
"Apa yang kamu lakukan di sini?cepat mas-"
Bugh!
Ucapan penjaga itu terhenti karena keburu pingsan karena Wiwit berhasil memukulnya dengan kayu balok.
"Ayo kita pergi!" ajak Wiwit menarik tangan Ani.
"Tapi,kita harus mengamankan dia.nanti temannya akan melihat ini semua," ucap Ani membuat Wiwit kesal.
"Kita tidak punya banyak waktu lagi,ani.dua temannya sebentar lagi datang,kita harus sesegera mungkin kabur dari sini!" jelas Wiwit lalu menarik paksa tangan Ani.
Akhirnya dua wanita itu berhasil keluar dari pekarangan itu.saat mulai menjauh dari rumah itu,samar-samar mereka mendengar teriakan dan seruan dari seseorang mungkin mereka menyadari bahwa mereka kabur.
Langkah keduanya semakin cepat,sesekali Wiwit menoleh kebelakang untuk mengetahui keadaan Ani.
"Kita tidak bisa kedepan,mereka ada disana," ucap Wiwit memilih berbelok ke kiri karena dia dapat melihat dari kejauhan ada beberapa orang ingin menghadang mereka.
Jalan mereka satu persatu telah di jaga oleh penjahat,ternyata orang suruhan raya bukan hanya di dalam rumah namun juga telah di persiapkan di luar rumah.mereka seakan-akan telah menyiapkan rencana dengan matang.
"Tidak ada pilihan lain kita harus menuju ke hamparan sawah," ucap Wiwit membawa Ani berlari kearah sana.
Mengetahui Ani telah masuk jebakan membuat raya bergegas ingin menuju kesana.sebelumnya dia sempat panik dan marah besar karena mengetahui Ani telah melarikan diri.
Namun,karena ia memiliki Tito yang licik semua rencana yang mereka susun tetap berjalan dengan semestinya walau pun lebih cepat dari waktu yang mereka tentukan.
"Mana wanita itu?" tanya raya mengangetkan Tito yang sedang melihat hamparan sawah yang di penuhi ilalang itu.
"Bersembunyi di dalam ilalang itu," balas Tito.
"Kalau begitu segeralah bakar ilalang itu,aku ingin melihat dia terbakar hidup-hidup di dalam sana," titah raya.
Ilalang yang sebelum telah di basahi oleh bensin itu kini telah menjadi kobaran api yang semakin lama semakin besar.langit yang semulanya hitam kini menjadi terang benerang karena api yang memakan ilalang kering itu.
"Lebih baik kita segera pergi,sebelum warga mengetahui kita yang melakukan kebakaran ini," ajak Tito.
Semuanya berangsur-angsur meninggalkan tempat itu,setelah mereka pergi kini barulah satu persatu warga bermunculan mendatangi tempat itu.
"Kebakaran!kebakaran!kebakaran!"
__ADS_1
Ucap mereka saling berteriak agar warga sekitar berkumpul dan membawa air untuk memadamkan api itu.
Jika di hamparan sawah sedang panik dan khawatir namun itu berbanding terbalik dengan apa yang di rasa raya,wanita itu terus tersenyum bahagia.
"Bertambah lagi hantu menyeramkan di alam mimpi mu," bisik Tito membuat senyum di wajah raya memudar.
"Jangan menakuti ku,hantu itu tidak ada.yang mati akan mati tidak bisa menjadi hantu," sangkal raya cepat.
"Aku hanya bercanda," ucap Tito terkekeh.
"Jangan bercanda terus.lebih baik sekarang kita melihat surat berharga itu dan mencari pengacara hebat untuk mendapatkan warisan itu," usul raya meninggalkan Tito.
***
"Berapa lama lagi kita akan sampai?" tanya baja untuk sekian kalinya.
"Sebentar lagi," sahut Satria.
"Dari tadi kamu bilang sebentar,sebentar!tapi hingga sekarang pesawat ini tidak mendarat juga," omelnya.
"Apa anda tidak bisa tenang sedikit?sudahlah membuat jadwal rencana amburadul,anda bilang kita akan berangkat malam nanti tapi yang terjadi anda ingin pergi sore ini juga.aku pusing mempersiapkan segala nya untuk anda," omel satria balik.
"Ya Tuhan perasaan ku tidak enak,apa yang telah terjadi padanya?aku mohon lindungi dia.jangan buat aku menyesal karena terlambat menyelamatkan nya."
Tak berapa lama akhirnya mereka sampai juga.tidak membuang waktu,baja sesegera mungkin turun dan mengendarai motor nya dengan kecepatan tinggi.
"Apa dia sudah gila?tidak bisakah menunggu kita yang telah mengejarnya hingga ngos-ngosan seperti ini," cerocos satria.
"Lebih baik kita segera mengejar juragan," usul pak Burhan yang telah duduk di motor.
Kekhawatiran baja semakin menjadi-jadi saat dia melihat kobaran api dari kejauhan.tidak memperdulikan motor yang ia parkir dengan asal hingga membuat motor itu tumbang.kaki baja melangkah cepat mendekati kebakaran itu.
"Apa yang terjadi?" tanya baja sehingga membuat warga terkejut dengan kehadiran baja yang tiba-tiba itu.
"Kebakaran,juragan.kami takut api ini di bawa angin hingga sampai ke permukiman warga, sehingga kami berusaha untuk memadamkan api nya," jelas salah satu warga.
Baja mengotak Atik handphone miliknya,tak lama dari kejauhan pak Burhan dan satria baru terlihat dan mereka berjalan menghampiri baja.
"Apa yang anda lakukan di sini,juragan?" tegur satria yang melihat baja fokus terhadap handphone nya.
__ADS_1
"Aku yakin ini bagian dari rencana mereka.jangan bilang mereka membakar ani hidup-hidup,jika itu sampai terjadi aku tidak mengampuni mereka," jelas baja yang membuat tanda tanya bagi warga yang mendengar nya.
"Tidak mungkin.anda terlalu berpikir berlebihan,lebih baik kita segera pulang untuk berjumpa nona Ani," sanggah satria.
"Aku sudah meminta beberapa orang untuk memadamkan api ini,mereka akan segera datang.api ini akan padam sebelum menyentuh rumah kalian," ucap baja pada pak RT.
"Terimakasih atas kebaikannya,juragan."
Baja kembali melanjutkan langkah kaki nya untuk menuju kediaman nya.saat mengetahui kedatangan baja hal itu membuat orang suruhan raya kaget.ada beberapa orang di antara mereka berlari ingin memberi tahu info itu pada sang majikan.
"Apa dia sudah datang?!" panik raya begitu juga Tito.
"Bukankah Masi ada waktu seminggu untuk dia berada di Medan?" imbuh Tito.
"Saya tidak tahu,tuan."
Tak lama terdengar suara teriakan beserta suara benda-benda di banting.karena keributan itu membuat raya dan Tito memutuskan untuk turun.
"Dimana istriku?!!" murka baja sembari memandang wajah pelayan dan penjaga di ruangan itu.
"Jawab!dimana istriku?!" ulang baja dengan wajah memerah karena amarah di dadanya.
Karena tidak juga mendapat jawaban,baja melempar guci kearah mereka.untung saja mereka segera menghindar jika tidak bisa di pastikan mereka akan terluka.
"Apa yang kamu lakukan di rumah ku?pantaskah seorang tamu mengamuk di rumah orang lain," celetuk raya yang baru tiba.
Mengetahui kehadiran raya membuat baja langsung menoleh dan menatap perempuan rubah itu.
"Sejak kapan ini rumah mu? lancang kamu mengakui rumah juragan kami sebagai rumahmu!" maki satria tak terima dengan ucapan raya barusan.
"Oh,ternyata kalian belum mengetahui kabar terbaru.mumpung kalian semua ada di sini,aku akan memberitahukan sesuatu yang sangat spesial untuk kalian," ucap raya sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Mulai sekarang aku lah pemilik seluruh kekayaan milik juragan kalian,jadi Dia bukan tuan kalian lagi tapi akulah tuan baru kalian!apa kalian paham?!" lanjut raya.
Satria tertawa terbahak mendengar penuturan itu,dia tergelak hingga memegangi perutnya.karena ia mengaggap raya sedang membuat lelucon atau bahkan sedang bermimpi.
"Bisa kalian ambilkan aku air,aku akan menyiram wanita itu agar terbangun dari alam mimpinya!" ledek satria.
"Berani kamu menertawai ku.tito bawa kemari surat berharga dan surat-surat kepemilikan atas nama ku itu,aku ingin menutup mulut nya karena lancang menertawai ku!" titah raya membuat tawa satria sedikit memudar.
__ADS_1
"Apa benar wanita ular ini mengambil alih harta milik juragan.tapi,kenapa wajah juragan masi terlihat tenang?apa juragan telah berhasil menjebak wanita itu?astaga kenapa aku tidak tahu sama sekali rencana juragan?"