Istri Juragan

Istri Juragan
Bab 14 Mamak Sri datang


__ADS_3

Tutik sampai di rumah sekitar pukul setengah 4 sore, Tutik berhenti sejenak memperhatikan motor matic yang terparkir di halaman rumahnya, sepertinya Ia sedang kedatangan tamu.


"Assalamualaikum.." ucap Tutik saat sampai di depan pintu.


"Waalaikumsalam.." benar dugaan Tutik, Ia sedang kedatangan tamu. Rupanya Mamak Sri datang bersama dengan Rani. Anak bungsunya.


"Eh ada Mamak rupanya? dari tadi Mak?" Tanya Tutik dengan menyalimi mantan mamak mertuanya.


"Tidak.. baru sampai aku. Dari mana kau ini Tik, kok baru pulang?"


"Dari rumah sakit aku Mak?"


"Rumah Sakit? memang apanya kau yang sakit Tik?"


"Bukan Tutik yang sakit Mak. Tapi Kang Sugeng, tadi nolongin Tutik waktu mau jatuh ke Parit, eh malah Kang Sugengnya yang jadi kena musibah."


"Dek Sugeng?" Mamak sedikit berteriak.


"Iya Mak."


"Apa parah kondisinya Tik? kok sampai di bawa ke Rumah Sakit?"


"Bocor kepalanya Mak."


"Owalahh.. kasihan sekali lah. Mana Duda, gak ada yang ngerawat."

__ADS_1


"Eh Rani, apa kabar kamu Ran? tambah cantik saja aku lihat." tanya Tutik pada anak bungsu mamak Sri.


"Kabar baik Mbak Tik, Mbak juga tambah cantik setelah cerai dari Masku hehe." cengir Rani.


"Ah mana ada lah itu, yang ada aku tambah tua saja." Tutik balas tertawa.


"Oh iya Tik, tujuan Mamak kesini, mau ngabarin kamu. Dua minggu lagi Rani mau menikah. Kamu bantuin Mamak ya.."


"Alkhamdulillah.., dapat orang mana Ran?"


"Orang sini-sini aja Mbak." jawab Rani.


"Alkhamdulillah kalau gitu, gak perlu jauh-jauh dari Mamak. Insyallah nanti Aku bantu-bantu sebisaku ya."


"Iya Mbak.. terimakasih."


"Sampo yang bisa bikin rambut berkilau tahan lama, ada Yuk Ton?" tanya Tutik.


"O.. yang itu ya. Ada banyak Aku Tik. Mau yang warna apa kau Tik?"


"Yang warna abu-abu monyet ada Yuk Ton?"


"Ada lah.. sebentar ya, aku ambilkan dulu. Kau duduk saja dulu, ngobrol-ngobrol sebentar kita. Kau kan jarang-jarang mampir ke warungku sekarang ini Tik."


Tutik menuruti ucapan Yuk Ton untuk duduk sebentar di warungnya, jika sudah seperti ini, pasti ada berita hangat yang mau digosipkan.

__ADS_1


"Eh Tik, apa benar Juragan tampan kaya raya itu habis kena musibah Tik. Kok dengar-dengar Dia jatuh di parit, sampai patah tulang lehernya Tik. Apa benar itu?"


"Iya Yuk Ton, memang tadi pagi jatuh di parit gara-gara mau nolongin Aku Yuk Ton. Tapi tidak sampai tulang lehernya patah, kok ngeri aku dengarnya. Siapa yang bilang Yuk Ton?"


"Ada lah itu Tik, sudah viral di grup RT beritanya Tik. Jadi Tulang lehernya tidak patah Tik?"


"Iya Yuk Ton. Hanya luka-luka saja." jawab Tutik.


"O.. syukurlah kalau gitu Tik. Kasihan sekali Sugeng itu. Padahal ya tampan, duit banyak, kaya raya, tajir melintir tapi gak ada yang ngurusin. Orang se sempurna itu kok masih bisa cerai sama istrinya ya Tik. Apa, coba kurangnya? andai aku ini janda, sudah aku pepet si Sugeng itu Tik." ucap Yuk Ton menggebu-gebu.


"Hus! tidak boleh begitu Yuk Ton. Jodoh, maut sama rezeki itu sudah diatur. Kaya dan tanpan bukan jaminan rumah tangga akan baik-baik saja Yuk Ton. Setiap orang itu punya masalahnya sendiri-sendiri Yuk Ton. Tidak bisa kita samakan."


"Iya lah Tik, betul itu. Eh, tapi Tik. Kau kan sudah lama jadi janda ini, mana kau juga glowing sekarang. Kenapa tidak kau pepet saja si Sugeng iti. Cocok sekali aku lihat kalian itu Tik."


"Hehe tidak lah Yuk Ton. Tidak ada kepikiran sampai kesana aku. Sementara ini mau fokus ngurus si Bima dulu aku, Yuk Ton."


Jam sudah hampir menunjukkan pukul tujuh malam, Tiba-tiba Tutik kepikiran dengan Sugeng yang sendirian di rumah sakit, tanpa ada keluarga yang mendampingi.


"Mak, nitip Bima ya. Tutik mau balik ke Rumah Sakit. Gak enak soalnya kepikiran terus sama Kqng Sugeng. Kasihan gak ada keluarga yang dampingin, mana Dia sakit juga gara-gara nolongin Tutik."


"Iya Nduk.. Gak papa, kamu tinggal aja. Gampang si Bima kan ada Emak samq Bapak di rumah. Tapi ini sudah malam luh Nduk, apa tidak apa-apa Kamu ke Rumah Sakit sendiri? atau biar Bapak saja yang antar kamu ya?"


"Tidak usah Mak, Insyallah Tutik gak papa kok sendiri. Tutik bawa mobil Mak."


"Ya sudah, hati-hati di jalan ya Nduk. Kalau sudah sampai, telfon Mamak ya."

__ADS_1


"Iya Mak.. Tutik, berangkat dulu ya. Assalamualaikum."


__ADS_2