
Berdiri di pohon agak rindang sembari melihat orang-orang yang mulai masuk ke dalam restoran.sepasang mata itu sangat cekatan menatap orang satu persatu,Masi teringat jelas foto yang di tunjukan olehnya beberapa waktu silam.foto wanita yang telah berani membuat anaknya terbaring di rumah sakit.
Saat target telah datang,matanya menatap penuh dendam ingin rasanya saat itu ia mengambil pisau dan menusuk tepat di jantung perempuan itu.namun,karena akal sehatnya Masi jalan membuat ia berusaha untuk tidak melakukan pembunuhan.
"Bahagia sekali senyuman dia,apa dia bahagia telah berhasil mengunci anak ku?aku tidak akan membiarkan dia lolos,walau dia perempuan aku tidak perduli."
Memang sudah berniat dari jauh hari untuk pergi ke restoran dan hari ini akhirnya Karno memenuhinya.karno telah pergi dari rumah sakit sejak subuh hari,kepergian nya tentu saja tidak di ketahui oleh istrinya.
Tidak memikirkan Tini cemas atau tidak yang jelas saat ini pikiran nya penuh dengan dendam pada wanita yang telah mencelakai anaknya.
"Ah,kamu ... siapa?"
Semuanya terkejut kedatangan tamu tak di undang dari arah pintu belakang.pria itu langsung masuk dan membuat semua menjadi berantakan.
Yang lebih parahnya ia melempar apa saja kearah Nisa dan juga vira.semuanya berusaha menghindar dan ada juga yang memilih ke luar untuk melapor pada bos mereka.
"Kau apakan anak ku?kau yang mengunci dia,kau ingin membunuh anak ku,kau wanita anak ku juga wanita.kenapa kalian bisa melakukan hal jahat itu pada sesama wanita?apa salah anak ku?katakan!!" semua bungkam dan baru mengenal pria itu,ia dia adalah bapak intan.
Biasanya mengunakan topi dan kali ini datang dengan penampilan acak-acakan dan rambutnya sedikit gondrong tentu saja mereka tidak mengenalinya.
"Pak,maafkan saya.kami berdua menyesal," bukan hanya memohon nisa juga menangis.
"Kau munafik,aku tidak akan pernah memaafkan mu."
Tidak mengenal siapa di depan nya,Karno memukul dua wanita itu.jiwanya seperti telah di masuki iblis sehingga tidak peduli jika memukul seorang wanita.
__ADS_1
Beruntung Lilik dan Rahmat datang tepat waktu,jika tidak bisa di pastikan dua wanita itu mendapat kan luka yang parah yang mungkin saja mengalami lumpuh bahkan kehilangan nyawa.
"Lepas!!!kalian tidak ada hak untuk mencampuri urusan ku," berontak nya saat dua orang itu membawa ia jauh dari dua wanita itu.
"Pak,sabar.saya minta bapak untuk mengendalikan emosi bapak," ucap lembut Lilik.
"Sabar matamu!jika kau di posisi ku apa kau bisa sabar?dua rubah itu yang menyakiti anak ku.dari mula anak ku bekerja di sini hingga saat ini,apa aku masi bisa sabar?" berontak nya lagi hingga wajahnya memerah.
"Terus mau bapak bagaimana?apa bapak ingin memukul dua orang itu hingga tewas?jangan ikuti amarah,pak.bahkan jika dua orang itu meninggal bapak tidak akan pernah puas jika hanya menuruti dendam belaka," nasehat Lilik sedikit membuat Karno tersadar.
"Siapa kau?bisa kau minta manager restoran ini datang kemari." Karno tidak tahu saja bahwa di depannya ini adalah orang yang ia cari.
"Untuk apa anda ingin bertemu dengannya?" tanya Lilik.
"Saya akan menjelaskan kasus ini pada manager,kami pastikan anda mendapat keadilan dari keteledoran manager kami.kami semua minta maaf atas kejadian ini,semoga bapak berkenan memaafkan nya."
"Saya tidak mau memaafkan kalian.emang dengan kata maaf anak ku bisa sehat kembali dan cucuku akan selamat,mulai sekarang anak ku yang baik Budi pekerti tidak aku izinkan bekerja di sini.semoga restoran ini segera tutup,aku akan membawa kasus ini ke media.tidak ada satu pembeli pun yang akan mau makan di sini," ucap Karno lalu meninggalkan restoran itu tanpa menghiraukan panggilan Lilik.
***
"Sampai saat ini bapak bingung,kenapa intan Masi mau berteman dengan dua cecurut itu?jahat,loh,dua orang itu,Bu," tutur Karno keheranan.
"Mungkin mereka sudah mengaku salah dan intan juga sudah melihat perubahan dua orang itu,makanya memutuskan utuk memaafkan dan memilih berteman," ucap Tini.
"Tapi,bapak tetap tidak percaya pada mereka.walaupun intan dan Adam selamat tapi rasa sakit hati itu Masi ada," ujar Karno seakan Masi dendam.
__ADS_1
"Tidak baik menyimpan dendam terlalu lama,pak.bermusuhan itu sangat ditentang oleh agama," nasehat Tini agar Karno mau melupakan kejadian itu.
"Bapak tidak bisa menghilangkannya.tapi,jika suatu saat diantara mereka melakukan kebaikan yang besar di mata bapak mungkin rasa itu akan berubah," tutur Karno.
"Seterah bapak saja.yang terpenting saat ini ibu sudah cukup bahagia setelah menghadapi ujian yang beranekaragam.akhirnya ibu dapat menerima hadiah tuhan yaitu kehadiran Adam.ternyata benar setelah musibah pasti ada berkah dan itu terjadi dalam kehidupan ibu," ucap Tini penuh syukur.
"Ia,buk.saat intan di rawat dulu,bapak selalu mengingat bahwa Allah menguji seorang hamba sesuai batas kemampuan nya.ibu tahu apa yang terjadi,saat ingin membayar biaya administrasi sudah ada yang terlebih dahulu melunasi nya dan itu Masya Allah buk kita gak jadi jual rumah," pungkas Karno Masi mengingat rezeki yang tuhan rencana kan untuknya
"Ia,pak.ibu juga tidak menyangka,ada saja jalan untuk orang baik seperti intan.ibu merasa ini sudah di rencanakan oleh Allah,hanya saja kita telah salah paham duluan sehingga tanpa sadar berburuk sangka.padahal pada dasarnya semua akan berakhir indah," tutur Tini.
"Sedikit demi sedikit kita dapat menerima ketetapan dari sang maha kuasa.memang sejatinya Manusia hanya dapat ikhtiar dan doa untuk menyelesaikan masalah.semoga semua yang terjadi dalam hidup kita dapat menjadi pelajaran tersendiri untuk kita.
"Amiiin."
Akhirnya keduanya terlelap setelah pembicaraan panjang itu,cukup menguras pikiran karena mengenang masa lalu membuat keduanya tertidur dengan pulas.
Sedangkan di sisi lain intan tampak mengerutkan keningnya,saat ini dia sedikit merasa aneh dengan anaknya itu.adam sedari ia letakan di kasur hingga sekarang masi setia menggenggam gantungan kunci itu.
Merasa risih dan takut tangan adam terluka intan mengambil perlahan panda mungil itu,namun apa yang terjadi.yup,anaknya terbangun dan merengek minta di kembalikan boneka sok imut itu.
"Bunda,simpan,ya," bujuk intan.
"Auk."
Dari pada menangis membuat intan mengalah dan memberikan gantungan itu.antara menyesal dan tidak karena dialah yang memberikan gantungan itu,dia malas memikirkan nya dan memilih ikut memejamkan mata di sisi Adam.
__ADS_1