Istri Juragan

Istri Juragan
Dinding yang Bisa Mendengar


__ADS_3

"Kemana wanita itu?!!" tanya Tito dengan rahang yang mengeras.


"Itu ... anu ... " balas penjaga itu dengan sangat ketakutan.


"Bicara yang jelas!apa aku perlu membenarkan pita suara mu dulu baru kamu ngomong dengan benar?!" bentaknya membuat nyali dua penjaga itu menciut.


"Tadi dia yang mengajak ku untuk pergi dari sini.dia menarik tanganku untuk pergi ke kolam renang," ucap nya membuat temannya langsung melirik tajam padanya.


"Aku bertanya dimana wanita itu!bukan itu yang ku tanyakan bo*doh!" maki Tito semakin murka dengan anak buahnya itu.


"Dia ... kabur," lirih penjaga itu dengan menunduk dia tidak berani menatap bosnya itu.


"Kabur.hebat!benar-benar hebat kalian menjaganya.menjaga wanita saja kalian bisa teledor seperti ini!dasar tidak berguna!" murka Tito sambil menendang betis penjaga itu satu persatu.


"Ampuni kami tuan!!" ucap mereka serentak.


"Eksekusi mereka,beri hukuman karena melakukan kelalaian ini!" titahnya sambil membelakangi dua orang itu.


Dengan wajah penuh penyesalan dua orang itu pasrah saat tubuhnya dibawa kasar oleh penjaga senior,mereka berdoa semoga kuat menjalani hukuman.


"Wanita itu harus musnah,sebelum mulut ularnya memberi tahu Ani tetang kebenaran nya!" gumam Tito lalu berlalu dari sana.


***


"Aku yakin mereka pasti mencari ku.lebih baik aku segera menemui Ani sebelum aku mati di tangan mereka," gumam Lasmi yang berada di kamarnya.


"Nenek tua tunggu aku,aku tidak akan lama lagi menyusulmu.jika kamu memintaku untuk lari itu akan percuma,karena sejauh manapun aku berlari mereka pasti akan menemukan ku dan melenyapkan ku."


Sambil menghapus jejak air mata di pipinya,kini Lasmi bergegas pergi menuju tempat keberadaan ani.sebelum pergi dia tidak lupa memakai tudung untuk menyamar agar musuh tidak mencurigainya.


"Nona Ani!" serunya saat berhasil masuk dan mengunci pintu.


"Lasmi!!" ucap kompak keduanya.

__ADS_1


"Ia ini aku.ada hal penting yang harus aku beri tahu padamu," ucapnya dengan nafas Masi memburu.


"Tenang dulu.lebih baik kamu minum dulu," ucap Ani sambil menyodorkan segelas air.


Setelah meminum nya dengan sekali tegukan,Lasmi mulai bercerita kembali.


"Ini mengenai kematian nenek anda,dia tidak meninggal secara alami ada seseorang yang membunuhnya," ucap Lasmi sesegera mungkin dengan memperhatikan keadaan sekitar takut seseorang mengintip dan mendengar pembicaraan itu.


"Ap ... apa maksudmu?" tanya Ani,kesedihan kembali Ani rasakan saat mengingat kematian sang nenek.


"Dia tidak meninggal karena terjatuh maupun sakit,dia di bunuh!" ucap Lasmi meyakinkan Ani.


"Darimana kamu tahu nenek Ani di bunuh?" sahut Wiwit dengan tatapan penuh menyelidik.


"Aku mendengar nya sendiri dari orang jahat yang menculik ku," balas Lasmi yakin.


"Kamu di culik!!" ucap serentak dengan sedikit keras.


"Apa yang sebenarnya terjadi?kenapa kamu bisa di culik?" tanya Wiwit pelan.


"Ini semua karena pertemuan itu.nenek anda pernah meminta saya untuk membantunya menemui juragan,setelah pertemuan itu aku di culik dan nenek anda di bunuh," jelas Lasmi merangkum kejadian itu.


"Nenek bertemu dengan baja.kenapa nenek senekat itu?" ucap Ani dengan mata mulai berkaca-kaca.


"Aku juga tidak tahu kenapa nenek anda seberani itu.entah apa yang mereka bicarakan sehingga juragan membunuh nenek anda?" ucapan terakhir Lasmi membuat dua orang itu langsung menatapnya.


"Maksudmu juragan yang membunuh nenek Ani!" perjelas Wiwit membuat Lasmi segera mengiyakan.


"Tidak mungkin baja melakukan itu.tidak mungkin," tepis Ani tak percaya.


"Itu adalah kebenaran nya nona!" ucap Lasmi meyakinkan.


"Baja ada di Medan sekarang,bagaiman bisa kamu menuduhnya membunuh nenek ku?" ucap Ani membuat Lasmi langsung tersenyum tipis.

__ADS_1


"Ternyata anda sangat mencintai juragan sehingga tidak mempercayai kebenaran nya.juragan memang ada di Medan dan pak Mansur orang kepercayaan itu ia suruh untuk membunuh nenek anda."


"Waktu aku disekap di ruangan itu,aku tidak berdiam diri saja.aku melakukan segala cara untuk bebas dari sana,usaha ku membuahkan hasil aku akhirnya bebas dan segera mungkin ingin keluar dari sana.tapi,saat aku membuka pintu pak Mansur telah ada di hadapan ku ... " ucap Lasmi.


"Apa kamu menyapa pak Mansur waktu itu?" sela Wiwit.


"Tentu saja tidak.aku segera menerobos lari menjauh dari nya,jika aku menyapanya pasti dia kembali menangkap ku dan rencana pemerkosaan itu terjadi padaku!" balas Lasmi.


"Tidak mungkin pak Mansur melakukan hal itu,dia itu pria yang baik.waktu kita menemukan nenek dia orang pertama membawa tandu dan mengurus pemakaman nenek ku," ucap Ani Masi tidak percaya.


"Dia melakukan hal itu untuk menutupi kejahatan yang ia lakukan,pasti ini semua bagian dari rencana mereka agar pembunuhan berencana ini tidak tercium oleh polisi!" bantah Lasmi sedikit kesal dengan dua wanita di hadapan nya ini karena tidak percaya padanya.


"Ucapan dia bisa jadi benar.setelah aku pikir-pikir pak Mansur terlalu sering muncul di sekitar kita,dia tahu tempat persembunyian kita.waktu kamu terluka dulu apa dia hanya berpura-pura membawa dokter kemari?padahal dia punya niat lain saat itu," jelas Wiwit membuat dia langsung beradu pandang dengan Ani.


"Dia sangat berbahaya.aku yakin setelah ini aku yang akan mati,mereka tidak akan membiarkan aku hidup begitu saja setelah mengetahui rahasia mereka," ujar Lasmi.


"Jika pak Mansur itu berbahaya,maka ... kedepannya kamu akan kenapa-napa Ani.secara dia mengetahui kehamilan mu," panik Wiwit begitupun Ani.


"Apa??nona Ani hamil" kaget Lasmi lalu meraba perut datar ani.


"Ia.kami baru tahu berita kehamilan itu hari ini,dan parahnya pak Mansur yang membawa dokter kemari," sahut Wiwit.


"Jadi dia juga mengetahui kehamilan ini."


"Benar,jika ceritamu tentang pak Mansur itu benar.maka janin ini pasti dalam bahaya," tutur Wiwit sambil mengelus dahinya.


"Kita harus melindungi nya,karena ini adalah satu-satunya keluarga yang akan anda miliki,nona." Mendengar hal itu membuat Ani langsung bersyukur dengan kehadiran buah hatinya.


"Benar.aku harus melindungi anak ini,tidak peduli jika ayahnya,lah,yang membunuh nenek.aku tetap melindungi anak ini,karena bagaimanapun aku tidak mau hidup seorang diri di dunia ini,aku ingin anak ini menemani ku sepanjang umurku."


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang menempelkan daun telinga di dekat dinding jendela,orang itu segera menjauh setelah dia rasa tidak ada pembicaraan penting lagi yang dapat ia dengar.


"Jadi nona Ani hamil dan neneknya di bunuh oleh juragan,jika info ini aku jual pasti aku dapat kompensasi yang sangat besar."

__ADS_1


__ADS_2