Istri Juragan

Istri Juragan
Pembunuhan Berencana


__ADS_3

Brak!


Suara pintu yang sengaja dibanting kuat oleh seseorang,hampir saja jantung dara copot dari tempatnya karena terkejut.


"Nenek tua!" ketus raya mendekati dara sambil melipat tangannya.


"Mau apa kamu kesini?" sungut dara tak senang dengan kehadiran raya.


"Punya hubungan apa kamu dengan si Rojak?" tanya raya tanpa memperdulikan pertanyaan dara.


"Bukan urusanmu!" balas dara ketus.


"Tidak cucu tidak nenek nya sama-sama membuatku jengkel.cepat jawab pertanyaan ku atau kamu ingin mati!" desak raya sambil mencengkram wajah dara dengan satu tangan nya.


"Lepas!" pekik dara sambil menendang perut raya.


"Nona!" kaget penjaga melihat majikannya tersungkur.


"Berani kamu memukul ku!" makinya sambil memegangi perut.


"Emang kamu Tuhan sehingga aku harus takut padamu!" balasnya dengan beraninya.


"Kau harus di beri pelajaran!" seru Raya murka.


Kini tangan raya mencengkram erat leher dara,wanita tua itu nampak kesusahan bernafas.melihat wajah pucat dara membuat raya tertawa senang,cengkraman tangannya begitu erat sehingga dara tidak bisa melepaskan cengkraman itu.


"Bagaiman?Masi mau bermain-main denganku!" bisik raya lalu melepas cengkraman itu.


Dara segera mengambil oksigen sebanyak mungkin,dia juga menepuk-nepuk dadanya agar rasa sesak itu segera menghilang.


"Sekarang aku tanya sekali lagi,punya hubungan apa kamu dengan engkong baja?" kali ini dia bertanya sambil mengelilingi dara yang duduk di kursi roda.


"Aku tidak punya hubungan apapun padanya," ucap dara.


"Bohong!jika kamu tidak punya hubungan apapun,lalu kenapa dia mewarisi hartanya untuk cucumu?" sanggah Raya tak percaya.


"Aku juga tidak tahu!" tegas dara kesal karena raya tidak percaya dengan nya.


"Apa kamu kekasih simpanan Rojak?" tebak raya yang langsung mendapat kan pelototan dari dara.


"Jangan bicara sembarangan kamu!" maki dara.


"Marah mu semakin membuatku yakin kalau kamu itu wanita simpanan Rojak," ucap raya sambil menatap dara.


Hening tidak ada pembicaraan lagi,dara memilih diam dari pada menjadi gila karena terus melayani raya.

__ADS_1


"Apa permintaan terakhir mu?" celetuk raya membuat dara langsung mengerutkan kening.


"Apa maksudmu?"


"Hari ini adalah hari terakhir kamu ada di dunia ini,aku harap kamu mengerti maksudku," bisik nya dengan senyum jahat.


"Ap-apa kamu ingin membunuhku?' tanya dara dengan degup jantung yang tak karuan.


"Oh tentu.untuk apa aku membiarkan orang yang berbahaya seperti mu ini hidup?menemui baja saja kamu berani apa lagi melakukan hal ekstrem lainnya,misalnya ingin mencari surat berharga peninggalan Rojak," jelasnya membuat dara menatap benci wanita itu.


"Yang berbahaya itu kamu bukan aku,dengan kamu hidup di bumi ini itu akan sangat merugikan manusia lain," balas dara.


"Mengoceh lah sesuka mu,hari ini hari terakhir aku mendengar ocehan mu.oh,ya kamu ingin mati yang seperti apa?mau mati mengenaskan atau mengerikan!"


"Jika aku mati aku akan menghantui mu,hidupmu tidak akan tenang!" seru dara membuat raya tertawa keras.


"Hahaha ... aku tunggu kamu gentayang!" ejeknya lalu pergi dari sana.


***


"Aku dimana?apa yang terjadi padaku?aw! kenapa kepala ku sakit?"


Lasmi baru sadar dari pingsan nya,saat dia membuka mata ia terkejut karena dia di ikat di sebuah kursi dan seperti nya dia ada di sebuah rumah yang terbengkalai.


"Ap-apa aku di culik?siapa yang menyekap ku?"


"Astaga dia belum bangun!apa kita harus menjaga orang pingsan ini?aku bisa mati karena bosan terus disini."


"Sabar.mungkin sebentar lagi dia akan terbangun."


"Lagi pula jika dia bangun apa yang harus kita lakukan?"


"Apa kamu tidak tahu?bos meminta kita memperkosa nya hingga mati!"


"Kenapa tidak kita lakukan sekarang saja?"


"Teman kita yang lainnya belum datang,bos meminta 15 orang untuk melakukan hal itu."


"Memang nya kemana orang itu?kenapa belum datang juga sudah hampir 24 jam kita disini?"


"Mereka ikut bos,hari ini mereka akan melakukan pembunuhan pada wanita tua itu."


"Astaga terlalu banyak misi yang bos pinta, kira-kira wanita tua itu mau di apakan,ya?"


"Aku dengar dia akan di tenggelam kan di kolam renang,butuh banyak penjaga untuk ikut andil dalam hal itu.bos ingin semuanya lancar tanpa ada yang tahu bahwa wanita itu dibunuh."

__ADS_1


"Bukankah kolam renang tidak jauh dari sini,apa kamu tidak mau melihatnya?"


"Sebenarnya ingin,tapi tidak mungkin kita meninggalkan wanita ini."


"Sudahlah tinggalkan saja,ayo kita lihat permainan mereka dari pada kita merenung di sini."


Sepertinya salah satu penjaga itu menarik temanya untuk pergi.setelah mendengar suara pintu tertutup baru Lasmi membuka matanya.


"Apa wanita tua yang mereka masud adalah nenek Ani?jika benar berarti nenek Ani dalam bahaya!aku harus segera bebas dari sini!"


Bukan sesuatu yang mudah untuk Lasmi untuk membuka ikatan di tangan dan kakinya,melihat keadaan nya mengingatkan ia pada tayangan sinetron,biasanya Jika dalam keadaan seperti ini para pemain memecahkan botol kaca dan mengambil serpihannya.


"Ya ... tuhan!tunjukan satu benda kaca padaku,dada ku sangat sesak karena lakban di mulutku.aku harus kuat!nenek Ani membutuhkan pertolongan ku."


Lasmi berusaha bergerak dan memindahkan bangku itu sedikit demi sedikit,hingga matanya melihat gelas kaca di pinggir meja.


Dengan sekuat tenaga Lasmi mendekati gelas itu,kini usahanya berhasil gelas itu telah pecah dan menyisakan potongan gelas di tangan nya.


"Semoga ada orang lain yang mengetahui rencana busuk mereka,aku harap nenek Ani telah tertolong saat aku sampai di sana."


"Kalian ingin membawaku kemana?" panik dara melihat orang yang tak di kenal mendorong kursi rodanya.


Rasa takut menghantui dara,ternyata benar apa yang ia katakan pada baja bahwa kematian akan datang saat dia nekat menemui baja.


"Datang,juga!bagaimana keadaan mu?apa kamu sudah siap di jemput malaikat maut?" ledek raya dengan Tito di sampingnya.


"Apa yang ingin kamu lakukan?sadar!jika yang kamu lakukan ini adalah dosa besar!" terang dara agar raya menghentikan rencana jahatnya.


"Apa kalian tahu dosa?kalau aku tidak mengenal yang namanya dosa!" ledeknya sambil tersenyum licik.


"Turunkan dia dari kursi roda,masukan tubuhnya ke kolam itu!" titah Tito membuat anak buahnya segera bergerak.


"Jangan lakukan ini,aku belum melihat cucuku untuk terakhir kali!" mohon dara terbayang wajah Ani.


"Kasihan!aku sangat sedih melihatmu."


"Raya walaupun kamu jahat tapi aku yakin kamu memiliki sisi baik,jangan lakukan ini.tidak baik membunuh orang seperti ini!" nasehat dara.


"Sepertinya dia sengaja mengulur waktu,apa dia sedang berharap ada seseorang yang melihat ini dan menolong nya?" sahut Tito membuat raya tersadar.


"Hentikan ocehan mu,cepat masukkan dia ke kolam renang.sudah lama aku tidak melihat nenek-nenek berenang," titah raya.


Sedangkan disisi lain,Lasmi berhasil membuka ikatan di tangannya.kini dia membuka lakban di mulutnya dan lalu melepaskan ikatan di kakinya.


"Akhirnya aku bebas,nenek Ani tunggu aku.aku akan segera menyelamatkan mu!"

__ADS_1


Saat membuka pintu Lasmi langsung kaget karena ada seseorang yang telah berdiri disana.dia langsung mundur beberapa langkah untuk berjaga-jaga dari orang itu.


__ADS_2