
"Hallo ... juragan!apa anda baik-baik saja di sana?"
"Ia aku baik.ada apa kamu meneleponku?" tanya baja yang berada di balkon dengan ponsel yang menempel di telinganya.
"Saya ingin memberitahu anda,bahwa nenek Ani meninggal hari ini."
"Apa??" kaget baja.
"Umurku tidak akan lama lagi karena nekat menemui mu di sini,aku harap saat kamu mengetahui aku telah tiada kamu dapat berpikir ulang karena mengira ani membunuh engkong mu.percayalah aku maupun Ani tidak ada niat untuk mengambil harta warisan itu."
Perkataan dara terakhir kali mereka bertemu tiba-tiba saja tergiang di telinga baja,apa yang sebenarnya terjadi? siapa yang sebenarnya jahat saat ini?sungguh memikirkan semua itu membuat baja semakin bingung.
"Hallo juragan,apa anda Masi dapat mendengar ku?"
Suara pak Mansur dari sebrang sana membuat baja tersadar dari lamunannya.
"Nenek Ani meninggal karena apa?apa dia sakit?" tanya baja.
"Dia terjatuh di kolam renang dan tenggelam di sana,karena tidak ada yang melihat kejadian itu membuat dia lambat terselamatkan dan akhirnya meninggal."
"Apa kamu yakin dia meninggal karena terjatuh?" tanya baja seolah-olah merasa ada yang ganjal dengan kejadian itu.
"Saya kurang yakin tuan.saya sudah menyelidiki kasus ini,semoga saja mereka dapat menemukan hasilnya dengan secepat mungkin."
"Kerja bagus.awasi orang-orang yang asing,lakukan itu selama aku belum kembali!" titahnya.
"Baik tuan."
Setelah panggilan terputus,baja langsung memegang erat pagar balkon dan tatapan matanya melihat kearah langit yang penuh dengan bintang yang bertaburan dan juga bulan yang bersinar terang.
"Apa dia sedih?kenapa aku merasa bersalah?apa aku salah selama ini membenci dia?kenapa semuanya semakin rumit seperti ini?" gumam baja bertanya-tanya dalam hati.
***
"Aku masi ragu memberitahu soal kehamilan nona Ani,aku takut juragan berpikir yang tidak-tidak.secara dia pernah mengira nona ani berselingkuh darinya,bisa saja dia mengira anak yang di kandung nona Ani itu bukan anaknya,semoga saja aku mengambil keputusan yang tepat."
Pak Mansur pergi melanjutkan penyelidikan mengenai kematian dara melalui memeriksa cctv yang terpasang di sudut rumah itu.
__ADS_1
Sementara itu dilain tempat,ada seorang wanita yang tengah bersimpuh menghadap tuannya.
"Ada apa kamu menemui ku?"
"Ada hal penting yang ingin aku tawarkan pada anda," Mendengar hal itu raya seakan tahu tujuan pelayan itu.
"Semuanya keluar.tinggalkan kami,ingat jika aku tahu ada seseorang yang menguping!aku akan memotong daun telinga orang itu!" ancam raya membuat semua pelayan yang baru saja keluar tidak berani melakukan hal itu.
"Sekarang hanya kita berdua.katakan apa yang kamu ketahui?" tanya raya sambil melipat kakinya layaknya bos.
"Ini megenai nona Ani dan kematian neneknya, informasi ini sangat penting.saya harap anda dapat menghargai jasa saya dengan bayaran yang mahal," ucap pelayan itu membuat raya mendengus kesal.
"Selalu begitu.kenapa setiap orang yang ingin menjual sesuatu harus mengingatkan ku tentang uang bayaran?apa aku terlihat miskin sehingga kalian berpikir aku tidak mampu memberikan kalian bayaran yang mahal?" omel raya kesal.
"Maaf kan saya yang lancang!" ucap pelayan itu karena merasa ucapan nya menyinggung hati raya.
"Baiklah lupakan saja.sekarang katakan informasi itu," desak raya dia sudah penasaran sejak tadi.
Pelayan itu menceritakan semua yang ia ketahui,dari reaksi yang raya tunjukan pelayan itu tahu raya sangat marah dan juga sesekali dia tersenyum senang.
"Hanya itu yang saya ketahui nona," ucap pelayan itu setelah ia rasa info yang ia ketahui telah habis.
"Apa segini cukup?" tanya raya sambil menyodorkan sebongkah uang.
"Ia cukup," ucap pelayan itu mengambil uang itu sambil tersenyum senang.
"Jika begitu senang bekerja sama dengan mu.ingat jangan ceritakan hal ini pada siapapun,jika aku tahu mulutmu nyinyir sembarangan aku tidak akan membiarkan mu!" ucap raya dengan ancaman.
"Baik,nona."
Setelah pelayan itu keluar,raya segera mengambil ponselnya dan menelpon Tito di dalam kamar mandi,tidak lupa dia menghidupkan kran agar suara nya tidak terdengar oleh siapa pun.
"Hallo ... "
"Ada apa lagi?aku sibuk mencari wanita itu, jangan ganggu aku dulu!" omelnya.
"Aku punya berita bagus.wanita itu telah menceritakan semuanya pada Ani," ucap raya membuat Tito kaget.
__ADS_1
"Apa otak mu konslet?jika dia berhasil menceritakan semuanya pada Ani,itu bukan berita bagus tapi berita pembawa malapetaka untuk kita!" makinya membuat raya tertawa.
"Pelayan itu mengira pak Mansur yang membunuh wanita tua itu,dia menuduh Mansur dan baja yang melakukan nya.dia bo*doh bukan!" jelas raya semakin membuat Tito tak mengerti.
"Apa maksudmu?aku tidak mengerti!" kesal Tito tak paham.
"Ah,ternyata kamu sama bodoh nya dengan pelayan itu!intinya kita tidak di curigai,mereka mengira juragan yang melakukan pembunuhan itu."
"Terus apa yang harus aku lakukan?apa aku tetap membunuh pelayan itu atau tidak?"
"Wanita itu tetap harus mati,jika dia hidup itu akan sangat berbahaya untuk kita."
"Baiklah aku akan membunuhnya,ingat upahku!awas saja jika kamu memberikan upah yang tidak sesuai,aku tidak akan lagi membantumu."
Tito langsung memutuskan panggilan setelah mengancam raya. " Dasar Tito,pikirannya selalu upah.kerjanya saja belum tuntas tapi upah udah di tagih seperti ini.benar-benar menyebalkan!" gerutunya.
Raya mendekati cermin,dia mencuci wajahnya dan mengelap nya dengan selembar tisu.
"Raya."
Bisik seseorang sehingga raya langsung menoleh ke belakang dan mencari suara itu.
"Siapa itu?perasaan ada yang memanggilku," gumam raya sembari melihat keadaan kamar mandi.
"Mungkin hanya perasaan ku saja," tuturnya lalu berpaling melihat cermin lagi.
Saat dia melihat cermin dia langsung teriak sekencang mungkin,dia melihat sosok nenek-nenek tua dengan wajah yang menyeramkan di pantulan cermin itu.karena rasa takut dia langsung berlari keluar kamar mandi.
"Ada apa nona?" tanya pelayan satu persatu.
"Itu ada ne ... " ucapan raya terjeda dia berpikir seketika.
"Ada apa nona?apa anda melihat kecoak?" ucap pelayan tak sabaran Karena penasaran.
"Ah,kamu benar ada kecoak di sana?" dusta raya.
"Kami akan segera mengusir nya untuk anda!" ucap para pelayan lalu masuk kamar mandi.
__ADS_1
"Aku tidak mungkin memberi tahu kebenaran nya,bisa-bisa mereka akan mencurigai ku.mereka akan tahu bahwa aku lah pembunuh sebenarnya."