
Wajah serius terpancar dari raut wajah baja.pendengarnya ia pasang begitu tajam saat satria menceritakan tentang kejadian di mansion nya.setelah mengetahui seluruhnya barulah wajah yang semula putih mulus itu berubah menjadi merah padam.
"Bang*sat!ternyata dia yang mencari masalah dengan ku!" umpat baja mengebrak meja.
"Untuk saat ini lebih baik kita menghindar dulu,tuan.saat ini keadaan sangat berbahaya untuk kita,saya punya usul lebih baik untuk sementara waktu kita mengasingkan diri di luar negeri," saran satria dia juga sedikit tertekan dengan keadaan yang terjadi.
"Aku tidak mau.apa kata mereka tetang ku jika aku bersembunyi?aku tidak takut dengan mereka,besok kita akan menyerang mereka!" sanggah baja tidak mau mengalah.
"Tuan,jika kita melakukan perlawanan sekarang kita di pastikan kalah.anda tahu sendiri sekarang kita sedang di adu domba oleh musuh,rekan mafia anda di hasut oleh mereka.sekarang ini jumlah dan kekuatan mereka di atas kita,saya mohon lebih baik anda pikirkan ulang mengenai penyerangan itu!" nasehat satria dia tidak ingin baja gegabah.
"Si*Al!" umpat baja menendang meja berkali-kali.
"Biarkan untuk kali ini mereka tertawa.namun,saat kita kembali dari luar negeri kita akan membuat mereka menangis!" kompor satria.
"Berapa lama kita harus bersembunyi?" tanya baja membuat satria lega karena tuannya mau menerima usulan nya.
"Sekitar dua tahun.kita di sana tidak hanya bersembunyi namun juga mencari partner untuk mendukung kita.saya juga akan meninggalkan beberapa anak buah di sini untuk memata-matai pergerakan musuh," jawab satria.
"Dua tahun!apa seperti ini akhirnya?ya ... tuhan aku baru saja bertemu dengan nya namun kau sudah ingin menjauhkan ku darinya."
"Selama kita pergi,kau selidiki mengenai motor kemaren.aku ingin pulang dari luar negeri kau sudah mengetahui nya," titah baja.
"Baik tuan."
Akhirnya pembicaraan itu usai,satria telah pergi beberapa menit lalu. kini hanya tertinggal baja seorang yang duduk termenung sambil sesekali menghela nafas.
"Apa yang harus ku lakukan?kenapa semuanya terjadi seperti ini?tuhan apa benar dia Masi hidup?semoga saja benar!" gumam baja.
__ADS_1
Tiba-tiba dia teringat sesuatu dan berjalan di suatu arah.dia membuka sebuah lemari yang masi bagus mungkin belum pernah tersentuh oleh siapapun.
"Ini adalah barang punya mu,sampai detik ini aku belum berani menyentuhnya.kau tahu kenapa?itu karena aku tidak sanggup menahan kesedihan,aku akan di luputi rasa menyesal yang dapat membuat akal sehat ku hilang,jika kembali mengingatmu," gumam baja sembari melihat isi lemari itu yang berupa baju,buku dan perabotan lainnya.
"Aku penasaran,sayang.apa benar kau Masi hidup sepulang dari luar negeri aku akan menyelidiki kasus itu,aku akan mencari bukti yang kuat tetang pembunuhan itu semoga saja aku mendapat hasil yang memuaskan.tunggu aku kembali!"
Sementara di tempat lain intan baru saja membuka kedua matanya,malam ini seperti nya dia tidak dapat memejamkan mata,itu karena ia selalu teringat dengan pria asing yang mengejar nya di lampu merah itu.
"Ya ... Allah aku kenapa?kenapa aku gelisah? kenapa wajah pria itu terus terlintas di pikiran ku?" gumam intan yang telah bersandar di sisi ranjang sekilas matanya melihat Adam yang sedang terlelap.
"Apa ini perasaan ku saja atau apa?kenapa wajah pria itu mirip Adam?ia benar,aku baru sadar.pantas saja waktu dia menarik tangan ku aku seperti gak asing wajah nya,ternyata wajah dia mirip Adam," gumam intan lagi sambil terkaget sendiri.
"Emang jika dia mirip Adam kenapa?namanya juga wajah Asia jadi wajar mirip-mirip sedikit.gak mungkin aku bilang dia itu ayah Adam secara ayah Adam udah meninggal," lanjut intan lagi bergelut dengan pikirannya.
"Aduh aku malah mikir ngaco,mending aku wudhu sholat sunah di banding mikir yang aneh-aneh!" ucapnya lalu beranjak dari ranjang.
Ternyata dua insan itu sama-sama gelisah karena pertemuan kali pertama mereka.jika baja menginginkan pertemuan selanjutnya namun intan berdoa pada sang khalik agar tidak di pertemukan degan sosok baja,entah doa yang mana akan terkabul hanya waktu yang bisa menjawabnya.
"Jika kau ingin mati maka tinggal lah disini!" sahut baja enteng.
"Abang,aku gak sanggup hidup di luar negeri.lidahku akan terasa pait dengan masakan di sana," protesnya lagi.
"Sudahlah,nak.turuti saja Abang mu percayalah ini semua demi keselamatan kita," celetuk ratu agar Yona mengerti.
"Emak aku sedih dua tahun berpisah dengan negara kita yang kaya akan kuliner,aku gak sanggup berada disana selama itu," keluh Yona.
"Kita berdoa saja semoga kita pulang lebih cepat dari rencana Abang mu itu!" ucap ratu lagi.
__ADS_1
Dengan rasa sedih mereka mulai masuk kedalam mobil,mereka berangkat subuh hari.awal rencana pukul sepuluh pagi namun tiba-tiba saja baja merubah rencana dengan alasan aman jika mereka pergi di waktu itu.
"Mak,aku mewek rasanya.selamat tinggal nasi Padang,seblak,rujak,es dawet," gumam Yona sedih.
"Nanti emak bikinin di sana,kamu Masi bisa makan itu semua," bujuk ratu.
"Emak di luar negeri susah menemukan bahan lokal adapun harganya mahal dan rasanya beda," celetuk Yona lagi.
"Kau meragukan uang Abang mu.ingat semahal apapun bisa kebeli dengan uang Abang mu itu," sombong ratu.
"Seterah emak saja."
Hari ini sebenarnya intan sedikit takut,dia takut bertemu dengan pria asing itu.alhasil ia meminta Karno untuk memilih jalan lain yang jaraknya sedikit jauh dari jalan yang biasa mereka lewati hal itu tentu saja membuat Karno mengoceh sepanjang jalan.
"Kenapa meminta bapak lewat jalan lain?kamu sengaja mau ngerjain bapak,ya?" tanya Karno yang telah sampai di parkiran.
"Di situ sering macet,pak.makanya aku milih jalan satunya," ucap intan.
"Semua jalan sering macet kali,alasan nya gak etis banget sih," balas Karno.
"Pokok nya intan gak suka jalan itu.jika bapak masih kekeh lewat jalan itu intan gak mau di anterin bapak lagi," ancam intan.
"Loh,segitunya.emang jalan itu kenapa?ada gundoruwo nya,kamu lihat apa di sana?bilang sama bapak biar bapak yang tangani," cecar Karno.
"Ah,bapak banyak tanya.intan mau masuk dulu,mau kerja," seru intan.
"Jawab dulu pertanyaan bapak!" desak Karno.
__ADS_1
"Nanti aja di rumah.di bicarakan di sini gak akan kelar," ucap intan.
"Oke.awas kalau kamu gak cerita!"