Istri Juragan

Istri Juragan
Sandiwara berujung Nyata


__ADS_3

Senyum Masi terpancar di wajah tampan vito.rasa bahagia yang di rasakan Nya membuat ia terus mengandeng tangan pujaan hatinya.bagai pasangan pasutri yang baru resmi menjalin hubungan membuat kedua seperti anak remaja yang di mabuk asmara.


"Lepas.jangan seperti ini,vit.aku malu!" bisik intan berusaha menyembunyikan rasa malunya dengan sesekali tersenyum di depan tamu.


"Makanya aku sengaja begini biar kamu terbiasa gak malu lagi," balas nya dengan senyuman makin melebar.


"Vit,aku gak bisa kayak gini.kamu lihat sekarang jam berapa?kamu udah janji antar aku pulang di awal waktu!" protes intan karena sejak tadi tidak ada tanda-tanda Vito membawa nya pulang.


"Untuk kali ini maafin aku,ya, tidak menepati janji.aku ingin merayakan hubungan kita.kita akan memainkan kembang api tepat jam dua belas malam.kamu mau ya?" bujuk nya dengan wajah memelas agar intan menyetujui nya.


"Besok aku harus kerja.kamu tahu sendiri Adam tadi nangis saat aku pergi.aku tidak mau anak ku mencari ku karena pulang larut malam."


Bukannya tidak senang dengan segala suprise yang Vito lakukan.namun saat ini hati intan benar-benar gelisah,dia terus memikirkan orang tuanya dan juga adam.hal itu yang membuat dia ingin pergi dari pesta itu namun Vito selalu menahan nya.


"Tadi aku bertemu dengan pak lilik.aku sudah bilang bahwa besok mungkin kamu tidak masuk bekerja.besok kamu bisa istirahat yang cukup dan juga memiliki waktu yang banyak untuk bermain dengan adam.anggap saja itu sebagai penembus karena malam ini kamu terlambat menemani dia tidur."


Entah mengapa dia merasa Vito berbeda dari biasanya.pria di depan nya ini kini berani mengambil keputusan tanpa mengajak ia kompromi.dengan sekehendak nya saja dia meminta izin agar intan tidak bekerja dan lebih parahnya dia mulai terlihat egois.


"Hey!kalian berdua ngapain bengong di situ.ayo,sini main kembang api!" seru Nisa dengan lantang.


"Tuh,Masi ada teman mu.lihat dia semangat merayakan hubungan kita!jangan ambil pusing intan.ayolah nikmati malam ini bersama ku!" tutur Vito menatap wajah intan yang sedikit cemberut.


"Habis ini kamu harus benar-benar mengantarkan ku pulang.jika kamu Masi menundanya jangan salah kan aku kalau pulang sendiri!" ancamnya lalu pergi mendahului Vito.


"Apa aku sudah keterlaluan?" gumam Vito melihat punggung intan yang semakin menjauhi nya.


Akhirnya perayaan kembang api itu terlaksana.mereka bergembira dengan acara penutupan dari pesta malam itu.banyak nya kembang api yang meledak di langit membuat langit menjadi indah,hal itu tentu saja langsung di abadikan dengan melakukan foto bersama.


"Wah,malam ini benar-benar malam yang panjang.aku berharap hubungan kalian awet hingga sampai di pelaminan!" ucap Vira yang sangat bahagia melihat intan akhirnya memiliki pasangan.

__ADS_1


"Terimakasih doanya.nanti kalau acara lamaran aku akan mengundang kalian berdua," sahut Vito.


"Emang kapan lamaran nya?" tanya Nisa.


"Secepat mungkin!"


Mendengar hal itu tentu saja intan terkejut.menerima lamaran Vito beberapa waktu lalu bukan keinginan dia.dia hanya terpaksa demi tidak membuat Vito malu di depan tamu dan terpaksa bersandiwara menerima nya sementara.


Rencana nya intan ingin menjelaskan itu semua saat Vito mengantar nya pulang.namun melihat raut kebahagiaan yang terpancar di wajah Vito membuat ia tak tega.dia takut menghancurkan perasaan temannya itu dan dia takut di Antara mereka berujung bermusuhan karena hal ini.


"Kalian pulang naik apa?" tanya intan.


Belum sempat Nisa membalas pertanyaan intan tiba-tiba handphone milik Vito berdering.hal itu tentu saja mengundang perhatian dan mereka menguping pembicaraan yang Vito lakukan.


"Apa??"


"Sekarang ayah di mana?aku akan segera kesana!"


"Sayang maafkan aku!aku tidak bisa mengantarkan mu pulang.ayah ku kambuh!dia masuk rumah sakit!" tutur Vito dengan wajah panik.


"Pergilah temui ayah mu.aku bisa pulang mengunakan taxi online.aku akan baik-baik saja!" balas intan tidak mencegah Vito karena dia tahu bagaimana perasaan saat orang tua sakit dan membutuhkan anak nya di sisinya.


"Terimakasih,sayang.besok pagi aku akan menemui mu.oh,ya,aktifkan terus ponsel mu aku akan memberi kabar keadaan mertuamu!" serunya Masi sempat bercanda di saat keadaan genting seperti itu.


"Pergilah cepat!jangan bercanda terus!" omel intan membuka pintu mobil dan mendorong Vito agar masuk di dalam nya.


"Wow!sejak kapan intan yang aku kenal kalem dapat memaksa anak orang dengan kasar!" komentar Nisa.


"Tentu saja sejak berteman dengan mu.kau ini mengajarkan hal kasar saja!" ketus Vira.

__ADS_1


"Eh,eh,eh.kamu bilang apa tadi?!" tanya Nisa geram sudah mengambil ancang-ancang untuk menjitak kening Vira.


"Sudah jangan berkelahi.ingat,ini sudah larut malam.lebih baik kalian pulang!" usir intan.


"Kami akan pulang saat taxi pesanan mu datang."


Akhirnya taxi itu datang,sebelum pulang intan mengucapkan banyak terimakasih pada dua temannya itu karena telah mau menemaninya di sana.


Mereka pulang ke rumah masing-masing.perasaan intan Masi sama dia Masi gelisah.saat mobil itu telah sampai di gang perumahan miliknya intan meminta berhenti dan di turunkan di sana.jika dia nekat turun di depan rumah ia takut warga yang tidur terganggu karena suara mobil di tengah malam.


"Yakin tidak mau di temani,neng.di sana gelap,loh," ucap supir Masi ragu dengan keputusan intan.


"Kalau dari jauh emang gelap,pak.tapi di sana gak seserem itu,kok,soalnya saya sudah terbiasa melalui jalan itu."


"Oh,ya,sudah.hati-hati,ya,neng."


"Terimakasih,pak!" ramahnya.


Supir itu belum bergerak dari tempat dia memperhatikan intan dari kejauhan.dia takut ada orang jahat yang ingin mencelakai intan.meski tidak kenal namun mengantar penumpang hingga selamat sampai rumah adalah sebagian tanggung jawab nya,agar dia menjadi supir taxi yang amanah.


"Kok,aku makin deg-deg,kan,ya."


Dari luar intan melihat keanehan di rumahnya.rumahnya gelap gulita dan intan Masi berpikir positif mungkin ampere milik nya kehabisan pulsa.


Ada yang perlu kalian tahu bahwa rumah intan cukup berjarak dari tetangganya.kiri dan kanan rumah intan lahan kosong dan sejak dahulu tidak ada warga yang mengisinya setahu intan karena tanah yang di jual sangat tinggi.alhasil intan tidak memiliki tetangga dekat.


"Assalamualaikum." ucapnya lalu iseng menghidupkan saklar lampu.


Intan tiba-tiba saja menutup mulutnya dengan kedua tangan nya.air mata sungguh cepat berlinang di kedua pelupuk matanya.kejadian itu sungguh membuat ia diam membisu,terlebih saat dia menyadari bahwa lantai yang ia injak telah berubah menjadi lautan darah.

__ADS_1


"Ibu,bapak!"


__ADS_2