahap tanpa menawari makanan itu sama sekali pada satria.
Meski keadaan di sana sangat menyeramkan namun itu tidak berlaku untuk baja,bagaimana tidak menyeramkan baja tersesat di sekitar hutan dan tidak ada pencahayaan.
"Akhirnya lapar ku berkurang,ayo,kita pergi!" ajaknya sambil menggandeng tangan satria.
Satria terus melihat tangan yang di gandeng baja,entah mengapa dia sangat jijik di perlakukan seperti itu.ingin rasanya ia tepis tangan itu,tapi ia takut baja kembali merajuk seperti tadi dan melakukan hal gila lainnya.
"Aku ingin makan nasi Padang," ucap baja sambil memegang tangan satria.
"Ya Tuhan aku tidak suka melihat juragan seperti ini,hamba mohon kembalikan juragan yang kasar dan di segani itu.juragan tidak berubah menjadi homo karena stres memikirkan nona Ani,kan,aduh mengapa aku berada di posisi seperti ini?"
__ADS_1