Istri Juragan

Istri Juragan
Menjual Info


__ADS_3

Wiwit memperhatikan wajah Ani yang sedang terlelap,berkat obat tidur yang ia berikan pada Ani membuat temannya itu bisa terlelap.


Semalaman ia terjaga karena Ani tidak kunjung tidur,dia terus menemani teman nya itu hingga tidak tidur semalaman.


"Ani aku sedih dengan apa yang terjadi padamu?Ani aku akan menjadi wanita jahat untuk melindungi mu.melihat kamu di perlakukan seperti ini membuat aku teringat akan adik ku."


Wiwit merasa kepalanya sangat sakit,dia memegang kepalanya itu dan mencengkram sisi ranjang untuk melawan rasa sakit itu.


"Darah lagi," gumamnya sambil memegang hidungnya.


"Penyakit ini kambuh lagi,kamu tahu kanker.aku telah lelah berobat dan datang kerumah sakit untuk mengusir mu,tapi sepertinya kamu sangat menyukai ku hingga sampai detik ini masi ada di kepalaku."


Dengan selembar tisu ia membersihkan darah itu,ini sudah sekian kalinya ia mimisan.setiap ia dekat dengan Ani dia berusaha menghindar dikala mimisan itu ia alami.


"Semoga Ani tidak mengetahui penyakit ku," doanya lalu pergi meninggalkan Ani yang sedang terlelap.


"TIDAK!!!"


Kejadian buruk tadi malam masuk kedalam mimpi indah Ani,karena mimpi itu ia terbangun sambil berteriak.saat ini dia memeluk dirinya sendiri sambil menangis.


"Ya ... Tuhan,apa salahku padamu?kenapa ini semua terjadi pada hamba?apa hidupku seburuk ini hingga aku tidak bisa bahagia sedetik pun?" lirihnya dengan sesegukan.


Dengan perlahan dia menuju kamar mandi,saat ini ia ingin membersihkan diri dari bekas pria itu.dia merasa telah kotor hingga dia mengusap tubuhnya dengan kasar.


"Loh,dimana Ani?apa dia sudah bangun?" gumam Wiwit dengan sepiring nasi goreng di tangan nya.


"Apa Ani mandi?jika ia ... jangan-jangan anak itu ... " Wiwit menggedor kamar mandi itu.


"Ani ... buka pintunya!Ani ... apa kamu mendengar ku?" cemasnya membuka paksa gagang pintu itu.


"Ya Tuhan,apa lagi yang di lakukan dia di dalam sana?aku harap Ani tidak melakukan hal bodoh!" ucapnya sambil mencoba mendobrak pintu itu.


Butuh waktu beberapa lama untuk Wiwit masuk kedalam kamar mandi,saat ia masuk ia dapat melihat Ani yang meringkuk tak bergerak.dengan tubuh basah kuyup Ani duduk di keramik yang dingin,bisa dipastikan anak itu tidak baik-baik saja.

__ADS_1


"Ani!apa yang kamu lakukan?" ucap Wiwit sambil memeluk teman nya itu.


"Aku ... ingin mati!" lirihnya dengan bibir membiru dan mata yang menghitam.


"Jangan,aku dan nenekmu Masi ingin kamu di sisi kami!jangan tinggalkan kami,Ani!" ucap Wiwit dengan air mata mengalir di pipinya.


Melihat keadaan Ani yang basah kuyup membuat Wiwit segera membopong nya untuk keluar kamar mandi dan berganti pakaian.


"Semua akan berlalu.jangan berpikir untuk bunuh diri,kasihan nenekmu jika mengetahui nya," ucap Wiwit setelah menyuapi Ani.


"Tapi ... aku tidak sanggup lagi!terlalu banyak hal buruk yang terjadi padaku."


"Agar hal buruk itu tidak terjadi padamu,kembalilah menjadi sosok Ani yang kuat dan di takuti oleh orang jahat!" pungkas Wiwit.


"Lupakan perasaan mu pada baja,tanamkan pada dirimu untuk menjadi wanita yang tidak berperasaan pada siapapun.jangan libatkan hati pada siapapun jika kamu tidak mau di sakiti lagi," nasehat Wiwit.


"Kamu benar,tidak perlu gunakan hati pada orang yang tidak tahu diri.lebih baik aku memikirkan cara agar orang jera dan tidak mau menyakiti ku lagi," ucap Ani dengan mata penuh dendam dan amarah.


"Satu lagi jangan jadi sosok yang lemah saat di ancam ini dan itu,jadilah sosok yang tidak peduli dengan ancaman musuh agar kamu tidak terlihat lemah," imbuh Wiwit.


"Dari pada mendengar omongan mereka,lebih baik kita mengikuti peran cicak yaitu diam-diam merayap.kita akan berusaha melepaskan nenekmu dan membawanya ke tempat aman."


"Aku akan melawan mereka,tapi kamu harus memikirkan cara untuk menemukan nenek ku!" pinta Ani.


"Percaya padaku,nenek mu akan ku bebaskan dan dia akan kembali lagi padamu!" yakin nya membuat Ani langsung memeluknya.


"Terimakasih telah menjadi teman terbaik ku!" ucap Ani memeluk Wiwit dengan erat.


"Sama-sama."


***


"Apa??anak ku kambuh lagi.dok,tolong lakukan segala cara untuk menyelamatkan anak ku!"

__ADS_1


"Kami akan melakukan operasi pengangkatan jamur itu,tapi biaya nya sangat besar."


"Sebutkan berapa biayanya,dok.saya akan berusaha untuk menyiapkan nya," desaknya dengan rasa panik.


"150 juta,saya harap anda dapat kemari untuk membayar administrasi nya dan juga mendampingi pasien."


Panggilan itu langsung terputus menyisakan seorang wanita yang menangis tersedu-sedu.wanita itu bingung mencari uang sebanyak itu untuk waktu semalam.


"Kamu kenapa lagi,tin?" tanya Eka.


"Anak ku kambuh lagi.kali ini dia harus di operasi dan memerlukan biaya besar," ucapnya sambil mengusap air mata di pipinya.


"Aku turut sedih dengan apa yang terjadi padamu?maaf aku tidak bisa membantumu.seandainya kamu mempunyai informasi penting,mungkin kamu bisa mendapatkan sejumlah uang untuk pengobatan anakmu," ucap Eka membuat Tina mematung.


"Informasi penting," ulang Tina.


"Ia.jika kamu punya kamu bisa memberitahu nya pada nona raya,jika itu info benar-benar menguntungkan untuk nona raya,dia akan memberikan kamu imbalan yang sangat besar," jelasnya.


"Apa ada yang pernah menjual informasi padanya?" tanya Tina sedikit penasaran.


"Ada,contohnya Putri.aku dengar dia di beri 300 juta karena info yang ia kasi sangat penting dan yang jelas infonya itu memang benar."


"Harga yang sangat fantastis untuk sebuah informasi," gumam tina.


"Aku pergi dulu,ya,semoga anak mu lekas sembuh," pamitnya.


Setelah kepergian Eka,Tina kepikiran dengan ucapan Eka barusan.dia sedikit tergiur untuk menjual info yang ia ketahui beberapa pekan lalu.


"Apa aku harus memberi tahu tentang pertemuan nenek tua itu dengan juragan?tapi jika aku kasi tahu maka kasihan nenek tua itu,pasti nenek tua itu akan di beri pelajaran oleh nona raya.tapi,jika aku tidak menjual info ini aku tidak bisa membayar biaya operasi anak ku."


Tina di landa kebingungan,dia bingung untuk mengambil keputusan yang tepat.disatu sisi dia butuh uang dan satu sisi lainnya dia takut wanita tua itu terkena masalah.


"Tina jangan gunakan hatimu untuk saat ini,pikirkan anak mu yang sangat butuh kamu.dia butuh kamu untuk sembuh,maaf nenek tua untuk saat ini aku egois karena anak ku sangat membutuhkan aku."

__ADS_1


Dengan bergegas dia bertekad untuk menemui raya,dia berharap raya mau membayar mahal atas info yang ia ketahui.


__ADS_2