
Sesuai yang di rencanakan pekan lalu akhirnya mereka dapat pergi ke alun-alun kota.meski saat pergi tadi sempat berdebat karena Karno yang ingin ikut juga,namun akhirnya mereka terbebaskan dari situasi itu.
Jangan di tanya kenapa Karno luluh,itu berkat tini membujuknya.
"Kamu kenapa kok murung gitu?gak suka,ya,jalan denganku."
Meski intan ada di sampingnya namun sepertinya nya pikiran wanita itu tidak ada di tempat.hal itu Vito perhatikan sejak mobil mulai menjauh dari perkarangan rumah intan.
"Enggak,kok.aku seneng nemenin kamu.tapi,entah mengapa aku kepikiran sama ibu dan bapak?" sanggah Intan menoleh sekilas ke arah Vito.
"Kamu takut mereka bercinta,lalu kamu punya adik lagi," canda Vito membuat intan langsung merubah raut wajah nya.
"Astaghfirullah otak mu.mana ada aku kepikiran seperti hal itu.aku cuma gelisah,seperti ada sesuatu yang buruk yang akan terjadi pada mereka," cerocos intan.
Akhirnya Vito bernafas lega karena telah berhasil memancing amarah intan.dia lebih suka intan yang cerewet dari pada murung seperti tadi.
"Enggak akan terjadi apa-apa,kok.kamu tenang aja.nikmati malam ini bersama ku!"
Tak ada lagi pembicaraan setelah itu.mobil terus melaju hingga terparkir sempurna di lokasi yang mereka tuju.
Bukannya senang intan malah merinding.itu karena lokasi itu sangat sepi tidak seperti biasanya.karena sudah bergedik ngeri akhirnya dia memilih berjalan di belakang Vito.
"Ada apa?sini berjalan di sisiku?"
"Gak mau.tempatnya serem.mana remang-remang lagi,nanti kalau aku berjalan disitu lalu dia tarik aku,kamu gak lihat," bisik intan sembari terus melihat kiri kanan.
"Emang siapa yang narik kamu?kalau dia berani melakukan itu aku pukul dia!" ucap Vito ikut melihat keadaan sekitarnya.
"Emang kamu berani mukul hantu.lagi pula percuma hantu gak bisa di pukul,paling nanti kamu mukul angin," balas intan membuat Vito tersenyum jahil.
"Intan ... di belakang kamu ... ad-"
Ucapan vito terhenti ketika intan langsung menarik tangan nya dan membawa nya berlari agar menjauh dari sana.
Uhh ... uhh ..heh ... heh!
__ADS_1
Begitulah nafas keduanya setelah berlari secepat kilat.keringat mulai bermunculan di wajah keduanya,baju mereka pun sedikit basah karena keringat.
Mendengar nafas intan yang ngos-ngosan membuat pikiran Vito langsung traveling.hampir saja dia terbawa suasana dan rudalnya ingin bangun dari tidurnya.
"Gak,harus mende*sah juga,kali.otak ku udah traveling nih," tegur Vito agar intan mengecilkan suara nafas yang ngos-ngosan itu.
"Siapa ... juga ... yang mende*sah.otak Lo aja yang selalu kotor!"
"Lagi pula kamu kenapa,sih,lari-lari begini?"
"Kamu Masi nanya.bukannya kamu bilang di belakang aku ada hantu,makanya aku lari!" ketusnya sembari mengelap keringat di dahinya.
"Ays,ku sangka apa?"
Vito sedikit menyesal karena bercanda mengenai hantu.ternyata intan setakut itu sehingga langsung mengambil tindakan tanpa membuktikan bahwa hantu itu memang ada atau tidak di belakang nya.
"Lebih baik kita lanjutkan melihat surprise yang aku persiapkan!" ajak Vito gantian menarik tangan intan.
"Ayo kesana!"
Ternyata setelah intan perhatikan ternyata ada beberapa balon dan rangkaian bunga mawar di sekitar jalan itu.satu hal lagi yang baru intan sadari bahwa mereka berjalan mengikuti petunjuk yang telah tertempel di tiang berhias balon itu.
"Apa kamu gugup?" tanya Vito menyadari tangan intan yang mulai berkeringat.
"Sedikit."
"Jika sedikit gak mungkin sampe diem aja kayak patung,malah aku lihat kamu sampe gak bernafas."
"Udah tahu kenapa nanya?" kesalnya hampir saja ia melepaskan tautan tangan itu.namun tentu saja Vito langsung menggenggam erat.
Mereka melanjutkan perjalanan.mereka telah memasuki tempat yang Vito maksud.intan agak kaget karena saat ini dia sedang berjalan di atas karpet merah dan saat mereka telah sampai di sebuah meja yang telah terdapat kue yang sangat cantik barulah lampu di hidupkan.
"Selamat ulang Tahun!"
Ucap para tamu mulai bermunculan.rupanya mereka bersembunyi di kegelapan.intan tidak menyala bahwa acaranya akan dirayakan seperti ini terlebih yang menjadi tamu undangan adalah orang-orang yang ia kenal.
__ADS_1
"Cie ... cie .. cie ... udah gandengan aja.kabar baik ini?" ledek Nisa yang nampak elegan dengan balutan dress hitam yang ia kenakan.
"Vit,sekalian umumkan acara bahagia kalian.kalau kami tahu dari jauh hari kami pasti akan mempersiapkan kado yang spesial untuk pernikahan kalian," timpal Vira.
"Aman itu," sahut Vito membuat mata intan mendelik padanya.
"Hadirin yang berbahagia.terimaksih atas waktu luang yang telah di berikan.berkat kalian semua hari ini bisa terjadi dengan sempurna.saya sangat berterimakasih atas bantuan kalian untuk membantu saya menata acara ini dari awal hingga hari ulang tahun saya." Vito mengucapakan pidatonya tanpa melepas tautan tangan intan,meski ia tahu intan sudah beberapa kali ingin terbebas dari tautan itu.
"Ulang tahun kali ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya.itu karena di tahun ini saya dapat berteman baik dengan kalian dan yang terpenting saya bisa merayakan nya dengan wanita yang sangat saya cintai!"
Mendengar penuturan itu tentu saja tamu undangan langsung bertepuk tangan dan menyoraki mereka seakan ikut bahagia akhirnya dua insan itu telah bersatu.
"Ya Allah,aku nyesel datang kemari!mau di mana aku mengubur wajahku.vito ... aku malu gak usah ngomong yang aneh-aneh lagi.astaga lihatlah tatapan dua kecebong itu,ingin rasanya ku pites."
"Ayo,kita sama-sama menyanyikan lagu ulang tahun karena acara pemotongan kue akan di laksanakan!" ujar Vito semangat.
Akhirnya semuanya mendekat mengelilingi kue itu dan menyanyikan lagu ulang tahun.akhirnya semua telah berakhir kini hanya menunggu Vito menyuapi kue pada seseorang yang spesial di hidupnya.
"Kue ini aku berikan pada cintaku."
Intan memaksakan senyuman dengan berat hati ia membuka mulutnya saat Vito menyuapinya.ingin ia tolak namun ia takut membuat Vito malu di acara sepesial nya.
"Ahhh ... aku mau juga di syuapi!" adu Vira pada Nisa yang merasa iri melihat keromantisan temannya.
"Tahun ini aku saja yang suapi.tahun depan mudah-mudahan pak Lilik yang menyuapi mu!" balas Nisa.
"Eh!ngapa nyebut-nyebut duda karat itu!" kesal Vira.
"Gak,boleh gitu.entar jodoh baru tahu rasa!"
"Rasa apa?rasa bekas orang!" ketusnya.
Setelah pemotongan kue barulah di lanjutkan dengan beberapa hiburan mulai dari dansa dan bernyanyi bersama.tentu saja intan dan Vito turut andil untuk mengisi acara itu.hari ini Vito merasa sangat bahagia karena dapat bernyanyi dan berdansa bersama intan.
"Semuanya bisa minta waktunya sebentar!" ucap Vito setelah lagu yang ia nyanyikan berakhir.
__ADS_1
Intan terkejut karena Vito telah berlutut di hadapan nya,tak lupa sebuah cincin telah Vito persembahkan untuknya.intan gelisah sendiri dia bingung harus berbuat apa.
"Intan Saputri aku sangat mencintaimu.apapun kekurangan mu aku tidak peduli,yang aku inginkan kau mau menemani ku di sisa umurku.intan Saputri maukah kamu menjadi istriku?!"