
"Oh,my God!apa yang terjadi?"
"Kami,gagal,bos.ada pria muda yang mengacaukan semuanya!"
"Hanya pria muda kalian bertiga kalah!heh,dasar!badan saja yang besar tapi tenaga sama seperti wanita," cela nya.
"Pria itu jago bertarung,dia seperti Jack khi chen.tubuh kami yang besar ini habis ia hajar satu persatu!"
"Aku tidak menerima alasan apa pun!hal yang bodoh ku lakukan di Dunia ini adalah mau bekerja sama dengan kalian!" ucapnya marah.
"Kau mau kemana?kau belum memberi tip pada kami!" pria itu berteriak untuk mencegah wanita itu.
"Apa kau bodoh!kau itu gagal dan aku tidak Sudi membayar uang yang aku janjikan.dasar tidak berguna,menangkap anak kecil saja kalian tidak bisa!" Dia berhenti sejenak untuk menanggapi ucapan pria itu.
"Ays,dasar wanita!tidak bisa di kecewakan sedikit saja.lihat,dia pergi!tidak bisakah membiarkan kami untuk mencobanya sekali lagi.awas saja jika suatu saat datang mencari kami!" gumam preman itu dengan rasa kecewa karena tidak mendapat upah.
Hari ini adalah misi untuk menangkap pria yang bernama syawal.tujuannya jelas karena perintah mutlak dari tuan mereka.bagaimana pun caranya mereka harus berhasil?mereka tidak sanggup menghadapi hukuman jika sampai tuannya kecewa.
Syawal yang memang orang biasa mana merasa curiga sama sekali.ia juga tidak merasa ada sesuatu yang aneh,padahal penguntit telah ada mengawasinya sejak kemaren.
"Buk,aku pergi,ya.doakan semoga pulang bawa janda."
"Janda terus!ibu maunya uang tidak mau menantu.pergilah,nak,cari uang yang banyak untuk ibu."
Mendengar hal itu tentu saja membuat penguntit memiliki ide berlian untuk menjebak Syawal dan menangkapnya.
Motor jadul melaju sedikit pelan itu karena pemilik nya sedang berpikir keras saat mengendarai nya.hingga dari kejauhan matanya berbinar,di sedikit melaju untuk memastikan penglihatan nya.
"Apa itu uang?aku harus memastikannya!" matanya masi tertuju dengan segompok uang yang tercecer itu,Syawal telah membayangkan ingin membeli sesuatu jika seandainya itu benar uang asli.
Seperti nya Syawal merasa beruntung.uang yang tercecer itu berada di jalan yang sepi.dengan tidak membuang waktu ia turun dari motor tanpa curiga sama sekali.dia yang asyik memungut uang itu.tiba-tiba dia kaget karena ada seseorang yang memukulnya dari belakang dan akhirnya ia pingsan.
"Rencana yang sangat matang.bawa pria itu ke markas!"
Bagai mengikuti perintah panglima perang,kini tubuh Syawal telah berada di dalam mobil dan siap untuk di kirim pada tuan mereka.
"Kapan dia akan sadar?ambil air!siram wajahnya!"
__ADS_1
Mendengar keberhasilan anak buahnya,tanpa menunggu baja langsung pergi ke markasnya.dia meminta tawanan itu di bawa ke ruang sedikit nyaman dan ia ingin bicara empat mata saja saat pria itu telah sadar.
"Ukhh!"
Suara itu berasal dari Syawal,melihat itu baja mengurungkan niatnya.dia meminta anak buahnya kembali membawa seember air itu keluar.
"Aku dimana?" kagetnya melupakan rasa sakit di kepalanya.dia panik,pikiran yang menyeramkan terlintas dalam benaknya.dia takut dia diculik untuk di jadikan tumbal bangunan secara dia Masi menyandang status perjaka meski perjaka tua.
"Tuan,jangan sakiti saya.meski saya perjaka tua,tapi saya masi punya gebetan yang cantik dan bohay.saya Masi ingin mengejarnya,saya minta anda lepaskan saya!saya tidak mau wanita itu keburu diambil saingan saya!"
Entah mengapa baja tersinggung dengan ucapan perjaka tua itu.dia merasa pria itu tengah meledek nya,meski dia sudah menikah tapi dia belum melepas masa perjaka nya.
"Aku mau melepaskan mu asal kau memberi tahu ku sesuatu." Dari ucapan baja dapat diketahui bahwa pria itu tengah mengadakan negoisasi padanya.
"Selama saya mengetahuinya,maka saya akan memberitahunya pada anda," balasnya mantap.jika di pandang pria itu tidak asing untuknya,mereka seperti pernah bertemu.tapi, Syawal tidak mau mengingatnya takut nya membuat dia semakin susah untuk lepas dari sana.
"Apa kau kenal dengan wanita ini?" baja melihatkan lukisan seorang wanita di hadapan Syawal.
"Apa itu intan?" tanya balik syawal.ternyata begini,kah,wujud bidadari itu Jika tidak berhijab.
"Bisa kau jelaskan tetang dia!" tegas seakan mengatakan bahwa Syawal harus menceritakan nya padanya.
"Dia itu anak teman ku.nama dia Intan Saputri.dia itu seorang janda.yang aku ketahui dia bekerja di restoran sederhana di kota ini.restoran itu berada di jalan barat daya berhadapan dengan bengkel ternama.apa info ini sudah cukup?" Baja merenung setelah mengetahui kenyataan itu.
"Cukup.sekarang kau ku lepaskan.tapi dengan satu syarat?"
"Apa?"
"Kau tidak boleh ceritakan hal ini pada
siapa pun.sebagi tanda terimakasih nya,aku akan memberikan uang tadi padamu." Meski awalnya kecewa karena mereka menjebaknya.namun,itu tertutupi dengan ia membawa uang satu kresek.
"Ah,jika begini aku rela di jebak setiap hari." Gumamnya sembari tersenyum lebar karena mengingat uang itu di dalam tasnya.
Setelah kepergian syawal.baja meminta untuk pergi makan siang ke restoran itu.tentu saja satria langsung membawanya tanpa tahu ada niat tersendiri tuannya mau makan di sana.
"Tuan apa kita tidak masuk saja?" saran satria karena baja memilih tetap di dalam mobil untuk sekedar melihat wanita itu.
__ADS_1
"Diamlah!kau cukup nurut pada keinginan ku!" ketusnya.
Awalnya baja kaget karena sebelumnya ia pernah datang ke restoran itu.karena ada sesuatu yang terkesan saat dia makan di sana,yaitu rasa nasi goreng itu.jadi ia mengingat jelas restoran itu.
"Tapi sampai kapan kita harus mengurung begini?jika tuan mencari sesuatu ada baiknya aku turun untuk mencari tahu hal itu lebih lanjut ." Satria telah jenuh di tambah ia tidak tahu tujuan baja.
"Jangan!kau ingin membuat semuanya kacau.dia bisa lari lebih jauh jika sampai melihat ku ataupun kau!" cegah baja tidak setuju sama sekali dengan ide konyol itu.
"Jika supir yang turun,apa bisa aman?" usul Satria membuat supir itu gugup seketika.
"Ide berlian.kau masuk kedalam,cari tahu orang bernama intan.kau harus kembali dengan membawa info yang bagus!"
Makin gundah lah supir itu.dia yang memang bukan ahli dalam bidang yang sedang di perankan nya mendadak panas dingin membayangkannya ia datang dengan info yang tidak memuaskan baja.
"Sudah ku duga bahwa ini Tetang wanita.apa anda berencana untuk menikah lagi?apa yang membuat anda berubah seperti ini?"
Bukan jawaban yang satria terima melainkan tinjuan di lengannya.sadar karena telah lancang akhirnya satria memilih diam dan tenggelam dengan pikiran nya sendiri.
"Tutup mulutmu!kau harus merahasiakan nya hal ini dari keluarga ku!"
"Dari sini aku dapat menyium bau-bau memelihara wanita simpanan.ays,aku akan direpotkan dalam hal ini."
Sementara didalam sana supir Masi terdiam.bukan karena buku menu yang ada di tangan nya melainkan mencari cara agar mengetahui wanita itu.
"Apa kau mengenal intan?" tanya supir itu pada sisi.
"Darimana kau tahu wanita itu?aku lihat kau baru pertama kali datang ke restoran ini!" curiga sisi hingga menatap penuh selidik.
"Dia tetangga ku.aku sudah beberapa hari tidak melihatnya di rumah,aku kira dapat menemuinya di sini."
"Oh,aku sangka kau mau makan.ternyata mencari intan.wanita itu Masi berada di rumah sakit,kekasihnya sedang dirawat makanya dia tidak bekerja," jelas sisi percaya begitu saja.
"Kalau boleh tahu di mana rumah sakit nya?aku benar-benar ada keperluan dengannya."
"Rumah sakit Soekarno Hatta."
"Terimakasih sudah membantuku!"
__ADS_1